Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MUI Ajak Keluarga Perkuat Moral di Momentum HUT RI

Mengapa Korupsi Menjadi Budaya?

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 18 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Asal Usul Istilah “Pedagang Kaki Lima”

Setiap istilah punya sejarah, dan asal-usulnya sering kali lebih menarik dari yang kita bayangkan.
AssyifaAssyifa7 Maret 2025 Travel
Asal usul istilah pedagang kaki lima
Asal usul istilah pedagang kaki lima (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Istilah “pedagang kaki lima” sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia. Istilah ini merujuk pada pedagang kecil yang berjualan di pinggir jalan, baik menggunakan gerobak, tenda, atau lapak sederhana. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya dari mana asal istilah ini?

Ada beberapa teori yang menjelaskan asal-usulnya. Salah satu yang paling populer berasal dari masa kolonial Belanda. Pada saat itu, di kota-kota besar seperti Batavia (Jakarta), jalan-jalan utama biasanya memiliki trotoar yang lebarnya sekitar lima kaki atau sekitar 1,5 meter. Trotoar ini disediakan untuk pejalan kaki, tetapi sering digunakan oleh pedagang kecil untuk berjualan. Karena itulah, mereka kemudian disebut “pedagang kaki lima”, mengacu pada tempat mereka berdagang.

Teori lain menyebutkan bahwa istilah ini berasal dari jumlah “kaki” yang digunakan oleh pedagang. Satu kaki milik pedagang sendiri, dua kaki dari gerobak atau meja dagangan, dan dua kaki lainnya dari tiang atau penyangga tenda, sehingga totalnya menjadi lima kaki.

Baca Juga:
  • WNI Bisa Kunjungi 42 Negara Ini Tanpa Visa
  • Groundsel Raksasa: Harta Prasejarah di Atap Afrika
  • Melintasi Kesibukan Pembangunan IKN
  • Bingung Mau Liburan Kemana? Yuk Nikmati Keindahan Wisata Alam Musim Panas di Nikko Jepang

Seiring waktu, istilah ini semakin meluas dan digunakan secara umum untuk menyebut pedagang kecil yang berjualan di pinggir jalan, baik di trotoar, emperan toko, atau bahkan di bahu jalan.

Meskipun pedagang kaki lima sering dianggap sebagai bagian dari ekonomi informal, mereka memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Mereka menyediakan makanan, pakaian, dan barang kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau dibanding toko besar.

Di beberapa negara lain, konsep serupa juga ada, tetapi dengan nama berbeda. Misalnya, di Amerika Serikat dikenal dengan istilah “street vendors”, sementara di Thailand disebut “hawker stalls”.

Artikel Terkait:
  • Gunung Andong, Primadona Pendaki Pemula
  • Pengalaman Naik Bus Umum Samarinda-Balikpapan: Tiket Murah, Musik Dangdut, dan Jalanan Bergelombang
  • Pesona Kawaguchiko dengan Latar Gunung Fuji
  • Liburan Hemat ke Jepang untuk Pemula

Hari ini, pedagang kaki lima menghadapi berbagai tantangan, mulai dari regulasi, persaingan dengan toko modern, hingga masalah penertiban oleh pemerintah. Namun, dengan kreativitas dan adaptasi, banyak dari mereka yang mampu bertahan dan berkembang, bahkan ada yang sukses beralih ke bisnis yang lebih besar.

Jadi, meskipun istilah “pedagang kaki lima” berawal dari lebar trotoar di zaman kolonial atau jumlah kaki dalam lapak mereka, keberadaan mereka tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan perkotaan hingga saat ini.

Jangan Lewatkan:
  • Rahasia Packing Cerdas untuk Liburan 1 Minggu
  • Ledakan Wisata Labuan Bajo
  • Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi
  • Keunikan Budaya dan Kemajuan Teknologi, Inilah Keistimewaan Jepang
Ekonomi Informasi Pedagang Kecil Sejarah Pedagang Kaki Lima Street Vendors Usaha Mikro
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDisdamkarmatan Kukar Fokus Perluas Armada dan Relawan Kebakaran
Next Article DKP Kukar Dorong Pelaku Usaha Perikanan Segera Daftar Kartu Kusuka

Informasi lainnya

Keindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan

14 April 2026

Menjelajah Dunia Digital di teamLab Planets Tokyo

13 April 2026

Menyusuri Heningnya Hutan Bambu Arashiyama

12 April 2026

Pesona Kawaguchiko dengan Latar Gunung Fuji

12 April 2026

Menikmati Senja dari Shibuya Sky Tokyo

11 April 2026

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

31 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Lebih Berat dari Zina, Inilah Beberapa Larangan Keras Berghibah!

Islami Alfi Salamah

Selamat Tinggal Agustus Kelabu: Tinggalkan Joget-joget di Istana

Editorial Udex Mundzir

Gaya Politik Kekanak-Kanakan Ala RIDO

Editorial Udex Mundzir

Bebas Bertanggung Jawab

Refleksi Syamril Al-Bugisyi

Puasa dan Pemberantasan Korupsi

Islami Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Ekonomi
Ericka29 Mei 2025

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Prabowo Nilai Pengibaran Bendera One Piece Tak Langgar Aturan

Istiqlal Jadi Tuan Rumah MTQ Tujuh Negara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi