Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Israel Batasi Salat Idul Fitri di Al Aqsa

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 21 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Dedolarisasi: Negara-Negara Asia Mengurangi Ketergantungan Dolar AS

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menjelaskan, sebetulnya fenomena ini bukan hanya didasari dari negara-negara berbagai kawasan, termasuk di Asia yang ingin 'membuang' dolar AS sebagai alat transaksi lintas batas.
Dexpert CorpDexpert Corp11 Mei 2023 Ekonomi
dolar as
(Okezone.com/Freepik)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Saat ini, dedolarisasi sedang menjadi topik pembicaraan global yang sering dibahas di berbagai belahan dunia. Beberapa negara telah mulai berkolaborasi untuk mengurangi ketergantungan mereka pada mata uang dolar dalam perdagangan internasional.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menjelaskan, sebetulnya fenomena ini bukan hanya didasari dari negara-negara berbagai kawasan, termasuk di Asia yang ingin ‘membuang’ dolar AS sebagai alat transaksi lintas batas.

Kondisi itu kata dia tak terlepas dari penjelasan yang disodorkan dalam teori Triffin Dilema. Teori ini dicetuskan sekitar 1960-an oleh ekonom Belgia-Amerika Serikat Robert Triffin.

“Ini ada satu teori, Triffin Dilemma namanya, kalau negara yang menjadi anchor atau reserve currency dia harus bersedia terus menerus kecenderungannya CAD nya defisit,” kata Sumual dalam acara Kajian Stabilitas Keuangan Nomor 40 di Jakarta, Rabu (10/5/2023)

“Apakah ini terus menerus sampai nanti negara ini kolaps, atau ini perubahannya secara gradual terjadi. Jadi kelihatannya AS menyadari juga bahwa dia ada satu risiko juga yang akan dihadapi ke depannya,” ucapnya.

Kendati begitu, Sumual menekankan bahwa sebenarnya fenomena dedolarisasi bukanlah barang baru, meski baru-baru ini kembali ramai.

“Dedolarisasi jadi sejak 1999 Eropa juga melakukan hal itu dan ini secara global kita tahu ini ceritanya panjang kalah kita bicara ini. Yang jelas kawasan ASEAN, Asia, menggencarkannya saat ini,” tuturnya.

Indonesia juga menjadi salah satu negara yang gencar mulai melakukan dedolarisasi. Bank Indonesia kaya David telah menjalin kerja sama memanfaatkan mekanisme local currency settlemen (LCS) dengan negara-negara lain seperti Jepan, China, Korea Selatan, hingga Laos.

Kendati begitu, David menilai, upaya dedolarisasi tersebut masih jauh untuk bisa menggantikan posisi dolar AS sebagai inatrumen transaksi. Sebab, dari total ekspor Indonesia yang hampir US$ 200 miliar, perdagangan tanpa dolar baru sekitar US$ 1,6 miliar.

“Ini saja baru 3 bulan yang terkait LCS baru US$ 1,6 miliar data BI, tapi memang meningkat karena sosialisanya gradual sekali, dan memang banyak pengusaha itu yang masih lihat risko juga dan lain-lain,” kata Sumual.

AS Dedolarisasi Dolar Rupiah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKPPU Ungkap Tagihan Rafaksi Minyak Goreng Rp 1,1 Triliun
Next Article Kuota Calon Jamaah Haji Batam Bertambah 27 Slot

Informasi lainnya

Jabar Beri Diskon Pajak Kendaraan Saat Lebaran

20 Maret 2026

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

17 Maret 2026

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

16 Maret 2026

Potensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun

14 Maret 2026

Prabowo dan Gibran Terima THR, Nominalnya Disorot Publik

13 Maret 2026

Cara Mengatur THR Lebaran Agar Tidak Habis untuk Belanja

12 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Keunikan Budaya dan Kemajuan Teknologi, Inilah Keistimewaan Jepang

Travel Alfi Salamah

Lindungi Uangmu, Cerdas Finansial dengan PeKA

Daily Tips Ericka

Shuka Grill: Pilihan All You Can Eat yang Memikat

Food Lina Marlina

Ketika Narkoba Dilindungi Oknum

Editorial Udex Mundzir

Generasi Muda dan Tren Slow Living di Era Digital

Opini Alfi Salamah
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

296 Views

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Analisis Bosscha: Hilal Lebaran 2026 Sulit Terlihat

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi