Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Anggaran Menumpuk, Empat DOB Papua Minim Serapan Belanja

Tito Karnavian ungkap empat provinsi baru di Papua masih lamban membelanjakan anggaran, bahkan ada yang defisit.
ErickaEricka2 Juli 2025 Ekonomi
rapat evaluasi bersama Komisi II DPR RI di Gedung DPR RI,
Rapat evaluasi bersama Komisi II DPR RI di Gedung DPR RI (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyoroti rendahnya tingkat belanja anggaran di empat provinsi Daerah Otonom Baru (DOB) di Papua, yakni Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya. Hal ini ia sampaikan dalam rapat evaluasi bersama Komisi II DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Rabu (2/7/2025).

Menurut Tito, keempat daerah tersebut menunjukkan capaian serapan anggaran yang jauh dari harapan, dengan mayoritas dana justru digunakan untuk belanja pegawai ketimbang pelayanan masyarakat.

“Kalau kita lihat data ini, empat daerah DOB itu belanjanya sangat rendah,” kata Tito.

Ia merinci bahwa Papua Barat Daya, misalnya, baru membelanjakan sekitar 11 persen dari total anggaran yang diterima, sementara pendapatannya sudah mencapai 17 persen. Belanja tersebut mayoritas digunakan untuk keperluan administrasi pemerintahan.

Di Papua Tengah, permasalahan yang dihadapi adalah penumpukan dana di perbankan. Hal ini terjadi karena adanya rencana pergantian kepala dinas yang menghambat pelaksanaan program.

“Ini 48 persen pendapatannya, tapi belanjanya baru 15 persen. Kami sudah hubungi langsung Pak Gubernur agar segera mengeksekusi anggaran dan jangan menahannya,” jelasnya.

Sementara itu, kondisi di Papua Pegunungan bahkan disebut lebih mengkhawatirkan. Tito mengungkapkan provinsi tersebut mengalami defisit karena belanja melebihi pendapatan yang berhasil diserap dari pusat.

“Papua Pegunungan ini memprihatinkan, karena pendapatannya baru terserap 14 persen sementara belanjanya sudah 20 persen. Artinya terjadi defisit,” bebernya.

Tito menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh belum terpenuhinya syarat penyaluran dana dari pusat, karena kompetensi administrasi Pemprov Papua Pegunungan yang masih belum memadai.

Adapun Papua Selatan juga disebut masih lemah dalam serapan anggaran, dengan belanja hanya mencapai 18 persen hingga pertengahan tahun ini. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan minimnya dampak pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Mendagri menegaskan bahwa seluruh kepala daerah DOB perlu segera memperbaiki kinerja belanja agar dana yang telah disalurkan pemerintah pusat benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan mempercepat pembangunan di Papua.

Anggaran Daerah Belanja Pemda DOB Papua Mendagri Tito Karnavian Serapan Anggaran Papua
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleRAPBN 2026, ESDM Usulkan ICP USD 80 per Barel
Next Article Kukar Sambut Menteri KLHK dan Gubernur di Kota Bangun

Informasi lainnya

Menabung Tak Cukup di Era Sekarang

21 Januari 2026

Mendirikan Yayasan, Cara Orang Kaya Menata Warisan Sosial

20 Januari 2026

Pemerintah Bebaskan PPh 21 Pekerja Padat Karya Hingga 2026

5 Januari 2026

Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam

4 Januari 2026

Tahun Pajak 2026 Tanpa Kenaikan Tarif, Pemerintah Fokus Digitalisasi dan Insentif

31 Desember 2025

Rupiah Dibuka Tertekan di Level 16.773 per Dolar AS

29 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

UU TNI Disahkan, Sipil Terancam Diam

Editorial Udex Mundzir

Mengenal Es Gabus: Bahan, Tekstur, dan Keamanan

Food Lisda Lisdiawati

SPMB: Reformasi atau Sekadar Rebranding?

Editorial Udex Mundzir

Ubox: Solusi Sewa Powerbank Praktis di Bandara

Techno Silva

Persaingan Global dalam Pengembangan Kecerdasan Buatan

Techno Ericka
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.