Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

36 Juta Warga Jabar Gunakan Handphone, Pers Ditantang Jaga Kredibilitas

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 27 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Galunggung Dilirik UNESCO, Warga Didorong Jadi Penjaga Alam

Udex MundzirUdex Mundzir4 Juli 2024 Lingkungan
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tasikmalaya – Selembar peta besar terbentang di meja. Puluhan peserta menyimak, mencatat, dan sesekali bertanya. Di hadapan mereka, para ahli memaparkan kerangka besar yang sedang digagas: menjadikan Geopark Galunggung bukan hanya milik Tasikmalaya, tapi juga bagian dari warisan geologi dunia di bawah naungan UNESCO Global Geoparks Network.

Langkah penting menuju cita-cita itu dimulai Kamis (4/7/2024), lewat kegiatan deliniasi dan inventarisasi warisan geologi di kawasan Galunggung. Proses ini melibatkan akademisi dari Universitas Siliwangi, Universitas Padjadjaran, dan Institut Teknologi Bandung, didukung penuh oleh pemerintah daerah serta komunitas lokal.

“Geopark Galunggung bukan hanya tentang pelestarian lanskap. Ini soal membuka masa depan baru, lewat pariwisata edukatif dan berbasis budaya,” ujar Ruli dari Universitas Siliwangi saat membuka kegiatan di ruang kuliah kampus.

Suasana ruang dipenuhi semangat kolaborasi. Hadir mahasiswa, dosen, tokoh masyarakat, dan pegiat lingkungan. Semua duduk sejajar, menyimak pemaparan tentang pentingnya memahami batu, tanah, dan sejarah letusan yang selama ini dianggap biasa.

Gunung Galunggung bukan nama asing dalam sejarah geologi Indonesia. Letusannya tahun 1982 menjadi perhatian internasional. Tapi warisan itu tak berhenti di bencana. Kawasan ini menyimpan kekayaan yang luar biasa—yang kini tengah disusun, didata, dan dinarasikan ulang agar bisa diterima sebagai situs geopark nasional.

Salah satu situs utama adalah Danau Kawah Galunggung, yang terbentuk setelah letusan. Danau ini tidak hanya menawarkan keindahan visual, tapi juga menjadi sumber penting bagi penelitian ilmiah tentang proses vulkanik. Di sekitarnya terbentang bentang alam vulkanik yang mencakup aliran lava beku, lapisan piroklastik, dan struktur geologi langka. Keunikan tersebut menjadikan kawasan ini sebagai laboratorium geologi alam terbuka yang sulit ditemukan di tempat lain.

Baca Juga:
  • Supermoon Akhir Mei Diprediksi Picu Rob di Pesisir Utara Jawa
  • Indonesia-Gold Standard Akui Sertifikat Karbon Secara Timbal Balik
  • Warga Papua Tolak Tambang Nikel, Menpar Dukung Lindungi Raja Ampat
  • BMKG Prediksi Hujan di Jakarta Sepanjang Malam Tahun Baru

Tak jauh dari situ, muncul mata air panas—bukti nyata adanya aktivitas geotermal di bawah permukaan bumi. Fenomena ini menjadi nilai tambah kawasan Galunggung yang bisa dikembangkan sebagai obyek wisata sekaligus edukasi publik.

Namun, upaya ini bukan hanya soal mengangkat potensi alam. Salah satu aspek terpenting dari pendekatan geopark adalah pelibatan masyarakat. Rina, peneliti dari Universitas Padjadjaran, menegaskan bahwa geopark tak akan hidup tanpa keterlibatan aktif warga lokal.

“Pelestarian geopark tidak bisa hanya dari kalangan akademik atau pemerintah. Warga adalah penjaga sejati warisan ini. Kami akan memberikan pelatihan agar mereka bisa menjadi pemandu wisata geologi yang paham dan percaya diri,” ujarnya.

Hal ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Beberapa di antaranya berasal dari desa-desa di sekitar Galunggung, yang selama ini hidup berdampingan dengan alam tanpa pernah benar-benar tahu bahwa tanah yang mereka injak menyimpan nilai global.

Diskusi berlangsung interaktif. Mulai dari metode dokumentasi geodiversitas, cara memetakan struktur tanah, hingga strategi penyusunan dokumen pengajuan ke Komite Nasional Geopark Indonesia. Semua dipaparkan secara terbuka dan disambut dengan antusias.

Artikel Terkait:
  • Erupsi Semeru Semburkan Awan Panas 7 Km dari Puncak
  • BMKG Prediksi Banjir Masih Ancam Bali hingga Tiga Hari
  • Penajam: Desa-Desa Masuk IKN, Butuh Solusi Adil
  • Mahasiswa Geruduk Gedung Dewan, Tuntut Tambang Ilegal Ditutup

Setelah seluruh proses deliniasi dan inventarisasi selesai, hasilnya akan digunakan untuk menyusun dokumen resmi pengusulan Geopark Galunggung sebagai Geopark Nasional. Bila disetujui, langkah selanjutnya adalah mengajukan kawasan ini ke UNESCO sebagai bagian dari jejaring Global Geoparks Network.

Pengakuan tersebut bukan sekadar prestise. Ia membuka jalan bagi pengembangan riset, peningkatan kunjungan wisata, dan penciptaan lapangan kerja berbasis lingkungan. Galunggung bisa menjadi pusat pembelajaran terbuka—di mana alam, ilmu, dan manusia saling melengkapi.

Namun tantangannya tak sedikit. Perlu edukasi terus-menerus, kolaborasi lintas sektor, dan komitmen menjaga kawasan dari eksploitasi berlebih. Status geopark mengharuskan pelestarian yang seimbang dengan pemanfaatan.

Bagi Tasikmalaya, ini adalah kesempatan langka. Dari gunung yang pernah dikenal karena letusannya, Galunggung kini melangkah menuju status baru: sebagai naskah purba yang sedang ditulis ulang, dan dijaga bersama demi masa depan yang lebih bijak terhadap bumi.

Jangan Lewatkan:
  • BMKG Ingatkan Hujan Lebat 15-21 Februari
  • Bima Arya Curhat Kemacetan Bogor pada Heru Budi di Balai Kota DKI
  • Gubernur Jabar Menangis, Alih Fungsi Lahan di Puncak Bogor Disorot
  • Seno Aji Kecam Penambang Nakal di Kaltim

Edukasi Geologi Geopark Galunggung Tasikmalaya Geopark UNESCO Geopark Indonesia Wisata Berkelanjutan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHari Bhayangkara ke-78, Harun Al Rasyid Apresiasi Peran dan Kontribusi Polri
Next Article Hijrah itu Move On

Informasi lainnya

Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno

18 April 2026

DKI Amankan 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Hari Ini

17 April 2026

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

15 April 2026

El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026

14 April 2026

Suhu Laut Global Masih Tinggi Usai Rekor 2025

13 April 2026

Ekoenzim Lawan Limbah Binatu

13 April 2026
Paling Sering Dibaca

Peran dan Pengaruh Kucing dalam Film, Buku, dan Musik

Opini Alfi Salamah

Mengenal Sosok Siti Maryam yang Penuh Keikhlasan

Islami Alfi Salamah

UI di Puncak Ranking, Tercoreng Predator Tambang

Editorial Udex Mundzir

Benturan Kekuasaan dan Kemanusiaan

Editorial Assyifa

Karyawan Bergaji hingga Rp10 Juta Bebas Pajak

Bisnis Assyifa
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi