Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Fenomena Sturgeon Moon Hiasi Langit Agustus

Langit selalu menyimpan cerita bagi mereka yang mau melihatnya.
Alfi SalamahAlfi Salamah8 Agustus 2025 Saintek
Sturgeon Moon
Sturgeon Moon (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Cahaya purnama akan kembali memikat langit malam pada akhir pekan ini. Fenomena yang dikenal sebagai Sturgeon Moon akan mencapai puncaknya pada 9 Agustus 2025, membawa keindahan sekaligus menjadi pengingat keterkaitan antara alam dan budaya manusia.

Asal Usul Nama Sturgeon Moon

Sturgeon Moon adalah sebutan untuk purnama yang terjadi setiap bulan Agustus, menjadi purnama kedelapan dalam setahun. Nama ini berasal dari musim melimpahnya ikan sturgeon di danau-danau besar Amerika Utara. Pada periode ini, ikan sturgeon lebih mudah ditangkap karena bermigrasi ke perairan dangkal. Bagi masyarakat di wilayah tersebut, ikan ini menjadi sumber makanan penting, sehingga peristiwa alam ini mendapatkan tempat khusus dalam tradisi.

Selain Sturgeon Moon, purnama Agustus juga memiliki sebutan lain di berbagai budaya, seperti Grain Moon (Bulan Gandum), Green Corn Moon (Bulan Jagung Muda), Lynx Moon (Bulan Lynx), dan Thunder Moon (Bulan Petir). Semua nama ini mencerminkan pergantian musim serta aktivitas alam atau pertanian yang khas pada bulan Agustus.

Waktu dan Posisi Munculnya Sturgeon Moon

Puncak fenomena Sturgeon Moon tahun ini akan terjadi pada 9 Agustus 2025. Bulan akan terbit di arah tenggara sekitar pukul 07.56 UTC, meskipun waktu pastinya bisa berbeda tergantung lokasi pengamatan. Purnama akan terbenam di barat daya pada pagi 10 Agustus setelah Matahari terbit.

Pada malam itu, Bulan akan berada di konstelasi Aquarius dan tidak terlalu tinggi di langit. Posisi ini menciptakan peluang untuk menyaksikan ilusi optik yang dikenal sebagai “ilusi Bulan” — momen ketika Bulan terlihat lebih besar saat dekat cakrawala. Meski tampak demikian, ukuran Bulan sebenarnya tidak berubah.

Awal Parade Planet di Bulan Agustus

Fenomena ini menjadi awal rangkaian pertemuan Bulan dengan planet-planet di Tata Surya. Setelah puncak Sturgeon Moon, Bulan akan bergerak ke arah timur di langit setiap malam, mendekati berbagai planet yang terlihat.

Pada 11–13 Agustus, Bulan akan berada dekat Saturnus, pertama di sebelah kanan planet, lalu di sebelah kiri pada malam berikutnya. Pertemuan ini menjadi awal dari parade planet yang indah di bulan Agustus.

Melintasi Pleiades dan Uranus

Memasuki pertengahan Agustus, tepatnya 15–17 Agustus, Bulan akan melintasi gugusan bintang Pleiades di rasi Taurus. Posisi ini juga berdekatan dengan planet Uranus, memberikan kesempatan pengamatan langka bagi pecinta astronomi.

Bagi pengamat yang memiliki teropong atau teleskop kecil, ini adalah momen menarik untuk mengamati objek langit dalam satu malam: gugusan bintang, Bulan, dan planet.

Formasi Garis dengan Merkurius, Venus, dan Jupiter

Pada dini hari 18 dan 19 Agustus, Bulan akan terlihat membentuk garis dengan Merkurius, Venus, dan Jupiter di langit timur menjelang Matahari terbit. Merkurius akan berada paling dekat dengan cakrawala, diikuti Venus, lalu Jupiter, dan Bulan di bagian atas formasi.

Formasi ini memberikan pemandangan yang jarang terjadi. Keempat objek langit tampak berderet, membentang dari ufuk timur ke arah atas langit.

Momen Segitiga Indah di Langit Pagi

Pergerakan Bulan akan mengubah formasi ini pada 20 Agustus. Pada malam itu, Bulan akan membentuk segitiga dengan Venus dan Jupiter, menciptakan komposisi yang harmonis di langit pagi.

Keesokan harinya, 21 Agustus, Bulan berada tepat di atas Merkurius sebelum Matahari terbit. Pada periode ini, Merkurius menjadi semakin mudah terlihat karena mulai menjauh dari silau Matahari.

Akhir Siklus Menuju Bulan Baru

Mulai 22 Agustus, Bulan akan semakin mendekati fase Bulan Baru. Cahaya Bulan akan semakin tipis dan akhirnya hilang ditelan sinar Matahari di pagi hari. Siklus ini menutup rangkaian fenomena langit yang diawali dengan Sturgeon Moon pada awal bulan.

Tips Mengamati Sturgeon Moon dan Planet

Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, pengamatan sebaiknya dilakukan di lokasi yang jauh dari polusi cahaya. Gunakan aplikasi peta langit untuk membantu menentukan posisi Bulan dan planet. Waktu terbaik adalah saat objek berada dekat cakrawala, memberikan pemandangan dramatis yang memadukan lanskap bumi dengan langit malam.

Mengabadikan momen ini dengan kamera juga bisa menjadi aktivitas menarik. Gunakan tripod agar hasil foto tetap tajam, dan coba berbagai pengaturan pencahayaan untuk menangkap detail permukaan Bulan atau kilau planet.

Fenomena Sturgeon Moon tahun ini bukan sekadar purnama biasa, melainkan awal dari rangkaian pemandangan langit yang indah sepanjang Agustus. Dengan cuaca cerah dan lokasi pengamatan yang tepat, setiap orang bisa menikmati keajaiban alam ini secara langsung.

Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePenuhi Panggilan KPK, Yaqut Bungkam soal Pembagian Kuota Haji
Next Article Diperiksa KPK, Nadiem Tak Jawab soal Investasi Google

Informasi lainnya

Gunung Padang Bongkar Tabir Peradaban Tertua di Dunia?

28 Desember 2025

Lima Fakta Menarik tentang Penemuan Ruang Antarbintang Voyager

26 Desember 2025

Langit Nusantara dan Fenomena Cahaya yang Tampak di atas kepulauan Indonesia

21 Desember 2025

Chatbot Religius Merebak, Akankah Tuhan Hadir Lewat Kode?

23 November 2025

BRIN Beri Penjelasan Tentang Meteor Jatuh di Cirebon

7 Oktober 2025

Puncak Gerhana Bulan Total Terlihat 8 September 01.11 WIB

7 September 2025
Paling Sering Dibaca

Tantangannya Kebocoran Data Pribadi

Editorial Udex Mundzir

Mewaspadai Komunisme

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Lebih Berat dari Zina, Inilah Beberapa Larangan Keras Berghibah!

Islami Alfi Salamah

Bebas Bertanggung Jawab

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Paradoks Pembangunan Desa

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.