Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BI Kaltim Siapkan Rp2,18 T untuk Serambi 2026

Tim Kaltim Pantau Harga Pangan di Berau

Awal Ramadhan 1447 H Tunggu Sidang Isbat

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 25 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Aset Orang Kaya Mengalir ke Luar Negeri, Cermin Krisis Kepercayaan Nasional

Pemindahan dana elite Indonesia ke luar negeri dinilai bukan hal biasa, tapi sinyal kuat masalah fiskal dan ketimpangan sosial.
ErickaEricka12 April 2025 Ekonomi
Pemindahan Aset Orang Kaya Indonesia 2025
Ilustrasi Aset Orang Kaya Indonesia 2025 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Ada yang bergerak diam-diam namun terasa guncangannya. Dalam beberapa bulan terakhir, gelombang pemindahan aset oleh kalangan superkaya Indonesia ke luar negeri terus menguat, bahkan disebut sebagai sinyal adanya krisis kepercayaan terhadap arah ekonomi nasional.

Peneliti Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS), Muhammad Anwar, menilai fenomena ini bukan sekadar bagian dari strategi diversifikasi investasi, melainkan bentuk kekhawatiran mendalam terhadap masa depan ekonomi dalam negeri.

Ia menyebut bahwa langkah para elite ini menandakan mulai runtuhnya keyakinan terhadap stabilitas fiskal pemerintahan baru.

“Beberapa konglomerat khawatir dengan rencana-rencana populis pemerintahan yang tidak memiliki landasan fiskal kuat,” ujar Anwar kepada inilah.com, Sabtu (12/4/2025).

Menurutnya, pergeseran aset dalam skala besar oleh orang-orang kaya ini dapat menciptakan tekanan terhadap rupiah, memperlemah sektor keuangan, dan memperparah inflasi.

Dampak akhirnya, masyarakat kecil yang paling rentan menanggung bebannya melalui kenaikan harga barang pokok dan menurunnya daya beli.

Data Bloomberg turut menguatkan kekhawatiran ini. Sejak Februari 2025, nilai pemindahan aset oleh kalangan elit Indonesia ke luar negeri melonjak menjadi US$50 juta (setara Rp841 miliar), naik drastis dari US$10 juta pada akhir 2024. Penyebab utamanya adalah ketidakpercayaan terhadap stabilitas rupiah dan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto.

Anwar menggarisbawahi bahwa fenomena ini bukan hanya krisis ekonomi, tapi juga mencerminkan krisis moral. Ketika masyarakat bawah harus berjibaku dengan mahalnya biaya hidup dan ketidakpastian pekerjaan, mereka yang berkantong tebal justru mencari suaka finansial di luar negeri.

“Ini mencerminkan jurang ketimpangan yang makin dalam. Padahal dalam kondisi krisis, seharusnya kelompok elite menunjukkan solidaritas, bukan menarik diri,” tegasnya.

Di tengah wacana reformasi fiskal dan pajak kekayaan yang sempat digaungkan pemerintahan baru, tindakan pelarian aset ini menjadi ironi tersendiri. Negara yang berharap kontribusi fiskal dari kalangan superkaya justru kehilangan potensi tersebut ke negara lain.

Pengamat lainnya bahkan mendorong pemerintah agar lebih tegas. “Kalau perlu, cabut izin usaha para penghianat ekonomi,” kritik seorang ekonom dalam laporan yang sama.

Fenomena ini menjadi cermin rapuhnya hubungan antara elite ekonomi dan pemerintah. Bila dibiarkan, bisa menjadi pemicu krisis kepercayaan yang lebih luas di masyarakat.

Krisis Ekonomi Orang Kaya Indonesia Pemindahan Aset Prabowo Subianto Rupiah Melemah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleLoa Ulung Kembangkan Perikanan Sungai, BUMDes Disiapkan Dukung Produksi
Next Article Bappeda Kukar Tetapkan Pagu Awal Renja 2026, Fokuskan Prioritas Program

Informasi lainnya

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

5 Februari 2026

Menabung Tak Cukup di Era Sekarang

21 Januari 2026

Mendirikan Yayasan, Cara Orang Kaya Menata Warisan Sosial

20 Januari 2026

Urban Farming: Mandiri di Kota

18 Januari 2026

Pemerintah Bebaskan PPh 21 Pekerja Padat Karya Hingga 2026

5 Januari 2026

Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam

4 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Makan Siang Gratis, Solusi Nutrisi?

Opini Lina Marlina

Poligami dalam Islam: Syarat, Larangan, dan Langkah Persiapan

Islami Udex Mundzir

Pers Dibelenggu, Demokrasi Tercekik

Editorial Udex Mundzir

Toyota Akui Data Kendaraan 2,15 Juta Pelanggan Bocor

Techno Dexpert Corp

RK vs Lisa: Viral yang Disusun Rapi

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Nasional
Lisda Lisdiawati5 Februari 2026

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis

Haji 2026 Diperketat, Jemaah Tak Sehat Terancam Gagal Berangkat

Pelaku UMKM Kesulitan Jadi Mitra MBG, Syarat Dinilai Berat

BMKG Ingatkan Hujan Lebat 15-21 Februari

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot thailand slot gacor slot gacor slot gacor