Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 21 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati19 Maret 2026 Kesehatan
Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya
Ilustrasi makanan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Euforia Lebaran kerap diibaratkan seperti “pesta balas dendam” setelah sebulan menahan lapar dan dahaga. Namun di balik hidangan lezat seperti ketupat, opor, dan kue manis, tersimpan ancaman kesehatan yang sering diabaikan banyak orang. Perubahan pola makan secara tiba-tiba justru bisa menjadi bumerang bagi tubuh jika tidak disikapi dengan bijak.

Fenomena makan berlebihan saat Idul Fitri menjadi perhatian para ahli gizi. Pada Kamis (19/03/2026), pemerhati gizi Rimbawan menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan proses adaptasi setelah menjalani puasa selama Ramadan.

Sayangnya, banyak masyarakat langsung kembali ke pola makan lama bahkan dalam jumlah berlebihan. Konsumsi makanan tinggi kalori, lemak, gula, dan garam dalam waktu singkat dinilai berisiko memicu gangguan kesehatan, mulai dari masalah pencernaan hingga penyakit kronis seperti obesitas dan hipertensi.

“Peralihan dari berpuasa ke bersantap dapat menjadi tantangan bagi kesehatan kita. Setelah mengakhiri puasa, banyak orang segera kembali pada kebiasaan makan sebelumnya, bahkan secara berlebihan seperti makan terlalu banyak serta mengonsumsi makanan tinggi kalori, lemak, gula, dan garam,” ujar Rimbawan dalam keterangannya, dikutip Kamis (19/3/2026).

Baca Juga:
  • Mulai Juli 2025, Cek Kesehatan Gratis Diperluas ke Sekolah dan Pesantren
  • Tempe, Superfood Lokal untuk Kesehatan dan Kecantikan
  • Rebusan Seledri untuk Vitalitas Sehari-hari
  • BPOM Terbitkan Izin Edar untuk Dua Obat Kanker Baru

Ia menambahkan bahwa sistem pencernaan yang selama sebulan bekerja lebih teratur tidak bisa langsung dipaksa memproses makanan berat dalam jumlah besar. Jika hal ini terjadi, risiko gangguan seperti diare, kembung, hingga lonjakan gula darah dapat meningkat. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa perubahan pola makan ekstrem saat libur Lebaran juga dapat meningkatkan risiko diabetes, terutama pada individu yang sebelumnya sudah memiliki faktor risiko.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, masyarakat disarankan menerapkan pola makan bertahap dengan komposisi gizi seimbang. Konsumsi sayur, buah, protein, serta lemak sehat perlu diutamakan guna menjaga metabolisme tubuh tetap stabil. Protein dinilai penting karena mampu membantu mengontrol nafsu makan sekaligus menjaga massa otot.

Selain pola makan, aktivitas fisik juga tidak boleh diabaikan. Meski suasana Lebaran identik dengan bersantai dan berkumpul bersama keluarga, olahraga ringan seperti berjalan kaki tetap dianjurkan agar tubuh tetap aktif. Pengendalian porsi makan juga menjadi kunci penting, termasuk membiasakan diri berhenti makan sebelum merasa terlalu kenyang.

Tantangan lain muncul saat bersilaturahmi ke rumah kerabat. Hidangan yang disajikan umumnya tinggi lemak dan gula, sehingga sulit untuk ditolak. Dalam situasi ini, masyarakat dianjurkan tetap bersikap sopan namun tegas dalam menjaga pola makan agar tidak berlebihan.

Artikel Terkait:
  • Tanda-Tanda Tubuh Butuh Bantuan yang Sering Diabaikan
  • Dinas Kesehatan Jakarta Catat 79 Kasus Virus HMPV Selama 2025
  • IDAI Imbau Orang Tua: Vaksinasi Anak Sebelum Mudik Lebaran
  • 12 Manfaat Mengonsumsi Air Putih untuk Kesehatan Tubuh Manusia

“Pertahankan gaya hidup sehat dan nikmati Lebaran secara seimbang untuk mengurangi risiko penyakit kronis. Gaya hidup sehat juga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup serta membuat kita lebih produktif,” kata Rimbawan.

Tak kalah penting, menjaga hidrasi, kualitas tidur, serta mengelola stres juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh selama perayaan Idul Fitri. Dengan langkah sederhana namun konsisten, masyarakat dapat menikmati momen Lebaran tanpa harus mengorbankan kesehatan.

Sebagai penutup, Lebaran sejatinya bukan hanya tentang kemenangan spiritual, tetapi juga momentum menjaga keseimbangan hidup. Mengontrol pola makan dan gaya hidup menjadi kunci agar kebahagiaan tidak berubah menjadi risiko kesehatan di kemudian hari.

Jangan Lewatkan:
  • Kepesertaan Aktif JKN Jadi Syarat Pemohon SIM di Sidoarjo
  • Krisis Kesehatan Hantui Pengungsian Aceh Pascabanjir
  • Pemerintah Diminta Waspadai Defisit BPJS Kesehatan
  • Bayi Tertahan di RS Karena Biaya, Jaminan Kesehatan Dipertanyakan
Kesehatan Lebaran Kesehatan Masyarakat Nutrisi Seimbang Pola Makan Risiko Penyakit
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHilal Dipantau di 117 Titik, Lebaran Segera Ditetapkan
Next Article Prioritas Silaturahmi Lebaran, Siapa Didahulukan?

Informasi lainnya

Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

11 Juli 2026

BPOM Perketat Vape, Remaja Jadi Fokus Perlindungan

22 Mei 2026

Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

19 April 2026

Rahasia Lari, Kunci Hidup Lebih Panjang dan Sehat

12 April 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

14 Maret 2026

Kemenkes Ingatkan Risiko Sentuh Bayi Saat Lebaran

7 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Riset Murah, Mimpi Besar

Editorial Udex Mundzir

Puasa dan Pemberantasan Korupsi

Islami Syamril Al-Bugisyi

Madinah Menjadi Tempat Percetakan Alquran Terbesar di Dunia

Islami Alfi Salamah

Ijazah Jokowi, Ada Atau Tidak?

Opini Udex Mundzir

Makanan Sehat untuk Sahur dan Berbuka Puasa

Food Assyifa
Berita Lainnya
Kesehatan
Alfi Salamah10 Februari 2026

Minuman Ini Redakan Nyeri Haid

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi