Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Cak Sholeh Wafat, Tinggalkan Jejak Advokasi Warga

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

Ketua Dewan Racana Pesantren Khalifa Dilantik

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 14 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pertamina Bantah LPG 3 Kg Pink Gantikan Gas Melon

Pertamina menegaskan tidak menjual LPG nonsubsidi 3 kg berwarna pink di tengah kebijakan distribusi baru.
AssyifaAssyifa4 Februari 2025 Ekonomi
LPG 3 Kg Pink Pertamina 2025
Pertamina membantah kabar bahwa LPG 3 Kg Pink Bright Gas akan menggantikan Gas Melon (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – PT Pertamina (Persero) membantah kabar yang menyebutkan bahwa pihaknya menjual LPG nonsubsidi dalam kemasan 3 kilogram (kg) berwarna pink sebagai pengganti gas melon bersubsidi. Isu ini ramai diperbincangkan di media sosial setelah kebijakan baru pemerintah melarang pembelian LPG subsidi melalui pengecer.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa saat ini Pertamina hanya menjual LPG nonsubsidi dalam kemasan 5,5 kg dan 12 kg.

“Jadi tidak ada LPG 3 kg berwarna pink yang nonsubsidi,” ujar Simon dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, yang disiarkan melalui TV Parlemen pada Senin (3/2/2025).

Simon menjelaskan bahwa LPG pink 3 kg memang pernah diuji coba pada 2018 dengan distribusi terbatas, yaitu 2.000 tabung di Jakarta dan 1.000 tabung di Surabaya. Uji coba ini bertujuan untuk melihat potensi pasar kalangan menengah yang tidak menerima subsidi tetapi menginginkan ukuran tabung kecil. Namun, ia memastikan bahwa produksi LPG pink 3 kg telah dihentikan sejak lama.

Baca Juga:
  • Tak Ada Uang, Anggaran IKN Diblokir Semua
  • Transaksi UMKM Tembus Rp1,1 Triliun per Mei 2025
  • The Fed Tahan Suku Bunga, Pasar Global Stabil Meski Investasi Melemah
  • AS Kritik Sertifikasi Halal Indonesia: Dinilai Mahal dan Tak Transparan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, juga menegaskan bahwa LPG pink 3 kg tidak lagi diproduksi. Ia menduga ada pihak yang tidak nyaman dengan kebijakan pemerintah dalam menertibkan distribusi LPG subsidi.

Pemerintah telah menetapkan bahwa mulai 1 Februari 2025, LPG 3 kg bersubsidi hanya bisa dibeli di pangkalan resmi Pertamina. Konsumen tidak lagi dapat membelinya dari pengecer.

“Saya jamin pasokan LPG 3 kg tidak langka. Hanya saja, konsumen harus membeli lebih jauh karena harus datang ke pangkalan resmi,” ujar Bahlil.

Artikel Terkait:
  • Pemerintah Salurkan BSU Periode Juni-Juli untuk 17,3 Juta Pekerja
  • Awal 2025, Tekanan Inflasi Diperkirakan Mengancam Dompet
  • Harga Distributor Stabil, Spekulan Dongkrak Harga Bawang Putih di Pasaran
  • ESDM Optimistis PNBP Minerba Capai Target Rp124,5 Triliun

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menambahkan bahwa pengecer yang ingin tetap menjual LPG 3 kg bersubsidi didorong untuk mendaftar sebagai agen resmi.

“Dengan begitu, posisi mereka bisa diformalkan, dan pendistribusian LPG 3 kg dapat dilacak lebih baik,” ujar Hasan dalam keterangan tertulis.

Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan subsidi LPG benar-benar tepat sasaran dan menghindari spekulasi harga di tingkat pengecer.

Jangan Lewatkan:
  • Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja
  • Prabowo Targetkan Penerimaan Negara Rp3.000 Triliun di 2025
  • OJK Tegaskan Investasi Saham Bukan Judi, Ini Alasannya
  • Hadi Poernomo Desak PPN 12% Dibatalkan, Usul Kembali ke 10%
Gas Melon LPG 3 Kg Pertamina Regulasi Energi Subsidi LPG
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTok! Pengecer LPG 3 Kg Boleh Jualan Lagi Mulai Hari Ini
Next Article BMKG: Cuaca ekstrem mengancam sejumlah wilayah Indonesia

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

RK vs Lisa: Viral yang Disusun Rapi

Editorial Udex Mundzir

Harga BBM Turun, Asal Bukan Oplosan

Editorial Udex Mundzir

Dulu Dipaksa-Paksa Menggunakan Gas Elpiji 3 Kg, Sekarang Malah Haram

Editorial Udex Mundzir

Menghapus Jerat Judi Online Pasca Pilkada

Editorial Udex Mundzir

Rusia dan Ancaman Tsunami Abadi

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Ericka29 Mei 2025

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

Manfaat Sehat Biji Selasih untuk Tubuh dan Kulit

PP Khalifa Matangkan Adaptasi SK Kwarnas Terbaru Menjelang Mugus

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi