Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Tren Hidup Hemat Gen Z, Gengsi Mulai Ditinggalkan?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 15 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Galunggung Dilirik UNESCO, Warga Didorong Jadi Penjaga Alam

Udex MundzirUdex Mundzir4 Juli 2024 Lingkungan
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tasikmalaya – Selembar peta besar terbentang di meja. Puluhan peserta menyimak, mencatat, dan sesekali bertanya. Di hadapan mereka, para ahli memaparkan kerangka besar yang sedang digagas: menjadikan Geopark Galunggung bukan hanya milik Tasikmalaya, tapi juga bagian dari warisan geologi dunia di bawah naungan UNESCO Global Geoparks Network.

Langkah penting menuju cita-cita itu dimulai Kamis (4/7/2024), lewat kegiatan deliniasi dan inventarisasi warisan geologi di kawasan Galunggung. Proses ini melibatkan akademisi dari Universitas Siliwangi, Universitas Padjadjaran, dan Institut Teknologi Bandung, didukung penuh oleh pemerintah daerah serta komunitas lokal.

“Geopark Galunggung bukan hanya tentang pelestarian lanskap. Ini soal membuka masa depan baru, lewat pariwisata edukatif dan berbasis budaya,” ujar Ruli dari Universitas Siliwangi saat membuka kegiatan di ruang kuliah kampus.

Suasana ruang dipenuhi semangat kolaborasi. Hadir mahasiswa, dosen, tokoh masyarakat, dan pegiat lingkungan. Semua duduk sejajar, menyimak pemaparan tentang pentingnya memahami batu, tanah, dan sejarah letusan yang selama ini dianggap biasa.

Gunung Galunggung bukan nama asing dalam sejarah geologi Indonesia. Letusannya tahun 1982 menjadi perhatian internasional. Tapi warisan itu tak berhenti di bencana. Kawasan ini menyimpan kekayaan yang luar biasa—yang kini tengah disusun, didata, dan dinarasikan ulang agar bisa diterima sebagai situs geopark nasional.

Salah satu situs utama adalah Danau Kawah Galunggung, yang terbentuk setelah letusan. Danau ini tidak hanya menawarkan keindahan visual, tapi juga menjadi sumber penting bagi penelitian ilmiah tentang proses vulkanik. Di sekitarnya terbentang bentang alam vulkanik yang mencakup aliran lava beku, lapisan piroklastik, dan struktur geologi langka. Keunikan tersebut menjadikan kawasan ini sebagai laboratorium geologi alam terbuka yang sulit ditemukan di tempat lain.

Baca Juga:
  • Indonesia-Gold Standard Akui Sertifikat Karbon Secara Timbal Balik
  • Buka Puasa Lintas Iman Dorong Kepedulian Lingkungan
  • DPR Desak Pemulihan Tambang Nikel Usai Izin Dicabut
  • WWF gandeng 100 perusahaan jaga ekosistem laut

Tak jauh dari situ, muncul mata air panas—bukti nyata adanya aktivitas geotermal di bawah permukaan bumi. Fenomena ini menjadi nilai tambah kawasan Galunggung yang bisa dikembangkan sebagai obyek wisata sekaligus edukasi publik.

Namun, upaya ini bukan hanya soal mengangkat potensi alam. Salah satu aspek terpenting dari pendekatan geopark adalah pelibatan masyarakat. Rina, peneliti dari Universitas Padjadjaran, menegaskan bahwa geopark tak akan hidup tanpa keterlibatan aktif warga lokal.

“Pelestarian geopark tidak bisa hanya dari kalangan akademik atau pemerintah. Warga adalah penjaga sejati warisan ini. Kami akan memberikan pelatihan agar mereka bisa menjadi pemandu wisata geologi yang paham dan percaya diri,” ujarnya.

Hal ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Beberapa di antaranya berasal dari desa-desa di sekitar Galunggung, yang selama ini hidup berdampingan dengan alam tanpa pernah benar-benar tahu bahwa tanah yang mereka injak menyimpan nilai global.

Diskusi berlangsung interaktif. Mulai dari metode dokumentasi geodiversitas, cara memetakan struktur tanah, hingga strategi penyusunan dokumen pengajuan ke Komite Nasional Geopark Indonesia. Semua dipaparkan secara terbuka dan disambut dengan antusias.

Artikel Terkait:
  • Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang
  • Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli
  • Kebun Mini Super Kilat di Rumah
  • Bahlil Ungkap Riwayat Izin Tambang PT GAG di Raja Ampat

Setelah seluruh proses deliniasi dan inventarisasi selesai, hasilnya akan digunakan untuk menyusun dokumen resmi pengusulan Geopark Galunggung sebagai Geopark Nasional. Bila disetujui, langkah selanjutnya adalah mengajukan kawasan ini ke UNESCO sebagai bagian dari jejaring Global Geoparks Network.

Pengakuan tersebut bukan sekadar prestise. Ia membuka jalan bagi pengembangan riset, peningkatan kunjungan wisata, dan penciptaan lapangan kerja berbasis lingkungan. Galunggung bisa menjadi pusat pembelajaran terbuka—di mana alam, ilmu, dan manusia saling melengkapi.

Namun tantangannya tak sedikit. Perlu edukasi terus-menerus, kolaborasi lintas sektor, dan komitmen menjaga kawasan dari eksploitasi berlebih. Status geopark mengharuskan pelestarian yang seimbang dengan pemanfaatan.

Bagi Tasikmalaya, ini adalah kesempatan langka. Dari gunung yang pernah dikenal karena letusannya, Galunggung kini melangkah menuju status baru: sebagai naskah purba yang sedang ditulis ulang, dan dijaga bersama demi masa depan yang lebih bijak terhadap bumi.

Jangan Lewatkan:
  • Gubernur Jabar Menangis, Alih Fungsi Lahan di Puncak Bogor Disorot
  • Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh
  • BNPB Minta Evaluasi Sistem Peringatan Tsunami Daerah
  • Sejumlah Perusahaan Dituding Rusak KHG dan Picu Banjir

Edukasi Geologi Geopark Galunggung Tasikmalaya Geopark UNESCO Geopark Indonesia Wisata Berkelanjutan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHari Bhayangkara ke-78, Harun Al Rasyid Apresiasi Peran dan Kontribusi Polri
Next Article Hijrah itu Move On

Informasi lainnya

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

14 Oktober 2026

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

25 September 2026

Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?

11 September 2026

Anak Krakatau, Pengingat dari Negeri Cincin Api

9 September 2026

Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

8 September 2026

Bakar Batu Papua, Lebih dari Sekadar Memasak

2 September 2026
Paling Sering Dibaca

Makna Kiai dalam Tradisi Jawa: Antara Simbol dan Ilmu

Islami Lisda Lisdiawati

6 Karakter Muslimah High Value Masa Kini

Islami Alfi Salamah

Makan Siang Gratis, Solusi Nutrisi?

Perspektif Lina Marlina

Curug Pelangi, Panorama Air dan Cahaya

Travel Alfi Salamah

Haji Idi dan Situasi Simalakama di Pilkada Sampang

Perspektif Udex Mundzir
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi