Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Industri Hotel Tertekan, Okupansi Merosot dan PHK Mengancam

Kebijakan efisiensi anggaran dan penurunan daya beli sebabkan industri perhotelan alami keterpurukan pada awal 2025.
ErickaEricka1 Juni 2025 Ekonomi
Dampak Efisiensi Anggaran terhadap Industri Hotel 2025
Ilustrasi Dampak Efisiensi Anggaran terhadap Industri Hotel 2025 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Industri perhotelan nasional tengah menghadapi tekanan berat akibat kombinasi kebijakan efisiensi belanja negara dan merosotnya daya beli masyarakat. Ketua Persatuan Pengusaha Hotel Indonesia, Hariyadi Sukamdani, menyatakan bahwa kondisi ini sangat memprihatinkan dan berpotensi menimbulkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor akomodasi.

“Ini bukan hanya karena pemotongan anggaran, tapi ekonomi kita juga terus merosot,” ujar Hariyadi pada Ahad (1/6/2025).

Kondisi ini diperparah oleh kebijakan pemerintah pusat yang memangkas anggaran belanja kementerian/lembaga dan transfer ke daerah melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2025. Total pemangkasan mencapai Rp306,69 triliun, dengan Rp256,1 triliun berasal dari belanja kementerian/lembaga dan Rp50,59 triliun dari dana transfer ke daerah.

Menurut anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, M Taufik Zoelkifli, pemangkasan ini berdampak langsung terhadap penurunan okupansi hotel, khususnya di ibu kota. Ia menyoroti bahwa rapat dan pertemuan yang sebelumnya rutin dilakukan di hotel, kini dialihkan ke kantor kementerian atau gedung pemerintah.

Taufik juga menyebutkan bahwa lemahnya daya beli masyarakat membuat minat menginap di hotel turun signifikan. Untuk menghindari dampak lebih luas, ia mendorong pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi wisata lokal demi menggairahkan kembali sektor perhotelan.

“Jika tidak segera ada upaya konkret, ancaman PHK massal akan menjadi kenyataan di industri ini,” ujarnya.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, turut memperingatkan bahwa jika tren ini berlanjut, sejumlah hotel di Jakarta bisa tutup permanen. Ia menekankan bahwa sektor hotel yang rentan perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah karena kontribusinya terhadap ekonomi daerah.

Pada kuartal pertama 2025, pemerintah nyaris tidak melakukan belanja akomodasi. Dua hotel di Bogor, Sahira Butik Hotel Paledang dan Sahira Butik Hotel Pakuan, telah berhenti beroperasi sejak Maret.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa langkah efisiensi anggaran ini diambil untuk mengalihkan alokasi dana ke program prioritas seperti makan bergizi gratis, swasembada pangan dan energi, serta peningkatan layanan kesehatan.

Namun, pelaku industri perhotelan berharap agar pemerintah juga memperhatikan keseimbangan dalam kebijakan fiskal agar sektor jasa seperti perhotelan tidak terpuruk terlalu dalam.

Efisiensi Anggaran Industri Hotel Kondisi Ekonomi 2025 Okupansi Hotel PHK Perhotelan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleEvent Mancing di Maluhu Dongkrak UMKM dan Ekowisata
Next Article Peringati Hari Lahir Pancasila, Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat

Informasi lainnya

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

17 Maret 2026

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

16 Maret 2026

Potensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun

14 Maret 2026

Prabowo dan Gibran Terima THR, Nominalnya Disorot Publik

13 Maret 2026

Cara Mengatur THR Lebaran Agar Tidak Habis untuk Belanja

12 Maret 2026

Friderica Widyasari Pimpin OJK, Pasar Dinilai Stabil

12 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Kalau Tidak Viral, Mana Mau Kalian Membantu?

Opini Udex Mundzir

Mengapa Sandal dan Sepatu Harus Diparkir dengan Rapi?

Daily Tips Assyifa

Federal Oil Gelar Acara Pasca Peluncuran Gresini Racing MotoGP

Bisnis Alfi Salamah

Bekerja Berat saat Ramadan: Bolehkah Tidak Puasa dan Bayar Fidyah?

Islami Assyifa

Rusia dan Ancaman Tsunami Abadi

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi