Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Defisit APBN Berpotensi Bengkak Akibat Program MBG

Ekonom CELIOS peringatkan risiko lonjakan defisit APBN akibat anggaran besar untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
AssyifaAssyifa23 Januari 2025 Ekonomi
Risiko defisit APBN karena Program Makan Bergizi Gratis
Nailul Huda (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Rencana pemerintah memperluas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu kekhawatiran ekonom terkait risiko pembengkakan defisit anggaran. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menyebutkan bahwa defisit APBN berpotensi mencapai 3,1 persen dari PDB pada 2029 jika target program ini dilakukan tanpa penyesuaian anggaran.

“Jika target MBG mencapai 100 persen pada 2029, belanja negara bisa mencapai Rp4.962 triliun, sehingga rasio defisit melebihi batas yang diperbolehkan Undang-Undang Keuangan Negara 2003,” jelas Nailul di Jakarta, Kamis (23/1/2025).

Ia menambahkan, potensi pendapatan negara bisa ditingkatkan melalui optimalisasi pajak sektor pertambangan dan pengawasan ketat terhadap pengemplang pajak, yang saat ini bernilai lebih dari Rp300 triliun.

Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menyarankan agar program MBG menerapkan pendekatan geographic targeting dengan fokus pada daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T). Wilayah-wilayah ini meliputi Aceh, Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tengah.

“Pemerintah harus memprioritaskan daerah 3T lebih dahulu. Untuk masyarakat di kota besar, subsidi MBG bisa diarahkan kepada pelajar dari keluarga miskin, sedangkan siswa dari keluarga mampu bisa menggunakan skema iuran,” ujar Bhima.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sedang memikirkan penambahan anggaran untuk MBG guna mempercepat jangkauan program tersebut.

“Masih banyak anak-anak yang belum menerima manfaat MBG. Presiden ingin memastikan sebanyak 82,9 juta anak dapat menikmati program ini sebelum akhir 2025,” ujar Dadan usai rapat bersama Presiden di Istana Kepresidenan pada 17 Januari 2025.

Dalam kesempatan lain, Presiden Prabowo Subianto juga mengajak pemerintah daerah untuk mendukung pendanaan program MBG. “Kami membuka pintu bagi gubernur atau bupati yang ingin membantu. Yang penting efisien, tepat sasaran, dan tidak ada kebocoran anggaran,” kata Prabowo dalam acara di Jakarta, 16 Januari 2025.

Namun, Bhima menilai efisiensi menjadi kunci keberhasilan program ini. “Menambah anggaran tanpa perencanaan matang hanya akan memperbesar risiko fiskal di masa depan,” pungkasnya.

Para ekonom berharap pemerintah menyeimbangkan prioritas anggaran untuk memastikan program MBG berjalan tanpa membebani APBN yang sudah menghadapi tantangan fiskal dari program-program strategis lain.

Anggaran Pemerintah Bhima Yudhistira Defisit APBN Nailul Huda Program Makan Bergizi Gratis
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePrabowo Alokasikan Rp48,8 Triliun untuk Fasilitas IKN
Next Article Ayi Mulyana: Membangun Pramuka yang Berkontribusi Nyata

Informasi lainnya

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

17 Maret 2026

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

16 Maret 2026

Potensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun

14 Maret 2026

Prabowo dan Gibran Terima THR, Nominalnya Disorot Publik

13 Maret 2026

Cara Mengatur THR Lebaran Agar Tidak Habis untuk Belanja

12 Maret 2026

Friderica Widyasari Pimpin OJK, Pasar Dinilai Stabil

12 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Ladang Ganja di Bromo: Polisi Tidak Tahu atau Tutup Mata?

Editorial Udex Mundzir

Kerja Seru di Luar Rumah, Bukan Sekadar Gaya

Happy Alfi Salamah

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Travel Alfi Salamah

Menuju Haji Suci: Panduan Perjalanan Sebelum Berangkat

Islami Alfi Salamah

Karyawan Bergaji hingga Rp10 Juta Bebas Pajak

Bisnis Assyifa
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi