Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Jokowi Kritik Megawati: Kepala Daerah Dipilih Rakyat, Bukan Partai

Mantan Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa kepala daerah harus mengutamakan kepentingan rakyat, bukan partai politik.
SilvaSilva21 Februari 2025 Politik
Jokowi Kritik Megawati Boikot Retret
Jokowi Kritik Megawati Boikot Retret (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyesalkan keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang melarang kepala daerah dari partainya mengikuti retret kepemimpinan di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Ia menegaskan bahwa kepala daerah adalah pemimpin yang dipilih rakyat dan harus bekerja untuk kepentingan bangsa, bukan partai.

“Ini urusan pemerintahan, yang mengundang adalah Presiden. Ya mestinya hadir, datang,” ujar Jokowi kepada wartawan di kediamannya di Solo, Jumat (21/02/2025).

Jokowi menegaskan bahwa kepala daerah bertanggung jawab kepada rakyat, bukan kepada partai yang mengusungnya. Ia mengingatkan bahwa mereka harus bekerja demi kepentingan nasional, bukan untuk kelompok atau golongan tertentu.

“Karena mereka dipilih oleh rakyat dan untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara, bukan untuk yang lain,” tegasnya.

Sebelumnya, Megawati mengeluarkan instruksi kepada kepala daerah PDIP agar menunda keberangkatan ke Magelang untuk mengikuti pembekalan yang digelar oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Instruksi ini tertuang dalam surat resmi bernomor 7294/IN/DPP/II/2025 yang ditandatangani pada Kamis (20/02/2025), sehari setelah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ditahan oleh KPK.

Dalam surat tersebut, Megawati meminta kadernya tetap berada dalam komunikasi aktif dan menunggu arahan lebih lanjut. Langkah ini dinilai sebagai bentuk protes terhadap dinamika politik yang berkembang setelah penahanan Hasto.

Diketahui, retret kepala daerah di Akmil Magelang ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada 505 kepala daerah terpilih hasil Pilkada Serentak 2024. Program ini berlangsung 21–28 Februari 2025 dan berisi pelatihan kepemimpinan serta strategi pembangunan daerah.

Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menyatakan akan mematuhi instruksi Megawati dan menunda keberangkatannya ke Magelang. Sebaliknya, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memilih bungkam ketika ditanya wartawan terkait keputusannya mengikuti retret atau tidak.

Kontroversi ini memicu perdebatan luas di kalangan politik nasional, dengan banyak pihak mempertanyakan sejauh mana partai politik bisa mengatur kepala daerah yang sudah terpilih melalui mekanisme demokrasi.

Jokowi Megawati Soekarnoputri PDIP Pilkada 2024 Prabowo Subianto Retret Akmil
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleJokowi: Kepala Daerah Harus Hadir di Retret Akmil Magelang
Next Article ICW Dorong KPK Segera Limpahkan Kasus Hasto ke Pengadilan

Informasi lainnya

Prabowo dan Gibran Terima THR, Nominalnya Disorot Publik

13 Maret 2026

Istana Gelar Nuzulul Quran, Prabowo Ajak Tokoh Agama Bersatu

11 Maret 2026

MUI Soroti Pasal Nikah Siri dalam KUHP Baru

8 Januari 2026

Pasal Penghinaan Presiden Dinilai Rentan Bungkam Kritik

4 Januari 2026

Bupati Aceh Utara Pertanyakan Absennya Presiden Saat Banjir

30 Desember 2025

Prabowo Nilai Anggaran Pemulihan Sumatera Realistis dan Terukur

8 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Memahami Kuasa Pengampunan Negara

Gagasan Ericka

XL dan Smartfren Merger: Strategi Besar Telekomunikasi

Bisnis Assyifa

Ciri-Ciri Buzzer dan Pengaruhnya dalam Dunia Bisnis

Bisnis Ericka

Kebebasan Pers yang Dikikis Diam-Diam

Editorial Udex Mundzir

Dinasti Umayyah, Fondasi Kejayaan Islam yang Melintasi Zaman

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi