Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

PBB Nyatakan Gaza Alami Bencana Kelaparan Terparah

PBB resmi menyatakan Gaza alami kelaparan, lebih dari setengah juta warga terdampak.
ErickaEricka23 Agustus 2025 Global
PBB umumkan bencana kelaparan Gaza 2025
Ilustrasi bencana kelaparan Gaza 2025 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jenewa – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi mengumumkan bahwa Jalur Gaza kini menghadapi bencana kelaparan. Pengumuman ini menandai pertama kalinya dalam sejarah kawasan Timur Tengah tercatat mengalami krisis kelaparan dengan status resmi.

Menurut laporan lembaga pemantau pangan, Integrated Food Security Phase Classification (IPC), lebih dari 500 ribu warga Gaza kini berada dalam kondisi kelaparan yang dikategorikan “katastropik”. Angka ini diperkirakan meningkat menjadi 641 ribu orang, atau hampir sepertiga populasi Gaza, pada akhir September mendatang.

“Setelah 22 bulan konflik tanpa henti, lebih dari setengah juta orang di Jalur Gaza menghadapi kondisi bencana yang ditandai kelaparan, kemiskinan, dan kematian,” tulis IPC dalam laporannya, dikutip AFP pada Jumat (22/8/2025).

Kepala Bantuan PBB, Tom Fletcher, menegaskan bahwa krisis ini sebenarnya bisa dicegah apabila distribusi bantuan berjalan tanpa hambatan. “Ini adalah kelaparan yang seharusnya bisa kita cegah jika kita diizinkan. Namun, makanan menumpuk di perbatasan karena hambatan sistematis oleh Israel,” ujarnya dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss.

Pernyataan tersebut langsung ditolak oleh pemerintah Israel. Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan, “Tidak ada bencana kelaparan di Gaza,” sambil menuduh laporan IPC sebagai propaganda yang bersumber dari Hamas.

IPC mencatat bahwa runtuhnya sistem pangan lokal menjadi penyebab utama krisis. Sebanyak 98 persen lahan pertanian di Gaza hancur, hewan ternak musnah, dan aktivitas perikanan dilarang. Selain itu, fasilitas kesehatan lumpuh dan akses air bersih sangat terbatas, memperparah kondisi masyarakat sipil.

Organisasi itu juga memperingatkan bahwa krisis pangan akan meluas ke wilayah Deir el-Balah dan Khan Younis pada akhir September, sehingga mencakup sekitar dua pertiga wilayah Gaza.

PBB sudah beberapa bulan terakhir memperingatkan kondisi kemanusiaan di Gaza yang semakin memburuk. Situasi diperparah ketika Israel sempat menghentikan masuknya bantuan pada Maret 2025, sebelum kemudian mengizinkan distribusi terbatas pada akhir Mei.

Sebagai latar belakang, konflik di Gaza bermula setelah serangan Hamas ke Israel pada Oktober 2023 yang menewaskan 1.219 orang. Israel kemudian melancarkan operasi militer balasan yang hingga kini menewaskan sedikitnya 62.192 warga Palestina, sebagian besar adalah warga sipil.

Krisis kemanusiaan ini menunjukkan bahwa situasi di Gaza tidak hanya sebatas konflik bersenjata, tetapi juga melibatkan runtuhnya infrastruktur vital yang berdampak langsung pada kelangsungan hidup masyarakat.

Gaza Kelaparan Palestina Konflik Israel Hamas Krisis Kemanusiaan PBB
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDPR dan Pemerintah Sepakat Bentuk Kementerian Haji dan Umrah
Next Article Revisi Anggaran Pendidikan: MBG Turun dan Tunjangan Guru Naik

Informasi lainnya

Dubes Rusia Sampaikan Pesan Damai Saat Iftar di Istiqlal

15 Maret 2026

AS Lepas 172 Juta Barel Minyak Dampak Konflik Timur Tengah

12 Maret 2026

Siklon Tropis NURI Picu Hujan Lebat di Indonesia Timur

11 Maret 2026

Al-Azhar Siap Kirim 1.000 Pakar Bahasa Arab ke Indonesia

23 Januari 2026

Guncangan Dahsyat M7,0 di Taiwan Terasa hingga Taipei

27 Desember 2025

Gempa Susulan M6,7 Guncang Hokkaido, BMKG Pastikan Indonesia Aman

9 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Pancasila Bukan Milik Satu Nama

Editorial Udex Mundzir

Puasa 72 Jam, Sehatkah Menurut Islam dan Ilmu Kedokteran?

Daily Tips Ericka

Mengenal Bukit Kelam, Batu Tertinggi di Dunia dari Indonesia

Travel Ericka

Kekalahan RIDO: Pelajaran dari Jakarta

Editorial Udex Mundzir

Keindahan Alam Jepang yang Mempesona di Setiap Musim

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi