Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hujan Deras Picu Longsor di Cisayong Tasikmalaya

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Semeru Erupsi, Abu Capai 1 Km dari Puncak

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 6 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

TikTok Resmi Ditutup di AS Mulai Minggu, Pengguna Beralih ke RedNote

Keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat memaksa TikTok menghentikan operasinya di negara tersebut.
AssyifaAssyifa18 Januari 2025 Global
Penutupan TikTok di AS,
TikTok dilarang di Amerika Serikat, sehingga banyak pengguna yang berpindah ke aplikasi RedNote (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Washington D.C. – TikTok akan resmi berhenti beroperasi di Amerika Serikat mulai Minggu 19 Januari 2025, setelah Mahkamah Agung memutuskan melarang aplikasi tersebut jika ByteDance, perusahaan induknya yang berbasis di Tiongkok, tidak menjual kepemilikannya. Keputusan ini diambil atas kekhawatiran terkait keamanan nasional dan potensi pembagian data pengguna kepada pemerintah Tiongkok, meskipun klaim tersebut telah dibantah oleh ByteDance.

TikTok mengeluarkan pernyataan resmi, Jumat malam (17/1/2025), menyebutkan bahwa penutupan akan terjadi kecuali pemerintah AS memberikan jaminan kepada Apple dan Google untuk tidak menghadapi konsekuensi hukum terkait distribusi aplikasi tersebut.

“Kecuali jika Pemerintah Biden memberikan pernyataan definitif untuk memastikan tidak ada tindakan penegakan hukum, TikTok akan ditutup pada 19 Januari,” tulis perusahaan.

Sebanyak 170 juta pengguna TikTok di AS terancam kehilangan akses ke platform ini. Sementara itu, Presiden terpilih Donald Trump menjanjikan upaya untuk menyelamatkan TikTok setelah kembali menjabat pada 20 Januari 2025. Dalam pernyataan melalui media sosialnya, Trump mengatakan, keputusannya soal TikTok akan segera dibuat setelah saya punya waktu untuk meninjau situasinya.

Di tengah ketidakpastian ini, CEO TikTok, Shou Zi Chew, dilaporkan akan menghadiri pelantikan Trump di Washington untuk membahas kemungkinan solusi. Trump juga menyebut bahwa ia telah berdiskusi dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, terkait nasib TikTok.

Pengguna TikTok di Amerika mulai beralih ke aplikasi asal Tiongkok lainnya, RedNote atau Xiaohongshu. Sejak Senin (13/1/2025), RedNote menjadi aplikasi paling banyak diunduh di AS, meskipun menghadapi tantangan kebijakan moderasi konten yang ketat. Beberapa pengguna mengeluhkan sensor ketat yang diterapkan platform tersebut, termasuk pembatasan pada konten politik dan sosial.

Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, pilihan platform adalah hak pribadi pengguna.

“Kami mendorong pertukaran antarindividu, tetapi setiap platform memiliki kebijakan masing-masing,” kata Guo Jiakun.

TikTok adalah salah satu aplikasi yang menjadi simbol globalisasi digital, dan keputusannya untuk menghentikan operasi di AS akan memiliki dampak besar pada para kreator konten dan komunitas online. Para analis memperkirakan, langkah ini akan membuka peluang bagi aplikasi lain untuk mendominasi pasar media sosial di Amerika.

Langkah pemerintah AS ini juga dinilai mencerminkan ketegangan geopolitik yang semakin mendalam antara AS dan Tiongkok, dengan platform teknologi menjadi salah satu area konflik utama. Pemerintah Biden maupun Trump menghadapi tekanan untuk memastikan keamanan data nasional di tengah persaingan teknologi global yang semakin ketat.

Amerika Serikat ByteDance Donald Trump RedNote TikTok
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleIstana Tegaskan Komitmen Prabowo Lanjutkan Proyek IKN
Next Article WHO: Rp163 Triliun Dibutuhkan untuk Pulihkan Gaza

Informasi lainnya

Indonesia Desak PBB Usut Kematian 3 TNI di Lebanon

1 April 2026

Israel Batasi Salat Idul Fitri di Al Aqsa

20 Maret 2026

Dampak Konflik Timur Tengah, BBM Asia Naik Tajam

18 Maret 2026

Dubes Rusia Sampaikan Pesan Damai Saat Iftar di Istiqlal

15 Maret 2026

AS Lepas 172 Juta Barel Minyak Dampak Konflik Timur Tengah

12 Maret 2026

Siklon Tropis NURI Picu Hujan Lebat di Indonesia Timur

11 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Mengenal Sosok Siti Maryam yang Penuh Keikhlasan

Islami Alfi Salamah

Gema Impian di Tengah Asa: Piala AFF 2024

Editorial Udex Mundzir

Isuzu Optimis Pangsa Pasarnya akan Naik 1,3 Persen

Bisnis Alfi Salamah

Wibawa Prabowo Dipertanyakan, Siapa Pemimpin Sebenarnya?

Editorial Udex Mundzir

Peluang Usaha di Balik Batas Medsos

Editorial Lisda Lisdiawati
Berita Lainnya
Daerah
Adit Musthofa5 April 2026

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Israel Batasi Salat Idul Fitri di Al Aqsa

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Imtihan MDTU Al Barokah Cihuni Capai Puncak Acara

Menag Larang ASN Kemenag Pakai Mobil Dinas Saat Mudik

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi