Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BI Kaltim Siapkan Rp2,18 T untuk Serambi 2026

Tim Kaltim Pantau Harga Pangan di Berau

Awal Ramadhan 1447 H Tunggu Sidang Isbat

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 25 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

BYD Siap Memperluas Produksi Kendaraan Listrik di Vietnam bukan Indonesia?

pada Januari lalu pembuat mobil listrik yang berbasis di Xian, China, ini telah berencana untuk membuka pabrik di Vietnam untuk memproduksi suku cadang mobil. Rencana itu bertujuan untuk mengekspor komponen ke pabrik perakitan yang rencananya di Thailand.
Dexpert CorpDexpert Corp8 Mei 2023 Ekonomi
mobil listrik
Mobil Listrik (REUTERS/Damir Sagolj)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Xi’an – bos perusahaan mobil listrik asal China, menyatakan rencananya untuk meningkatkan produksi dan perakitan mobil listrik perusahaannya di Vietnam.

Melansir dari Reuters, pada Januari lalu pembuat mobil listrik yang berbasis di Xian, China, ini telah berencana untuk membuka pabrik di Vietnam untuk memproduksi suku cadang mobil. Rencana itu bertujuan untuk mengekspor komponen ke pabrik perakitan yang rencananya di Thailand.

Dalam pernyataan pemerintah yang dikeluarkan setelah pertemuan antara pendiri dan CEO BYD Wang Chuanfu dan Wakil Perdana Menteri Vietnam Tran Hong Ha pada Jumat (5/5/2023) lalu, Wang mengatakan bahwa ia berharap Vietnam dapat memberikan keuntungan bagi BYD dalam menyelesaikan prosedur investasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, pernyataan itu tidak menyebutkan berapa banyak investasi baru BYD yang akan digelontorkan untuk ekspansi tersebut.

Selain mengoperasikan pabrik untuk merakit perangkat elektronik dan suku cadang di Provinsi Phu Tho, Vietnam Utara, pemerintah setempat mengatakan bahwa BYD juga tengah mengusulkan pembentukan rantai pasokan lokal.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia saat ini juga tengah berupaya untuk menggaet BYD untuk berinvestasi di dalam ekosistem kendaraan listrik Indonesia.

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Septian Hario Seto mengatakan bahwa selain melakukan penjajakan kerja sama dengan Tesla, pemerintah juga berupaya untuk melakukan penjajakan kerja sama dengan BYD.

Seto mengatakan, karena Indonesia ingin mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik, di mana salah satunya membangun pabrik baterai, maka dari sisi pengguna akhir baterainya dulu lah yang harus dikembangkan.

Dalam hal ini, Tesla dan BYD merupakan pengguna baterai kendaraan listrik tersebut nantinya.

“Kenapa sih kita dorong ekosistem mobil listrik? Kenapa kita harus menarik BYD dan Tesla untuk masuk Indonesia? Kenapa demand mobil listrik di dalam negeri harus kita dorong dengan insentif? Karena sederhana, kalau kita mau bikin pabrik baterai, sel dan pack dari lithium, itu harus ada pengguna akhirnya dulu, siapa? ya mobil listrik atau motor listrik,” paparnya dalam acara “Energy & Mining Outlook 2023” CNBC Indonesia di Jakarta, Kamis (23/02/2023).

Dia mengatakan, pihaknya masih melakukan negosiasi dengan Tesla dan BYD sampai saat ini.

“Bagaimana so far hasilnya? Relatively oke, negosiasi dengan Tesla masih berjalan, dengan BYD masih dalam tahapan awal,” ucapnya.

Bila kedua raksasa otomotif dunia ini benar akan berinvestasi di Tanah Air, maka baru lah Indonesia bisa menghitung berapa besar perkiraan kebutuhan komoditas tambang untuk membangun ekosistem baterai kendaraan listrik, baik nikel, timah, aluminium, dan lainnya.

“Kalau mereka (BYD dan Tesla) masuk, Bapak bisa bayangkan berapa komponen yang harus dibangun, demand terhadap timah, aluminium, nikel dan lain-lain akan kelihatan seperti apa,” tuturnya.

BYD Kemenko Marves Mobil Listrik Vietnam
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBus Pariwisata Terperosok di Guci: Isu Anak Menarik Tuas Rem?
Next Article Lift di Pakuwon Tower Jakarta Selatan Mengalami Kecelakaan, Tujuh Orang Terperangkap

Informasi lainnya

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

5 Februari 2026

Menabung Tak Cukup di Era Sekarang

21 Januari 2026

Mendirikan Yayasan, Cara Orang Kaya Menata Warisan Sosial

20 Januari 2026

Pemerintah Bebaskan PPh 21 Pekerja Padat Karya Hingga 2026

5 Januari 2026

Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam

4 Januari 2026

Tahun Pajak 2026 Tanpa Kenaikan Tarif, Pemerintah Fokus Digitalisasi dan Insentif

31 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Gaduh Ijazah dan Politik Adu Domba

Editorial Udex Mundzir

Menikmati Kuliner Autentik Khas Turki, Dari Kudapan Manis hingga Minuman Tradisional

Food Alfi Salamah

Tri Mumpuni, Penyulut Cahaya dari Desa Terpencil

Biografi Alfi Salamah

Wisata Instagramable Jadi Pangsa Pasar Baru

Travel Alfi Salamah

Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Siapa Masuk Penjara?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Nasional
Lisda Lisdiawati5 Februari 2026

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis

Haji 2026 Diperketat, Jemaah Tak Sehat Terancam Gagal Berangkat

Pelaku UMKM Kesulitan Jadi Mitra MBG, Syarat Dinilai Berat

BMKG Ingatkan Hujan Lebat 15-21 Februari

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot thailand slot gacor slot gacor slot gacor