Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hujan Deras Picu Longsor di Cisayong Tasikmalaya

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Semeru Erupsi, Abu Capai 1 Km dari Puncak

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 6 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Anggaran Menumpuk, Empat DOB Papua Minim Serapan Belanja

Tito Karnavian ungkap empat provinsi baru di Papua masih lamban membelanjakan anggaran, bahkan ada yang defisit.
ErickaEricka2 Juli 2025 Ekonomi
rapat evaluasi bersama Komisi II DPR RI di Gedung DPR RI,
Rapat evaluasi bersama Komisi II DPR RI di Gedung DPR RI (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyoroti rendahnya tingkat belanja anggaran di empat provinsi Daerah Otonom Baru (DOB) di Papua, yakni Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya. Hal ini ia sampaikan dalam rapat evaluasi bersama Komisi II DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Rabu (2/7/2025).

Menurut Tito, keempat daerah tersebut menunjukkan capaian serapan anggaran yang jauh dari harapan, dengan mayoritas dana justru digunakan untuk belanja pegawai ketimbang pelayanan masyarakat.

“Kalau kita lihat data ini, empat daerah DOB itu belanjanya sangat rendah,” kata Tito.

Ia merinci bahwa Papua Barat Daya, misalnya, baru membelanjakan sekitar 11 persen dari total anggaran yang diterima, sementara pendapatannya sudah mencapai 17 persen. Belanja tersebut mayoritas digunakan untuk keperluan administrasi pemerintahan.

Di Papua Tengah, permasalahan yang dihadapi adalah penumpukan dana di perbankan. Hal ini terjadi karena adanya rencana pergantian kepala dinas yang menghambat pelaksanaan program.

“Ini 48 persen pendapatannya, tapi belanjanya baru 15 persen. Kami sudah hubungi langsung Pak Gubernur agar segera mengeksekusi anggaran dan jangan menahannya,” jelasnya.

Sementara itu, kondisi di Papua Pegunungan bahkan disebut lebih mengkhawatirkan. Tito mengungkapkan provinsi tersebut mengalami defisit karena belanja melebihi pendapatan yang berhasil diserap dari pusat.

“Papua Pegunungan ini memprihatinkan, karena pendapatannya baru terserap 14 persen sementara belanjanya sudah 20 persen. Artinya terjadi defisit,” bebernya.

Tito menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh belum terpenuhinya syarat penyaluran dana dari pusat, karena kompetensi administrasi Pemprov Papua Pegunungan yang masih belum memadai.

Adapun Papua Selatan juga disebut masih lemah dalam serapan anggaran, dengan belanja hanya mencapai 18 persen hingga pertengahan tahun ini. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan minimnya dampak pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Mendagri menegaskan bahwa seluruh kepala daerah DOB perlu segera memperbaiki kinerja belanja agar dana yang telah disalurkan pemerintah pusat benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan mempercepat pembangunan di Papua.

Anggaran Daerah Belanja Pemda DOB Papua Mendagri Tito Karnavian Serapan Anggaran Papua
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleRAPBN 2026, ESDM Usulkan ICP USD 80 per Barel
Next Article Kukar Sambut Menteri KLHK dan Gubernur di Kota Bangun

Informasi lainnya

Tarif Listrik PLN Triwulan II 2026

1 April 2026

Harga BBM Pertamina 1 April 2026 Tetap Stabil

1 April 2026

WFH ASN Dimulai April, Swasta Turut Diimbau Ikut

31 Maret 2026

Jabar Beri Diskon Pajak Kendaraan Saat Lebaran

20 Maret 2026

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

17 Maret 2026

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

16 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Hindari Kata Kasar, Bisa Dipenjara 4 Bulan!

Daily Tips Udex Mundzir

Mengenal Kandungan Gizi Es Krim Vanila

Food Alfi Salamah

Membedah Tren Pembelian Barang Palsu di Dunia Fashion

Bisnis Ericka

Kenaikan Harga BBM dan Tantangan Ketahanan Energi

Editorial Udex Mundzir

APBS Siapkan Santri Jadi Pengusaha Tangguh

Bisnis Ericka
Berita Lainnya
Daerah
Adit Musthofa5 April 2026

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Israel Batasi Salat Idul Fitri di Al Aqsa

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Imtihan MDTU Al Barokah Cihuni Capai Puncak Acara

Menag Larang ASN Kemenag Pakai Mobil Dinas Saat Mudik

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi