Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pemerintah Rancang Revisi Besar Catatan Sejarah Indonesia

Penemuan baru dan interpretasi ulang masa lalu perkuat identitas bangsa.
SilvaSilva15 Desember 2024 Nasional
Revisi catatan sejarah Indonesia
Revisi catatan sejarah Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemerintah Indonesia berencana memperbaharui catatan sejarah nasional dalam rangka menyambut 80 tahun kemerdekaan. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengungkapkan langkah ini bertujuan untuk menyesuaikan sejarah Indonesia dengan temuan arkeologi dan kajian terkini.

“Catatan sejarah akan diperbaharui berdasarkan hasil kajian para ahli sejarah. Revisi ini juga akan menjadi versi terbaru dari buku sejarah nasional,” kata Fadli dalam pertemuannya dengan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) di Bandung, Sabtu (14/12/2024).

Revisi mencakup seluruh babak sejarah, mulai dari prasejarah hingga reformasi. Penemuan di Gua Leang-Leang, Maros, yang membuktikan peradaban manusia di Indonesia sudah berusia hingga 52.000 tahun, menjadi salah satu fokus pembaruan. Sebelumnya, peradaban tersebut diperkirakan hanya berusia 5.000 tahun.

“Penemuan ini harus masuk dalam buku sejarah kita. Temuan seperti ini penting untuk memperkuat narasi kebudayaan dan peradaban bangsa,” tambah Fadli.

Agus Mulyana, Ketua Umum MSI, menilai pembaharuan ini juga menjadi cara untuk menegaskan bahwa Indonesia bukanlah bangsa baru. Menurutnya, ketidaksesuaian data selama ini menciptakan kesan bahwa sejarah Indonesia kalah dari negara lain.

“Fakta bahwa peradaban kita lebih tua dibanding banyak negara harus menjadi energi positif. Ini memperkuat identitas bangsa,” ujar Agus, yang juga Dekan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial UPI.

Agus menyebutkan, revisi juga menyasar masa kolonial. Selama ini, narasi bahwa Indonesia dijajah 350 tahun dinilai kurang akurat karena kekuasaan Belanda tidak merata di seluruh wilayah Indonesia.

“Aceh, misalnya, baru ditaklukkan di tahun 1930-an. Banyak wilayah yang memiliki sejarah berbeda,” tambahnya.

Pembaruan ini juga mencakup periodisasi sejarah nasional hingga era reformasi. Pemerintah dan sejarawan berharap, revisi ini memberikan perspektif baru dan lebih mendalam tentang perjalanan bangsa.

Fadli Zon menegaskan pentingnya revisi ini tidak hanya sebagai upaya melihat ke masa lalu, tetapi juga sebagai modal untuk memahami dan membangun masa depan. Pemerintah akan melibatkan akademisi, sejarawan, dan arkeolog dalam proses ini untuk menghasilkan dokumentasi sejarah yang akurat dan relevan.

Revisi ini diharapkan dapat menyatukan pemahaman sejarah nasional yang lebih lengkap dan berimbang, sekaligus menumbuhkan kebanggaan sebagai bangsa yang memiliki peradaban tua dan kaya.

Fadli Zon Masyarakat Sejarawan Indonesia Peradaban Indonesia Revisi Sejarah Sejarah Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePenumpang Whoosh Capai 20 Ribu Per Hari Jelang Nataru
Next Article Prabowo Usulkan Napi Dilatih Jadi Petani dan Tentara Cadangan

Informasi lainnya

Usai Dituduh Pakai Spons, Pedagang Es Gabus Dapat Kulkas dari TNI

29 Januari 2026

Mas Isman, Komandan Rakyat Muda

29 Januari 2026

S.K. Trimurti: Suara Perempuan Merdeka

28 Januari 2026

Tan Malaka: Pejuang Tanpa Mahkota

27 Januari 2026

Catat Tanggalnya, Nisfu Syaban 2026

17 Januari 2026

HAB ke-80 Kemenag Digelar Sederhana, Dana Dialihkan

5 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Tifanil Oktafira, Dedikasikan Ilmu untuk Umat

Profil Silva

Jenis-Jenis Bunga, Mengungkap Keindahan dan Pesan di Baliknya

Opini Alfi Salamah

Childfree dalam Pandangan Islam

Islami Alfi Salamah

Menaklukkan Gunung Cikuray, Atap Tertinggi di Garut

Travel Alfi Salamah

Wartawan Gadungan, Luka di Wajah Jurnalisme

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.