Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pemerintah Gunakan DNA untuk Lacak Tiga Jemaah Haji Hilang

Tiga jemaah haji Indonesia belum ditemukan sejak ibadah haji 2025, pencarian kini gunakan data DNA.
Udex MundzirUdex Mundzir4 Agustus 2025 Info Haji
Haji
Ilustrasi Pelaksanaan Haji (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Tiga nama terus disebut dalam doa, tetapi jejak mereka masih samar di padang Arafah. Pemerintah Indonesia kini menempuh langkah medis untuk melacak keberadaan tiga jemaah haji yang hilang selama penyelenggaraan ibadah haji 2025 di Arab Saudi.

Ketiga jemaah yang dinyatakan hilang masing-masing adalah Nurimah dari kloter 19 embarkasi Palembang, Sukardi dari kloter 79 embarkasi Surabaya, dan Hasbulah dari kloter 7 embarkasi Banjarmasin. Mereka diketahui tidak kembali ke hotel tempat menginap dan hilang kontak sejak saat itu. Hingga kini, keberadaan mereka belum diketahui, meski proses pemulangan jemaah haji telah berakhir pada Jumat (11/7/2025).

“Kami telah membentuk dua tim khusus untuk pencarian, bekerja sama dengan Syarikah, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), dan Konsul Haji di Jeddah,” ungkap Menteri Agama Nasaruddin Umar pada Senin (4/8/2025).

Lebih lanjut, Nasaruddin menjelaskan bahwa pemerintah kini juga mengandalkan data antemortem dan postmortem, termasuk hasil tes DNA dari keluarga, untuk mencocokkan identitas dengan jenazah tak dikenal yang ditemukan selama musim haji.

Langkah tersebut diambil setelah pencarian langsung dan investigasi tidak membuahkan hasil. Mengingat kondisi ekstrem di Arab Saudi saat musim haji, keberadaan jenazah tanpa identitas cukup banyak ditemukan, sehingga pendekatan ilmiah menjadi satu-satunya jalan untuk memastikan nasib para jemaah yang hilang.

Upaya ini menjadi sorotan publik karena bukan pertama kalinya kasus jemaah hilang terjadi. Dalam musim haji tahun-tahun sebelumnya, permasalahan serupa pernah mencuat, namun upaya pencarian saat itu terbatas pada koordinasi administratif dan pelacakan konvensional. Kini, dengan pendekatan forensik, diharapkan hasil yang lebih pasti dapat diperoleh.

Kasus ini juga memicu desakan dari masyarakat agar pemerintah memperketat sistem pelacakan jemaah, termasuk penggunaan perangkat pemantau digital berbasis GPS sejak keberangkatan.

Meski belum ada kabar baik, pemerintah menyatakan komitmennya untuk terus menelusuri jejak tiga jemaah tersebut hingga titik terang didapatkan. Sementara itu, keluarga korban terus menanti kepastian dengan harapan dan doa.

Data DNA Haji 2025 Info Haji Jemaah Haji Hilang Kementerian Agama
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleWaspadai Tanda Masalah Usus Sejak Dini
Next Article KPK Dukung Pemisahan Dana dan Operasional Haji

Informasi lainnya

Haji 2026 Diperketat, Jemaah Tak Sehat Terancam Gagal Berangkat

8 Januari 2026

HAB ke-80 Kemenag Digelar Sederhana, Dana Dialihkan

5 Januari 2026

Antrean Haji Reguler 26 Tahun, Haji Khusus Jadi Opsi

22 Desember 2025

Biaya Haji 2026 Turun Tipis, Jamaah Sampang Tetap Sambut Positif

26 November 2025

Durasi Haji 2026 Disingkat, Tinggal 38 Hari bagi Jemaah Indonesia

20 November 2025

Kemenhaj Pastikan Asrama Haji Siap Sambut Musim 2026

18 November 2025
Paling Sering Dibaca

Tips Efektif untuk Tingkatkan Produktivitas Sehari-hari

Opini Alfi Salamah

Puasa 72 Jam, Sehatkah Menurut Islam dan Ilmu Kedokteran?

Daily Tips Ericka

Makanan Sehat untuk Sahur dan Berbuka Puasa

Food Assyifa

Menunda Panggilan Haji: Benarkah Kehendak atau Keragu-raguan

Islami Alfi Salamah

Groundsel Raksasa: Harta Prasejarah di Atap Afrika

Travel Ericka
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.