Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ketika Kebenaran Harus Antre di Meja Korupsi

Piala Dunia 2026 Jadi Arena Persaingan AI Global

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 15 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pertamina Bantah LPG 3 Kg Pink Gantikan Gas Melon

Pertamina menegaskan tidak menjual LPG nonsubsidi 3 kg berwarna pink di tengah kebijakan distribusi baru.
AssyifaAssyifa4 Februari 2025 Ekonomi
LPG 3 Kg Pink Pertamina 2025
Pertamina membantah kabar bahwa LPG 3 Kg Pink Bright Gas akan menggantikan Gas Melon (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – PT Pertamina (Persero) membantah kabar yang menyebutkan bahwa pihaknya menjual LPG nonsubsidi dalam kemasan 3 kilogram (kg) berwarna pink sebagai pengganti gas melon bersubsidi. Isu ini ramai diperbincangkan di media sosial setelah kebijakan baru pemerintah melarang pembelian LPG subsidi melalui pengecer.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa saat ini Pertamina hanya menjual LPG nonsubsidi dalam kemasan 5,5 kg dan 12 kg.

“Jadi tidak ada LPG 3 kg berwarna pink yang nonsubsidi,” ujar Simon dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, yang disiarkan melalui TV Parlemen pada Senin (3/2/2025).

Simon menjelaskan bahwa LPG pink 3 kg memang pernah diuji coba pada 2018 dengan distribusi terbatas, yaitu 2.000 tabung di Jakarta dan 1.000 tabung di Surabaya. Uji coba ini bertujuan untuk melihat potensi pasar kalangan menengah yang tidak menerima subsidi tetapi menginginkan ukuran tabung kecil. Namun, ia memastikan bahwa produksi LPG pink 3 kg telah dihentikan sejak lama.

Baca Juga:
  • Indonesia Luncurkan Obligasi Terumbu Karang untuk Konservasi Laut
  • 28 Ribu Pegawai BUMN Terima Bansos, DPR Minta DTSEN Dibenahi
  • OJK Ganti Istilah Pinjol Jadi Pindar untuk Hilangkan Stigma Negatif
  • Jokowi Lepas Tangan Soal Kenaikan PPN 12 Persen

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, juga menegaskan bahwa LPG pink 3 kg tidak lagi diproduksi. Ia menduga ada pihak yang tidak nyaman dengan kebijakan pemerintah dalam menertibkan distribusi LPG subsidi.

Pemerintah telah menetapkan bahwa mulai 1 Februari 2025, LPG 3 kg bersubsidi hanya bisa dibeli di pangkalan resmi Pertamina. Konsumen tidak lagi dapat membelinya dari pengecer.

“Saya jamin pasokan LPG 3 kg tidak langka. Hanya saja, konsumen harus membeli lebih jauh karena harus datang ke pangkalan resmi,” ujar Bahlil.

Artikel Terkait:
  • Hasil Audit: eFishery Diduga Manipulasi Laporan Keuangan
  • IWPI Minta Sri Mulyani Cabut Pernyataan Pajak Setara Zakat
  • Avanza Kuasai Puncak Penjualan Mobil Indonesia, Brio Tersingkir
  • Diskon 50 Persen Tarif Listrik Berakhir, Biaya Hidup Makin Berat

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menambahkan bahwa pengecer yang ingin tetap menjual LPG 3 kg bersubsidi didorong untuk mendaftar sebagai agen resmi.

“Dengan begitu, posisi mereka bisa diformalkan, dan pendistribusian LPG 3 kg dapat dilacak lebih baik,” ujar Hasan dalam keterangan tertulis.

Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan subsidi LPG benar-benar tepat sasaran dan menghindari spekulasi harga di tingkat pengecer.

Jangan Lewatkan:
  • Wakil Ketua DPR: Larangan Pengecer Jual LPG 3 Kg Bukan dari Prabowo
  • Begini Kata Airlangga tentang Kenaikan UMP 6,5%
  • WFH ASN Dimulai April, Swasta Turut Diimbau Ikut
  • Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali
Gas Melon LPG 3 Kg Pertamina Regulasi Energi Subsidi LPG
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTok! Pengecer LPG 3 Kg Boleh Jualan Lagi Mulai Hari Ini
Next Article BMKG: Cuaca ekstrem mengancam sejumlah wilayah Indonesia

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Anak dan Sepak Bola: Jembatan Simbolik di Piala AFF 2024

Happy Assyifa

Larangan Baju Bekas: Tegas Boleh, Serampangan Jangan

Editorial Udex Mundzir

Garuda Pertiwi: Semangat Tanpa Batas di Balik Trofi Perdana

Editorial Udex Mundzir

Lelah Beribadah

Islami Syamril Al-Bugisyi

Banyak Tapi Kurang

Opini Alfi Salamah
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi