Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Industri Hotel Tertekan, Okupansi Merosot dan PHK Mengancam

Kebijakan efisiensi anggaran dan penurunan daya beli sebabkan industri perhotelan alami keterpurukan pada awal 2025.
ErickaEricka1 Juni 2025 Ekonomi
Dampak Efisiensi Anggaran terhadap Industri Hotel 2025
Ilustrasi Dampak Efisiensi Anggaran terhadap Industri Hotel 2025 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Industri perhotelan nasional tengah menghadapi tekanan berat akibat kombinasi kebijakan efisiensi belanja negara dan merosotnya daya beli masyarakat. Ketua Persatuan Pengusaha Hotel Indonesia, Hariyadi Sukamdani, menyatakan bahwa kondisi ini sangat memprihatinkan dan berpotensi menimbulkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor akomodasi.

“Ini bukan hanya karena pemotongan anggaran, tapi ekonomi kita juga terus merosot,” ujar Hariyadi pada Ahad (1/6/2025).

Kondisi ini diperparah oleh kebijakan pemerintah pusat yang memangkas anggaran belanja kementerian/lembaga dan transfer ke daerah melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2025. Total pemangkasan mencapai Rp306,69 triliun, dengan Rp256,1 triliun berasal dari belanja kementerian/lembaga dan Rp50,59 triliun dari dana transfer ke daerah.

Menurut anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, M Taufik Zoelkifli, pemangkasan ini berdampak langsung terhadap penurunan okupansi hotel, khususnya di ibu kota. Ia menyoroti bahwa rapat dan pertemuan yang sebelumnya rutin dilakukan di hotel, kini dialihkan ke kantor kementerian atau gedung pemerintah.

Taufik juga menyebutkan bahwa lemahnya daya beli masyarakat membuat minat menginap di hotel turun signifikan. Untuk menghindari dampak lebih luas, ia mendorong pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi wisata lokal demi menggairahkan kembali sektor perhotelan.

“Jika tidak segera ada upaya konkret, ancaman PHK massal akan menjadi kenyataan di industri ini,” ujarnya.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, turut memperingatkan bahwa jika tren ini berlanjut, sejumlah hotel di Jakarta bisa tutup permanen. Ia menekankan bahwa sektor hotel yang rentan perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah karena kontribusinya terhadap ekonomi daerah.

Pada kuartal pertama 2025, pemerintah nyaris tidak melakukan belanja akomodasi. Dua hotel di Bogor, Sahira Butik Hotel Paledang dan Sahira Butik Hotel Pakuan, telah berhenti beroperasi sejak Maret.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa langkah efisiensi anggaran ini diambil untuk mengalihkan alokasi dana ke program prioritas seperti makan bergizi gratis, swasembada pangan dan energi, serta peningkatan layanan kesehatan.

Namun, pelaku industri perhotelan berharap agar pemerintah juga memperhatikan keseimbangan dalam kebijakan fiskal agar sektor jasa seperti perhotelan tidak terpuruk terlalu dalam.

Efisiensi Anggaran Industri Hotel Kondisi Ekonomi 2025 Okupansi Hotel PHK Perhotelan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleEvent Mancing di Maluhu Dongkrak UMKM dan Ekowisata
Next Article Peringati Hari Lahir Pancasila, Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat

Informasi lainnya

Menabung Tak Cukup di Era Sekarang

21 Januari 2026

Mendirikan Yayasan, Cara Orang Kaya Menata Warisan Sosial

20 Januari 2026

Pemerintah Bebaskan PPh 21 Pekerja Padat Karya Hingga 2026

5 Januari 2026

Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam

4 Januari 2026

Tahun Pajak 2026 Tanpa Kenaikan Tarif, Pemerintah Fokus Digitalisasi dan Insentif

31 Desember 2025

Rupiah Dibuka Tertekan di Level 16.773 per Dolar AS

29 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Ubox: Solusi Sewa Powerbank Praktis di Bandara

Techno Silva

Tips Efektif untuk Tingkatkan Produktivitas Sehari-hari

Opini Alfi Salamah

Khairuddin Barbarossa: Laksamana Legendaris dan Pahlawan Laut Mediterania

Biografi Alfi Salamah

Rp10 Ribu, Antara Anggaran dan Harapan

Opini Alfi Salamah

Keindahan Negeri Dua Benua, Inilah 10 Tempat yang Harus Dikujungi di Turki

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.