Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Haji Berdaya Menyucikan Diri, Mendidik Lingkungan, Merajut Kehidupan

Kementerian Agama selalu menekankan pentingnya penanaman nilai persaudaraan kebangsaan
Alfi SalamahAlfi Salamah10 Juli 2023 Nasional
Jamaah Haji sedang mengelilingi ka'bah
Ilustrasi Umat Muslim Tunaikan Rukun Islam yang ke Lima yaitu Ibadah Haji di Baitullah (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Madinah – Ketua Pengurus Besar (PB) Al-Washliyah, H Mahmudi Affan Rangkuti, menyampaikan pandangannya tentang konsep haji sebagai rukun Islam di Madinah pada Rabu (5/7/2023).

Sebagai rukun Islam, haji merupakan kewajiban bagi setiap insan muslim yang mampu. Para cendikiwan mengatakan, bahwa haji adalah ibadah penuh simbol. Simbol yang memberikan banyak petunjuk, jika dihayati secara bijak, maka akan melahirkan kepekaan sosial (memberikan makan) dan mewujudkan kedamaian (menebarkan salam).

Silaturahim Hubungan Manusia dengan Manusia

H Mahmudi menuturkan bahwasanya ibadah haji adalah khoirunnas anfa’uhum linnas, yang bermakna bahwa haji merupakan panggung silaturahim hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam, hubungan manusia dengan Allah Swt.

“Sehingga konsep haji sejatinya mencerdaskan kepekaan kehidupan diri dan lingkungan dan lebih luas kepekaan kepada bangsa dan seluruh manusia serta alam. Itu konsep haji mabrur dengan ciri, Pertama Santun Kata. Kedua, Tebar Kedamaian. Ketiga, Saleh Pribadi dan Sosial,” ujar Mahmudi Affan Rangkuti, di Madinah, Rabu (5/7/2023).

Ia melanjutkan, belajar dari para alim ulama besar seperti KH Ahmad Dahlan, dan KH Hasyim Asyari yang membawa perubahan sosial pasca kepulangan dari ibadah haji. Umat saat ini seharusnya malu dengan spirit mencintai bangsa, membenci kekerasan, dan semangat belajar yang dibawa oleh para pendahulu saat itu.

“Semakin tinggi semangat para ulama terdahulu, apalagi setelah pulang dari berhaji. Karena menggambarkan satu kondisi manusia yang santun dalam bertutur kata, manusia penebar kedamaian, manusia saleh pribadi dan manusia saleh sosial. Karena dalam haji ada bekal takwa yang paripurna,” katanya.

Wukuf Salah Satu Rukun Wajib Haji

Pria yang juga merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia (PB FKAPHI) ini mengatakan, wukuf yang merupakan salah satu rukun wajib haji, juga sarat akan makna sakral di dalamnya, termasuk makna perdamaian dan kesalehan sosial.

“Wukuf adalah masa perenungan, masa muhasabah, masa titik awal memperbaiki diri dan bermanfaat bagi diri dan alam semesta. Menggambarkan kedamaian tanpa caci maki, bertengkar, menghancurkan, kekerasan. Juga sebagai representatif kehidupan damai, damai dengan apapun,” kata Mahmudi.

“Laksanakanlah konsep yaqin agar hidup selalu bercahaya dan berbaik sangka. Tentu kita harus tahu apa itu haji, apa makna dan hakekatnya maka harus belajar atas hal itu. Memperoleh takwa tentu ada proses, belajar dan berbincang menuntut ilmulah dengan orang-orang saleh. Ilmul yakin, ainul yakin dan haqqul yakin,” katanya.

Memperkuat Persatuan Melalui Komunikasi

Oleh karena itu, guna memelihara persaudaraan kebangsaan dan perdamaian sebagaimana makna ibadah haji, Mahmudi memandang para pemimpin memiliki peran besar memperkuat persatuan melalui komunikasi dan silaturahmi intensif dengan berbagai pihak.

“Pemimpin agama senantiasa membangun komunikasi instensif antar sesama pemuka agama dalam merumuskan dan mendiskusikan segala hal perbedaan, mitigasi persoalan. Dalam perbedaan pasti ada persamaan. Dalam permasalahan pasti ada jalan keluar. Persamaan itulah ada kedamaian dan titik keharmonian,” ucapnya.

Penanaman Nilai Persaudaraan Kebangsaan

Bukan tanpa alasan, Mahmudi yang juga menjabat sebagai Analis Kebijakan Ahli Muda. Pada Subdit Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Ibadah Khusus. Kementerian Agama ini juga selalu menekankan pentingnya penanaman nilai persaudaraan kebangsaan. Yang mana didalamnya terdapat nilai agama, nilai sosial dan nilai budaya.

“Ini yang saya sebut dengan kehidupan yang bernafaskan agama, kehidupan yang bernafaskan budaya, kehidupan bernafaskan sosial. Karena semua agama pasti mengajarkan persaudaraan, cinta dan damai,” kata KPEU MUI.

H Mahmudi Affan Rangkuti Info Haji 2023 KH Ahmad Dahlan Rukun Islam
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAryanto Misel Diremehkan, Inovasi Nikuba Mengguncang Negeri
Next Article ASN Penajam Paser Utara Dingatkan Tetap Netral Politik Pemilu 2024

Informasi lainnya

Usai Dituduh Pakai Spons, Pedagang Es Gabus Dapat Kulkas dari TNI

29 Januari 2026

Catat Tanggalnya, Nisfu Syaban 2026

17 Januari 2026

HAB ke-80 Kemenag Digelar Sederhana, Dana Dialihkan

5 Januari 2026

Gambir dan Senayan Jadi Titik Demo, Lalu Lintas Terancam Padat

5 Januari 2026

Pemprov DKI Gratiskan Transjakarta, MRT, dan LRT Selama Dua Hari

31 Desember 2025

Jalan Sudirman-Thamrin Ditutup Saat CFN Malam Tahun Baru

31 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Vasektomi Bukan Jawaban Kemiskinan

Opini Udex Mundzir

Cara Efektif Menghitung Dana Pensiun di Indonesia

Daily Tips Assyifa

Hukum Mencium Tangan dan Berdiri untuk Menghormati dalam Islam

Islami Ericka

Tukin Dosen: Antara Janji dan Realita

Editorial Udex Mundzir

Makan Gratis, Simbol Negara Gagal

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.