Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 29 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Dua Kapal Pinisi di CPI Makassar Bangga Pakai Produk Dalam Negeri

Alwi AhmadAlwi Ahmad15 September 2023 Nasional
Pembuatan dua kapal phinisi di Makasar
Dua kayu menjulang tinggi menjadi daya tarik utama di Center Point of Indonesia (CPI), Kota Makassar, Sulawesi Selatan
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Makassar – Dua kerangka kayu menjulang tinggi menjadi daya tarik utama di Center Point of Indonesia (CPI), Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Lokasinya strategis, berdekatan dengan Pantai Losari, dan kerangka kayu ini bukan sembarang benda. Ia adalah kerangka kapal Pinisi, simbol perkapalan tradisional Nusantara.

Pembuatan kapal Pinisi ini menjadi sorotan dalam event internasional Multilateral Exercise Naval Komodo (MNEK) 2023 yang diadakan di Makassar. Di sekitar kerangka kapal, terdapat penjelasan tentang sejarah dan proses pembuatan kapal Pinisi.

Pembuat Kapal dari Bulukumba Menjadi Bagian Penting

Meski pembuatan kapal ini berlangsung di Makassar, 22 ahli pembuat kapal Pinisi didatangkan langsung dari Desa Ara, Kecamatan Bonto Bahari, Bulukumba. Setiap kapal dikerjakan oleh 11 orang pembuat, atau yang dikenal dengan sebutan “panrita lopi.”

Menurut H Abdu Haris, seorang ahli pembuat kapal Pinisi, tujuannya adalah untuk mempertahankan bukti sejarah bahwa panrita lopi, pekerja kapal tradisional Sulawesi Selatan, berasal dari Bulukumba.

“Tujuannya bahwa bukti sejarah panrita lopi di Sulawesi Selatan, pekerjanya di Bulukumba, Kecamatan Bonto bahari, Desa Ara,” kata Abdul Haris seperti dikutip dari IDNtimes.

Menuju Singapura dan Australia dalam Waktu Singkat

Rencananya, dua kapal Pinisi ini akan selesai dalam waktu 8 bulan. Menurut Haris, ini termasuk waktu yang singkat, mengingat biasanya pembuatan satu kapal Pinisi memerlukan waktu lebih dari satu tahun jika pekerjaannya kurang.

Baca Juga:
  • Pemerintah Siapkan Rp 48,8 Triliun untuk Lanjutkan Pembangunan IKN
  • Mensos Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Pengaruhi Dana Bansos
  • DPR Siap Ikuti Prabowo Pindah ke IKN pada 2028
  • Libur Isra Miraj dan Imlek, 1,5 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Saat ini, pembuatan baru mencapai sekitar 25 persen. Kapal ini terbuat dari kayu ulin, atau yang sering disebut kayu besi oleh masyarakat setempat, yang datang dari Sulawesi Tenggara. Kapal Pinisi ini memiliki panjang sekitar 35 meter dan tinggi 2 meter.

Kapal Pinisi: Ikon Perkapalan Tradisional Nusantara

Kapal Pinisi adalah ikon perkapalan tradisional nusantara. Kapal ini digunakan oleh Suku Bugis untuk menjelajahi lautan Nusantara dan dunia. Sejak tahun 2017, kapal ini diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

Umumnya, kapal Pinisi memiliki dua tiang layar utama dan tujuh layar. Dibuat secara tradisional oleh Suku Bugis di Tana Kapal Beru, Bulukumba, ini dikenal karena kemampuannya menghadapi ganasnya lautan.

Pameran yang Memukau Delegasi MNEK

Pameran pembuatan kapal Pinisi dalam acara MNEK mendapat perhatian luas, terutama dari militer angkatan laut dari 36 negara yang hadir. Delegasi internasional terkagum-kagum melihat tradisi pembuatan kapal ini, yang merupakan bagian penting dari warisan budaya Indonesia.

Menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, Zainal Ibrahim, pameran ini adalah bukti bahwa Indonesia, khususnya Suku Bugis, adalah bangsa maritim yang besar. Kapal Pinisi tetap menjadi sumber kebanggaan dan inspirasi dalam dunia perkapalan tradisional.

Artikel Terkait:
  • Ziarah Makam Soekarno, Ganjar: Teladan Inspirasi Indonesia
  • BI Kaltim Siapkan Rp2,18 T untuk Serambi 2026
  • Lestarikan Warisan Leluhur, Warga Gegunung Wetan Gelar Sedekah Laut
  • Diskon Tarif Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Memakai Produk Dalam Negeri

Dua kapal Phinisi yang anggun dan megah berdiri berjajar di CPI telah menarik perhatian bukan hanya karena desain dan keindahannya, tetapi juga karena penggunaan produk dalam negeri dalam proses finishing mereka.

Proses finishing ini melibatkan berbagai produk modern yang telah dikembangkan oleh perusahaan swasta nasional. Dari perekatan lem epoxy yang kuat, dempul khusus untuk kapal kayu yang tahan lama, hingga cat antifouling dan cat tahan cuaca berbasis Polyurethane yang mampu melindungi kapal dari kerasnya kondisi cuaca di perairan Indonesia.

Esma Wiyono, perwakilan dari perusahaan swasta yang menghasilkan produk bermerk Cketz, dengan bangga menyampaikan apresiasi terhadap pembuatan kapal Phinisi ini.

“Alhamdulillah, kami bisa mendukung pembuatan dua kapal Phinisi di CPI ini sebagai produk asli karya dalam negeri. Kami sangat bangga bisa ikut serta dalam kesuksesan pembuatan kapal ini,” ungkapnya dengan senyum.

Ia menegaskan bahwa seiring kemajuan di bidang industri yang telah dicapai bangsa indonesia , bahan bahan finishing produksi dalam negeri sudah mengungguli produk asing karena sudah disesuaikan dengan kondisi iklim Indonesia.

Jangan Lewatkan:
  • Jejak Sejarah Muslim di Buleleng Bali
  • Takbiran Diminta di Rumah Saat Nyepi di Bali
  • Dolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan
  • Gempa Susulan 5,2 Guncang Bitung, Total 484 Kali

“Ini membuktikan bahwa produk dalam negeri lebih unggul dan banyak dipilih nelayan kita. Produk dalam negeri sudah disesuaikan kondisi iklim Indonesia,” tuturnya.

Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAPBD-P 2023 Disahkan, Rustam Minta OPD Berpacu dengan Waktu
Next Article Milad ke-18, Himpaudi Jatim Gelar Corat-Coret Bermakna di Gedek Mojokerto

Informasi lainnya

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

4.151 Personel Gabungan Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta

12 Juni 2026

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa Besar Sangihe

8 Juni 2026

Dolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan

19 Mei 2026

Musim Nobar Pesta Babi Diatur Lewat Pendaftaran

18 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Khairuddin Barbarossa: Laksamana Legendaris dan Pahlawan Laut Mediterania

Biografi Alfi Salamah

Lupa Takbir Shalat Id, Sahkah Ibadahnya?

Islami Lisda Lisdiawati

Childfree dalam Pandangan Islam

Islami Alfi Salamah

10 Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan

Islami Alfi Salamah

Panduan Lengkap Berpakaian untuk Wanita Muslimah Menurut Islam

Islami Udex Mundzir
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi