Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

Temaram di Khalifa

Ketika Pramuka Belajar Korupsi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 17 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Mulai Juli 2025, Cek Kesehatan Gratis Diperluas ke Sekolah dan Pesantren

Program preventif kesehatan nasional akan menjangkau 200 ribu lembaga pendidikan, termasuk 40 ribu pesantren.
ErickaEricka14 Mei 2025 Kesehatan
program cek kesehatan gratis di sekolah dan pesantren
Ilustrasi program cek kesehatan gratis di sekolah dan pesantren (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memperluas layanan cek kesehatan gratis ke lebih dari 200 ribu sekolah dan pesantren mulai Juli 2025. Langkah ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah berjalan di 10 ribu Puskesmas sejak Februari 2025.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa perluasan ini bertujuan meningkatkan pencegahan penyakit di masyarakat dengan mendekatkan layanan ke institusi pendidikan. Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Rabu (14/5/2025), ia menyebutkan bahwa 40 ribu dari total lembaga yang akan dilayani merupakan pesantren.

“Jadi selain di 10 ribu Puskesmas, kita juga akan jalankan program ini di sekitar 200 ribuan sekolah dan pesantren,” ungkap Budi.

Program pemeriksaan kesehatan gratis yang mulai berlaku pada Februari 2025 telah mencakup 5,3 juta orang dengan capaian pemeriksaan harian lebih dari 187 ribu individu. Layanan ini diberikan kepada kelompok usia 0–6 tahun dan 18 tahun ke atas, sementara untuk anak usia 7–17 tahun akan dimulai pada Juli mendatang.

Baca Juga:
  • Daun Kemangi Lebih dari Sekedar Pelengkap Hidangan
  • Ini Waktu Terbaik Minum Air agar Tubuh Tetap Sehat
  • Pemerintah Diminta Waspadai Defisit BPJS Kesehatan
  • Kerja Sama Indonesia-Swedia, RS Dharmais Terima Hibah Rp15,3 Miliar

Jenis pemeriksaan yang tersedia meliputi deteksi kelainan bawaan pada bayi, pengukuran pertumbuhan dan perkembangan balita, pengukuran tekanan darah, gula darah, fungsi ginjal, serta pemeriksaan indera, gigi, dan kesehatan jiwa.

“Tujuan kami adalah mencegah agar masyarakat tetap sehat, jangan sampai jatuh sakit,” lanjut Budi.

Program ini merupakan bagian dari strategi transformasi layanan primer Kemenkes untuk memperkuat deteksi dini penyakit. Pemerintah berharap intervensi sejak dini dapat menekan biaya pengobatan jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Artikel Terkait:
  • Tahukah Kamu Asupan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Tidur?
  • Tangisan Bakar Kalori: Fakta Ilmiah di Balik Air Mata
  • 7 Kebiasaan Buruk yang Harus Dihindari Setelah Makan
  • Gedung Imdaad Hamid RSKD Balikpapan Siap Tangani Penyakit Infeksius dan Stroke

Kemenkes juga menyatakan bahwa pelaksanaan program akan didukung oleh digitalisasi data dan integrasi sistem layanan kesehatan, termasuk pelaporan hasil pemeriksaan ke dalam rekam medis elektronik.

Kehadiran layanan cek kesehatan gratis di sekolah dan pesantren diyakini dapat menjangkau anak-anak dan remaja yang selama ini belum masuk dalam cakupan program reguler. Ini menjadi upaya strategis dalam meningkatkan kesadaran dan budaya hidup sehat sejak usia dini.

Jangan Lewatkan:
  • Bukan Kutukan, Ini Penyebab Mata Kedutan Menurut Medis
  • Tetap Sehat saat Traveling
  • Meluruskan Konsep Self Love, Cinta Diri yang Sehat dan Seimbang
  • Kemendagri Pastikan Dukung Eliminasi Malaria di Wilayah Papua
Budi Gunadi Sadikin Cek Kesehatan Gratis Kemenkes 2025 Kesehatan Masyarakat Sekolah dan Pesantren
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous Article117 Honorer Resmi Jadi PPPK Sekretariat DPRD Kaltim
Next Article Satu Data Kesehatan, Strategi Baru Kemenkes Pantau Jemaah Haji

Informasi lainnya

Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

11 Juli 2026

BPOM Perketat Vape, Remaja Jadi Fokus Perlindungan

22 Mei 2026

WHO Selidiki Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar

9 Mei 2026

Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

19 April 2026

Rahasia Lari, Kunci Hidup Lebih Panjang dan Sehat

12 April 2026

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

19 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Surah Al-Ma’un, Intisari dan Penjelasan Mendalam

Islami Udex Mundzir

Adam D’Angelo: Pendiri Quora dan Mantan CTO Facebook

Profil Ericka

Liburan Seru Cuma Rp1 Juta?

Travel Alfi Salamah

Pelantikan Presiden di Jakarta, Jokowi Gagal Pindah Ibu Kota

Editorial Udex Mundzir

Biru Fund dan Masa Depan Tambak

Perspektif Alfi Salamah
Berita Lainnya
Ekonomi
Ericka29 Mei 2025

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Prabowo Nilai Pengibaran Bendera One Piece Tak Langgar Aturan

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Istiqlal Jadi Tuan Rumah MTQ Tujuh Negara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi