Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

8 Manfaat Berhenti Konsumsi Gula bagi Kesehatan

Mengurangi gula bukan hanya soal berat badan, tetapi juga kunci hidup lebih sehat.
AssyifaAssyifa2 Februari 2025 Daily Tips
Manfaat berhenti konsumsi gula
Selain menurunkan berat badan, ada 8 manfaat kesehatan lain yang bisa didapatkan dengan menghentikan konsumsi gula (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Kebiasaan mengonsumsi gula berlebihan sudah menjadi bagian dari pola makan banyak orang. Mulai dari kopi manis di pagi hari, camilan kue sore hari, hingga minuman bersoda saat bersantai. Meskipun gula memberikan rasa nikmat, dampak negatifnya terhadap kesehatan tidak bisa diabaikan.

Menurut laporan dari Best Life, rata-rata orang Amerika mengonsumsi 17 sendok teh gula tambahan per hari, jauh lebih tinggi dibandingkan rekomendasi dari American Heart Association yang hanya menyarankan 6 sendok teh untuk wanita dan 9 sendok teh untuk pria. Konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Lantas, apa yang terjadi jika kita mulai mengurangi atau bahkan berhenti mengonsumsi gula? Berikut adalah 8 manfaat utama yang bisa Anda rasakan.

Mengurangi Risiko Diabetes

Diabetes tipe 2 sering dikaitkan dengan konsumsi gula berlebihan, terutama yang mengandung fruktosa tinggi, seperti dalam sirup jagung atau minuman manis. Menurut Mayo Clinic, fruktosa dalam gula tambahan meningkatkan kadar gula darah secara cepat dan memicu gangguan metabolisme.

Namun, fruktosa alami dari buah dan sayur justru memberikan perlindungan terhadap diabetes. Dengan mengurangi konsumsi gula tambahan, kita bisa menjaga kadar insulin tetap stabil dan mengurangi risiko terkena diabetes.

Menurunkan Berat Badan Lebih Cepat

Gula tambahan mengandung banyak kalori kosong yang tidak memberikan manfaat nutrisi. Menurut ahli gizi Daryl Gioffre, konsumsi gula yang berlebihan dapat merusak lapisan usus, sehingga tubuh sulit menyerap nutrisi dengan baik dan lebih rentan mengalami penumpukan lemak.

Mengurangi gula membantu mengurangi kalori harian, meningkatkan metabolisme, dan memperbaiki kesehatan pencernaan. Akibatnya, proses penurunan berat badan menjadi lebih cepat dan efektif.

Tidur Lebih Nyenyak

Banyak orang tidak menyadari bahwa gula berlebih dapat mengganggu kualitas tidur. Fluktuasi kadar gula darah yang terlalu cepat dapat memicu pelepasan kortisol, hormon stres yang membuat tidur menjadi gelisah.

Dengan mengurangi konsumsi gula, tubuh dapat menjaga kadar gula darah lebih stabil, sehingga tidur menjadi lebih nyenyak dan berkualitas.

Suasana Hati Menjadi Lebih Baik

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet tinggi gula dapat meningkatkan risiko depresi dan kecemasan. Ketidakseimbangan kadar gula darah memengaruhi produksi hormon dopamin dan serotonin, yang berperan dalam menjaga suasana hati tetap stabil.

Mengurangi konsumsi gula membantu tubuh mengatur hormon dengan lebih baik, membuat kita lebih tenang, fokus, dan tidak mudah stres.

Kesehatan Kulit Meningkat

Gula berlebihan dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh, yang memicu berbagai masalah kulit seperti jerawat, eksim, dan penuaan dini. Selain itu, gula juga berkontribusi pada glikasi, proses yang merusak kolagen dan elastin dalam kulit, menyebabkan kulit menjadi kendur dan munculnya garis-garis halus lebih cepat.

Setelah berhenti mengonsumsi gula, banyak orang merasakan kulit lebih bersih, bercahaya, dan tampak lebih sehat.

Gigi Menjadi Lebih Sehat

Gula adalah musuh utama kesehatan gigi. Konsumsi gula berlebihan memberikan makanan bagi bakteri di mulut, yang kemudian membentuk plak dan menyebabkan gigi berlubang serta radang gusi.

Dengan mengurangi gula, risiko kerusakan gigi berkurang, dan kesehatan mulut pun meningkat secara signifikan.

Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Internal Medicine pada tahun 2014 menunjukkan bahwa diet tinggi gula dapat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung sebesar 38%. Hal ini disebabkan oleh peradangan kronis yang ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebih.

Dengan mengurangi gula, Anda dapat mengurangi risiko tekanan darah tinggi, peradangan, dan penumpukan lemak di pembuluh darah, yang semuanya berkontribusi pada penyakit kardiovaskular.

Merasa Kenyang Lebih Lama

Gula dapat mengganggu kerja hormon leptin dan ghrelin, yang berperan dalam mengatur rasa lapar. Ketika kadar insulin melonjak akibat konsumsi gula, tubuh menjadi lebih cepat merasa lapar, sehingga meningkatkan keinginan untuk makan lebih banyak.

Dengan mengurangi gula, tubuh dapat mengatur rasa lapar dengan lebih baik, membuat kita merasa kenyang lebih lama dan menghindari ngemil berlebihan.

Mengurangi konsumsi gula bukan hanya soal menurunkan berat badan, tetapi juga mencegah berbagai penyakit serius dan meningkatkan kualitas hidup. Dengan mengganti gula tambahan dengan sumber manis alami seperti buah-buahan segar, serta memilih pola makan yang lebih sehat, kita bisa merasakan manfaat luar biasa bagi tubuh.

Mulailah perlahan-lahan mengurangi gula dari makanan sehari-hari dan rasakan perubahan positif yang terjadi dalam tubuh Anda!

Diabetes Kesehatan Jantung Konsumsi Gula Manfaat Berhenti Gula Pola Makan Sehat
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePedagang Kelontong Dukung Stiker Larangan Jual Rokok ke Anak
Next Article LPG 3 Kg Tak Lagi Dijual Pengecer, Pemerintah Pastikan Distribusi Tepat Sasaran

Informasi lainnya

Digital Nomad, Hidup atau Ilusi?

20 Januari 2026

Film Korea Komedi Pilihan untuk Malam Tahun Baru 2026

31 Desember 2025

Etika Toilet Umum, Cermin Kesadaran Sosial Sehari-hari

30 Desember 2025

Mau Upgrade Diri? Inilah 5 Buku yang Wajib Kamu Baca di Awal Tahun

24 Desember 2025

Saat Bahasa Membentuk Hirarki: Ucapan ‘Mohon Izin’ dan ‘Siap’

24 Desember 2025

Tips Mengatur Waktu agar Gak Overwhelmed Tiap Hari

12 November 2025
Paling Sering Dibaca

Imaduddin Zanki: Pahlawan yang Mengubah Arah Sejarah Dunia Islam

Biografi Alfi Salamah

Nomor HP Tidak Pernah Ganti 10 Tahun? Ini Tanda Kamu Layak Dipercaya

Daily Tips Ericka

Rahasia Puasa Dzulhijjah dan Keutamaannya

Islami Udex Mundzir

Menag di Vatikan: Diplomasi Iman dan Kemanusiaan

Editorial Udex Mundzir

Eksploitasi Konsumen: Kuota Hangus, Manipulasi Digital Terstruktur

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.