Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mengapa Cokelat Bisa Naikkan Mood?

Bentor Dimusnahkan, Pengemudi Terima Becak Listrik

Fokus Berlebih yang Tak Disadari

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 7 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Dua Kapal Pinisi di CPI Makassar Bangga Pakai Produk Dalam Negeri

Alwi AhmadAlwi Ahmad15 September 2023 Nasional
Pembuatan dua kapal phinisi di Makasar
Dua kayu menjulang tinggi menjadi daya tarik utama di Center Point of Indonesia (CPI), Kota Makassar, Sulawesi Selatan
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Makassar – Dua kerangka kayu menjulang tinggi menjadi daya tarik utama di Center Point of Indonesia (CPI), Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Lokasinya strategis, berdekatan dengan Pantai Losari, dan kerangka kayu ini bukan sembarang benda. Ia adalah kerangka kapal Pinisi, simbol perkapalan tradisional Nusantara.

Pembuatan kapal Pinisi ini menjadi sorotan dalam event internasional Multilateral Exercise Naval Komodo (MNEK) 2023 yang diadakan di Makassar. Di sekitar kerangka kapal, terdapat penjelasan tentang sejarah dan proses pembuatan kapal Pinisi.

Pembuat Kapal dari Bulukumba Menjadi Bagian Penting

Meski pembuatan kapal ini berlangsung di Makassar, 22 ahli pembuat kapal Pinisi didatangkan langsung dari Desa Ara, Kecamatan Bonto Bahari, Bulukumba. Setiap kapal dikerjakan oleh 11 orang pembuat, atau yang dikenal dengan sebutan “panrita lopi.”

Menurut H Abdu Haris, seorang ahli pembuat kapal Pinisi, tujuannya adalah untuk mempertahankan bukti sejarah bahwa panrita lopi, pekerja kapal tradisional Sulawesi Selatan, berasal dari Bulukumba.

“Tujuannya bahwa bukti sejarah panrita lopi di Sulawesi Selatan, pekerjanya di Bulukumba, Kecamatan Bonto bahari, Desa Ara,” kata Abdul Haris seperti dikutip dari IDNtimes.

Menuju Singapura dan Australia dalam Waktu Singkat

Rencananya, dua kapal Pinisi ini akan selesai dalam waktu 8 bulan. Menurut Haris, ini termasuk waktu yang singkat, mengingat biasanya pembuatan satu kapal Pinisi memerlukan waktu lebih dari satu tahun jika pekerjaannya kurang.

Baca Juga:
  • Hadiri FESyar Kaltim 2023, Rizky: Kaltim Butuh Perda Industri Ekonomi Syariah
  • Menteri PANRB Janji Tuntaskan Masalah Pegawai Honorer
  • Prabowo Terima Mualem-Dek Fadh, Bahas Masa Depan Aceh
  • 400 Ribu Tiket Mudik Terjual di Hari Pertama Puasa

Saat ini, pembuatan baru mencapai sekitar 25 persen. Kapal ini terbuat dari kayu ulin, atau yang sering disebut kayu besi oleh masyarakat setempat, yang datang dari Sulawesi Tenggara. Kapal Pinisi ini memiliki panjang sekitar 35 meter dan tinggi 2 meter.

Kapal Pinisi: Ikon Perkapalan Tradisional Nusantara

Kapal Pinisi adalah ikon perkapalan tradisional nusantara. Kapal ini digunakan oleh Suku Bugis untuk menjelajahi lautan Nusantara dan dunia. Sejak tahun 2017, kapal ini diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

Umumnya, kapal Pinisi memiliki dua tiang layar utama dan tujuh layar. Dibuat secara tradisional oleh Suku Bugis di Tana Kapal Beru, Bulukumba, ini dikenal karena kemampuannya menghadapi ganasnya lautan.

Pameran yang Memukau Delegasi MNEK

Pameran pembuatan kapal Pinisi dalam acara MNEK mendapat perhatian luas, terutama dari militer angkatan laut dari 36 negara yang hadir. Delegasi internasional terkagum-kagum melihat tradisi pembuatan kapal ini, yang merupakan bagian penting dari warisan budaya Indonesia.

Menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, Zainal Ibrahim, pameran ini adalah bukti bahwa Indonesia, khususnya Suku Bugis, adalah bangsa maritim yang besar. Kapal Pinisi tetap menjadi sumber kebanggaan dan inspirasi dalam dunia perkapalan tradisional.

Artikel Terkait:
  • Pemulihan Pascabencana Sumatera Butuh Rp 59 Triliun
  • Kepala Dinkes Lampung Reihana Diklarifikasi KPK Terkait LHKPN, Gaya Hidup Mewah Jadi Sorotan
  • Bansos Digital Diuji di Banyuwangi, Mensos Sebut Hemat Rp14 T
  • Temukan Keindahan Bersejarah Dubai di Al Fahidi

Memakai Produk Dalam Negeri

Dua kapal Phinisi yang anggun dan megah berdiri berjajar di CPI telah menarik perhatian bukan hanya karena desain dan keindahannya, tetapi juga karena penggunaan produk dalam negeri dalam proses finishing mereka.

Proses finishing ini melibatkan berbagai produk modern yang telah dikembangkan oleh perusahaan swasta nasional. Dari perekatan lem epoxy yang kuat, dempul khusus untuk kapal kayu yang tahan lama, hingga cat antifouling dan cat tahan cuaca berbasis Polyurethane yang mampu melindungi kapal dari kerasnya kondisi cuaca di perairan Indonesia.

Esma Wiyono, perwakilan dari perusahaan swasta yang menghasilkan produk bermerk Cketz, dengan bangga menyampaikan apresiasi terhadap pembuatan kapal Phinisi ini.

“Alhamdulillah, kami bisa mendukung pembuatan dua kapal Phinisi di CPI ini sebagai produk asli karya dalam negeri. Kami sangat bangga bisa ikut serta dalam kesuksesan pembuatan kapal ini,” ungkapnya dengan senyum.

Ia menegaskan bahwa seiring kemajuan di bidang industri yang telah dicapai bangsa indonesia , bahan bahan finishing produksi dalam negeri sudah mengungguli produk asing karena sudah disesuaikan dengan kondisi iklim Indonesia.

Jangan Lewatkan:
  • Kinerja Jokowi Dikritik: 16,3% Sangat Puas, Mayoritas Puas 79,3%
  • Kesan Pemimpin Negara ASEAN Menikmati Naik Kapal Pinisi
  • Rakyat Kesulitan LPG 3 Kg, Polri Turun Langsung Cek Ketersediaan
  • Menag Larang ASN Kemenag Pakai Mobil Dinas Saat Mudik

“Ini membuktikan bahwa produk dalam negeri lebih unggul dan banyak dipilih nelayan kita. Produk dalam negeri sudah disesuaikan kondisi iklim Indonesia,” tuturnya.

Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAPBD-P 2023 Disahkan, Rustam Minta OPD Berpacu dengan Waktu
Next Article Milad ke-18, Himpaudi Jatim Gelar Corat-Coret Bermakna di Gedek Mojokerto

Informasi lainnya

Musim Nobar Pesta Babi Diatur Lewat Pendaftaran

18 Mei 2026

Dandhy Laksono Soroti Dugaan Pembajakan Film

18 Mei 2026

Sidang Isbat Kemenag Putuskan Iduladha 1447 H Jatuh 27 Mei

17 Mei 2026

Sidang Isbat Iduladha Digelar pada 17 Mei 2026

7 Mei 2026

Istiqlal Jadi Tuan Rumah MTQ Tujuh Negara

7 Mei 2026

Usai Insiden Bekasi, Argo Bromo Anggrek Berganti Nama

6 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

Islami Alfi Salamah

IKN: Jawaban atas Pesimisme

Editorial Udex Mundzir

Hukum yang Dikebut, Rakyat yang Terjebak

Editorial Udex Mundzir

Nikah Anti Ribet: Cara Mudah Daftar di KUA

Lifestyles Assyifa

Menulis dari Negara yang Terlambat Sadar

Opini Udex Mundzir
Berita Lainnya
Nasional
Ericka3 Mei 2025

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Generasi Muda dan Pertaruhan Masa Depan Cianjur

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Perspektif Ulama Mengenai Waktu Tawaf Ifadah

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi