Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 2 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Warga Asli dan Nelayan di Pulau Rempang Terancam Digusur

Alwi AhmadAlwi Ahmad10 September 2023 Daerah
Warga bentrok dengan aparat gabungan dari beragam kesatuan dengan mengendarai 60 armada kendaraan saat berupaya masuk ke Pulau Rempang, Kota Batam, Provinsi Riau. Twitter
Warga bentrok dengan aparat gabungan dari beragam kesatuan dengan mengendarai 60 armada kendaraan saat berupaya masuk ke Pulau Rempang, Kota Batam, Provinsi Riau. Twitter
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Batam – Pulau Rempang, sebuah pulau dengan sejarah panjang yang terletak di Kepulauan Riau, kini menghadapi ancaman serius terkait dengan rencana pengembangan kawasan Rempang Eco City. Ribuan warga asli Pulau Rempang, yang telah bermukim di sana sejak 1834, kini terancam digusur dari tanah leluhur mereka.

Geriisman Ahmad, seorang warga asli Pulau Rempang, mengungkapkan bahwa ketiga suku yang mendiami pulau ini telah menjadi bagian dari pulau sejak masa sebelum Indonesia merdeka. Namun saat ini, mereka menghadapi ancaman besar terkait proyek pengembangan Rempang Eco City yang dilakukan oleh PT Makmur Elok Graha (MEG), anak perusahaan milik Tommy Winata.

“Kami sudah lama tinggal di sini, bahkan sebelum Indonesia berdiri,” ujar Gerisman dikutip dari Koran Tempo, Jumat(8/9/2023).

Pulau Rempang, yang memiliki luas wilayah sekitar 165 kilometer persegi, terletak hanya sekitar 3 km di sebelah tenggara Pulau Batam. Pulau ini merupakan tempat tinggal bagi sekitar 7.500 hingga 10 ribu jiwa, yang sebagian besar adalah nelayan dan pelaut.

Baca Juga:
  • Ancaman Karhutla Kembali Muncul di Kaltim: BMKG Deteksi Sembilan Titik Panas
  • Kejari Penajam Bagikan Makanan Sehat untuk Balita Terindikasi Stunting
  • Polres Penajam Paser Utara Gelar Operasi Patuh 2023
  • Trump Setujui Penjualan 3.350 Rudal Jarak Jauh ke Ukraina

Pulau Rempang juga memiliki 16 kampung tua yang menjadi pemukiman warga asli. Meskipun luas kampung tua ini tidak sampai 10 persen dari luas pulau, mereka memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting. Warga di kampung tua tersebut berasal dari berbagai suku, termasuk suku Melayu, suku Orang Laut, dan suku Orang Darat.

Proyek pengembangan Rempang Eco City menjadi fokus pemerintah pusat setelah kunjungan Presiden Joko Widodo ke Cina pada akhir Juli. Namun, rencana ini telah menimbulkan ketegangan di Pulau Rempang, dengan bentrokan antara warga dan aparat keamanan pada 7 September 2023.

Penggusuran ini juga muncul sebagai bagian dari rencana pengembangan kawasan ekonomi baru dengan konsep “Kota Hijau dan Berkelanjutan” yang bertujuan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baru.

Artikel Terkait:
  • Retribusi Pantai Sindangkerta Disorot
  • Harmoni Kolaborasi Menuju Masa Depan Sehat, Peran PT MHU Turunkan Stunting di Kaltim
  • Kapolresta Blitar Beri Bansos bagi Penyandang Disabilitas di Kampung Tangguh Bebas Narkoba
  • Peringati Hardiknas, Bupati Subandi Serahkan Penghargaan kepada Guru dan Siswa

Rencana pengembangan ini tidak hanya membahas tentang pelestarian lingkungan dan hak asasi manusia, tetapi juga memikirkan bagaimana asli Pulau Rempang akan dipengaruhi oleh perubahan besar ini. Dengan nilai investasi yang mencapai Rp 381 triliun dan potensi penyerapan energi kerja hingga 2080, nasib Pulau Rempang dan penduduknya menjadi sorotan nasional dan internasional.

Warga Pulau Rempang, yang telah menghuni pulau ini selama berabad-abad, kini menunggu dengan acara bagaimana masa depan mereka akan terbentuk dalam bayang-bayang pembangunan Rempang Eco City yang ambisius ini.

Jangan Lewatkan:
  • Genset Sound Horeg Terbakar, Respons Warganet Mengemuka
  • Peningkatan Kapasitas Desa, Bupati Ikfina Ajak Merevolusi Pembangunan Desa
  • Kompetisi MLBB di Penajam : Generasi Muda Unjuk Kebolehan dalam Turnamen eSport
  • Pj Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Kapal Penangkap Ikan Senilai Rp13,5 Miliar
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSumaryono Beri Motivasi Siswa SMA Bahrul Ulum Bontang: Jadilah Pemain, Bukan Penonton!
Next Article Gas Air Mata Mengenai Siswa Sekolah, Alek PKS Minta Polri Tanggung Jawab dan Evaluasi Aparat

Informasi lainnya

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

14 September 2026

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

15 Agustus 2026

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

25 Juli 2026

Kebakaran Landa Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi

25 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

19 Juli 2026

Genset Sound Horeg Terbakar, Respons Warganet Mengemuka

16 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Menjaga Batasan: Hakmu untuk Hidup Lebih Bahagia

Happy Silva

S.K. Trimurti: Suara Perempuan Merdeka

Profil Alfi Salamah

Pentingnya Persetujuan Warga dalam Infrastruktur Lingkungan

Refleksi Udex Mundzir

Tegakkan Keadilan, Umar bin Abdul Aziz Wafat Karena Diracun

Islami Alfi Salamah

Orde Baru Jauh Lebih Baik

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi