Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 27 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Diversifikasi Ekspor: Indonesia Bidik Pasar Uni Eropa dan BRICS

Pemerintah alihkan fokus ekspor dari Amerika Serikat ke Eropa dan BRICS untuk redam dampak tarif Trump.
ErickaEricka8 April 2025 Ekonomi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto,
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Ketika badai tarif impor dari Amerika Serikat menerpa, Indonesia memilih untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga menyerang dengan strategi diversifikasi ekspor. Pemerintah kini memprioritaskan pembukaan pasar alternatif seperti Uni Eropa dan negara-negara BRICS (Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan), guna menjaga kestabilan neraca perdagangan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa nilai ekspor Indonesia ke AS yang mencapai US$ 26 miliar masih lebih kecil dibanding ekspor ke Cina sebesar US$ 60 miliar, dan sebanding dengan India senilai US$ 20 miliar.

“Amerika bukan satu-satunya pasar kita. Maka dari itu, kita harus membuka peluang di tempat lain,” ujar Airlangga dalam Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Indonesia di Jakarta, Selasa (8/4/2025).

Salah satu langkah konkret adalah penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), yang disebut tinggal menyisakan satu isu terkait transparansi.

Baca Juga:
  • Pekerja Padat Karya Bergaji Rp 10 Juta Kini Bebas Pajak
  • MUI Dorong Penerapan Ekonomi Syariah untuk Atasi Kesenjangan
  • XL Axiata Pastikan Tidak Ada PHK Pasca-Merger dengan Smartfren
  • Lonjakan Harga Minyak Dunia Jadi Peluang Percepatan EBT

Airlangga menyebut Presiden Prabowo akan segera mengumumkan regulasi kunci yang bisa mempercepat penyelesaian perjanjian tersebut.

Menurut Airlangga, Uni Eropa memiliki potensi pasar sekitar Rp 16,6 triliun, terutama untuk produk makanan dan minuman serta tekstil. Selain itu, Indonesia juga memperkuat keanggotaannya di blok perdagangan internasional seperti CPTPP dan BRICS, guna memperluas akses ekspor di tengah dinamika global.

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga menegaskan pentingnya diversifikasi pasar sebagai strategi menghadapi tekanan eksternal. Ia mencatat bahwa peningkatan tarif justru membuka peluang bagi produk lokal yang lebih kompetitif dibanding negara lain seperti Korea Selatan dan Filipina.

Artikel Terkait:
  • Tahun 2026, ASN Tak Lagi Terima Uang Saku dan Tunjangan Pulsa
  • Tak Ada Uang, Anggaran IKN Diblokir Semua
  • Harga BBM Pertamina 1 April 2026 Tetap Stabil
  • Aset Orang Kaya Mengalir ke Luar Negeri, Cermin Krisis Kepercayaan Nasional

“Kita harus cermat melihat komoditas mana yang masih kompetitif di pasar AS meski dengan tarif tinggi. Tapi pada saat yang sama, pasar lain harus segera digarap,” ujar Sri Mulyani.

Pemerintah tetap waspada terhadap potensi limpahan barang dari pasar AS ke Indonesia, namun optimis bahwa ekspansi ke pasar Eropa dan BRICS dapat menjadi penyangga kuat ekonomi nasional ke depan.

Jangan Lewatkan:
  • DPR Soroti Kepailitan Sritex: Tragedi Nasional
  • Tiga Ruas Tol Gratis Selama Mudik Lebaran 2025
  • Wamendag Ajak JAPINDA Hadapi Tantangan Perdagangan Global
  • Faisol Riza: Reformasi Regulasi Kunci Stabilitas Ekonomi
Airlangga Hartarto Ekspor Indonesia 2025 Negara BRICS Pasar Uni Eropa Perang Dagang Global Sri Mulyani Tarif Trump
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSri Mulyani Pangkas Pajak demi Redam Dampak Tarif Impor AS
Next Article Bupati Kukar Resmikan Tiga Posyandu Baru di Kota Bangun

Informasi lainnya

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026

BBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru

18 April 2026

Emas Antam Melemah, Sinyal Beli atau Jebakan Pasar?

13 April 2026

Koperasi Desa Jadi Game Changer Ekonomi Syariah

13 April 2026

Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?

11 April 2026
Paling Sering Dibaca

Untuk Apa Kenaikan UMP 6,5% Itu?

Editorial Udex Mundzir

Dampak Psikologis Nama Umum di Indonesia

Daily Tips Assyifa

Jejak Muda, Prestasi Nyata

Profil Lisda Lisdiawati

Lansia dan Buta Boleh Tidak Melaksanakan Sholat Jumat?

Islami Ericka

Nikah Anti Ribet: Cara Mudah Daftar di KUA

Lifestyles Assyifa
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi