Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Gempa Dahsyat Guncang Melonguane, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami

Laut menggeliat, bumi bergetar, dan peringatan dini kembali bergema dari utara Sulawesi.
ErickaEricka10 Oktober 2025 Nasional
Gempa Melonguane Magnitudo 7,6 Sulawesi Utara
Ilustrasi Gempa Melonguane Magnitudo 7,6 Sulawesi Utara (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Melonguane – Suasana pagi di Kabupaten Kepulauan Talaud mendadak berubah mencekam ketika gempa bermagnitudo 7,6 mengguncang wilayah Melonguane, Sulawesi Utara, pada Jumat (10/10/2025) pukul 08.43 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, episenter gempa berada di koordinat 7,34 Lintang Utara dan 126,87 Bujur Timur, berjarak sekitar 371 kilometer timur laut Melonguane dengan kedalaman 56 kilometer di bawah laut.

Guncangan kuat ini dirasakan cukup luas di kawasan utara Sulawesi dan sebagian Papua, memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Tidak lama setelah kejadian, BMKG segera mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami bagi wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Papua.

“Gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah sekitar pusat gempa. Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera menjauhi pantai,” tulis BMKG melalui laman resminya.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menegaskan bahwa gempa tersebut termasuk kategori dangkal dengan mekanisme sesar naik yang sering memicu pergerakan vertikal dasar laut. “Jenis gempa seperti ini memiliki potensi menghasilkan tsunami jika terjadi deformasi dasar laut yang signifikan,” ujarnya dalam keterangan singkat.

Menurut Daryono, pihak BMKG terus memantau perkembangan data gempa melalui jaringan seismograf nasional dan sistem pemantauan tsunami otomatis. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mempercayai informasi palsu atau hoaks yang sering beredar setelah kejadian gempa besar.

Beberapa warga Melonguane mengaku sempat merasakan guncangan cukup kuat selama 10–15 detik. “Kami panik, semua orang keluar rumah dan menuju tempat yang lebih tinggi,” kata Markus Tuda, warga setempat, melalui sambungan telepon. Ia menambahkan, sejauh ini belum terlihat kerusakan parah di pusat kota, namun banyak warga memilih mengungsi sementara.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan signifikan akibat gempa tersebut. Tim BPBD Sulawesi Utara bersama aparat TNI dan Polri telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan evakuasi warga di daerah pesisir.

BMKG menegaskan bahwa peringatan dini tsunami akan diperbarui setiap 15 menit sesuai perkembangan data lapangan. Warga diminta tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan lembaga berwenang.

Bumi Talaud kembali mengingatkan bahwa ia masih hidup, dengan getarannya yang mampu mengguncang nadi negeri. Kewaspadaan menjadi kunci untuk menghadapi setiap denyut alam yang tak terduga.

BMKG Gempa Melonguane Gempa Sulawesi Utara Melonguane Sulut Peringatan Tsunami
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBRIN Beri Penjelasan Tentang Meteor Jatuh di Cirebon
Next Article 40 Anggota DPRD Kutim 2024-2029 Resmi Dilantik di Sangatta

Informasi lainnya

Usai Dituduh Pakai Spons, Pedagang Es Gabus Dapat Kulkas dari TNI

29 Januari 2026

Catat Tanggalnya, Nisfu Syaban 2026

17 Januari 2026

HAB ke-80 Kemenag Digelar Sederhana, Dana Dialihkan

5 Januari 2026

Gambir dan Senayan Jadi Titik Demo, Lalu Lintas Terancam Padat

5 Januari 2026

Pemprov DKI Gratiskan Transjakarta, MRT, dan LRT Selama Dua Hari

31 Desember 2025

BMKG Prediksi Hujan di Jakarta Sepanjang Malam Tahun Baru

31 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Waktu Takbiran Idul Adha, Kapan Dimulai?

Islami Udex Mundzir

Garut–BCA via Politri Tasikmalaya 

Profil Adit Musthofa

Literasi Digital untuk Remaja, Pentingnya Menguasai Keterampilan di Era Informasi

Gagasan Alfi Salamah

ASN BKN Boleh WFA 2 Hari Seminggu, Efisiensi Anggaran dan Uji Kinerja Digital

Bisnis Assyifa

Dilema Profesi Guru di Tengah Ancaman Kriminalisasi

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.