Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Cegah Karhutla Berulang, PKS Kaltim Bergerak

KH Syukron Ma’mun Wafat, Warisan Dakwahnya Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 20 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

KH Syukron Ma’mun Wafat, Warisan Dakwahnya Abadi

Pengasuh Pesantren Daarul Rahman Jakarta wafat setelah puluhan tahun mengabdikan hidup bagi pendidikan Islam dan dakwah.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati18 Oktober 2026 Obituari
KH Syukron Ma’mun Wafat, Warisan Dakwahnya Abadi
Prof KH Syukron Ma’mun, pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta, wafat pada Minggu (18/10/2026). Almarhum dikenal sebagai ulama dan pendakwah berjuluk Singa Podium. (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Dunia pesantren Indonesia kehilangan salah seorang ulama yang dikenal lantang berdakwah sekaligus tekun membina generasi muda. Prof KH Syukron Ma’mun, pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta yang dikenal dengan julukan Singa Podium, wafat pada Minggu (18/10/2026) setelah menjalani perawatan akibat gangguan kesehatan jantung.

Kabar wafatnya KH Syukron Ma’mun membawa duka bagi keluarga, santri, alumni, dan masyarakat yang mengenal kiprah dakwahnya selama puluhan tahun. Ulama yang menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk pendidikan Islam itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, setelah kondisi kesehatannya menurun dalam beberapa pekan terakhir.

Kepergian KH Syukron Ma’mun bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar Pesantren Daarul Rahman. Sosoknya telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan pesantren dan dakwah Islam di Jakarta, terutama melalui pembinaan santri serta ceramah keagamaan yang dikenal tegas dan penuh semangat.

Kondisi Kesehatan Menurun Sebelum Wafat

Putra almarhum, KH Muhammad Faiz Syukron Makmun atau Gus Faiz, mengungkapkan bahwa kesehatan ayahnya mulai menurun sekitar dua pekan sebelum wafat. KH Syukron mengalami gangguan jantung cukup berat sehingga harus menjalani perawatan medis.

Setelah kondisinya sempat membaik, almarhum diperbolehkan kembali ke rumah. Meski demikian, keluarga tetap memberikan pendampingan karena kondisi kesehatannya belum sepenuhnya pulih.

Menjelang hari terakhir, Gus Faiz masih berkesempatan mendampingi dan berbincang dengan ayahnya. Percakapan tersebut berlangsung seperti biasa, tanpa ada pesan khusus yang mengisyaratkan bahwa kebersamaan mereka segera berakhir.

“Sehabis shalat Subuh ngobrol biasa dengan saya,” ujar Gus Faiz ketika menceritakan saat-saat terakhir bersama ayahnya dalam rangkaian prosesi jenazah di Pesantren Daarul Rahman, Jagakarsa, Jakarta, Minggu (18/10/26).

Tidak lama setelah percakapan tersebut, kondisi KH Syukron kembali memburuk. Almarhum mengalami sesak napas sehingga keluarga segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Upaya penanganan dilakukan, tetapi kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan wafat. Kabar duka kemudian menyebar di kalangan pesantren, organisasi keagamaan, dan masyarakat yang selama ini mengikuti dakwahnya.

Wasiat Terakhir tentang Pemakaman

Di balik kepergiannya, KH Syukron Ma’mun meninggalkan sejumlah pesan kepada keluarga. Salah satunya berkaitan dengan pelaksanaan pemakaman yang diinginkan berlangsung tanpa penundaan.

Almarhum juga telah menyampaikan keinginan agar sejumlah sahabat dan ulama yang dikenalnya turut mengambil bagian dalam prosesi salat jenazah serta pembacaan talqin.

Baca Juga:
  • Kaltim Berduka, Norbaiti Isran Noor Istri Gubernur Meninggal Dunia
  • Cak Sholeh Wafat, Tinggalkan Jejak Advokasi Warga
  • Bendahara Demokrat Renville Antonio Meninggal Kecelakaan Moge
  • Istri Gubernur Kaltim Wafat, Alek PKS Ucapkan Dukacita Mendalam

“Cepat. Yang paling penting, teman-teman saya kamu kan tahu, tolong ada yang imami. Ada yang nalqini,” tutur Gus Faiz saat menyampaikan kembali pesan ayahnya di Pesantren Daarul Rahman, Jagakarsa, Jakarta, Minggu (18/10/26).

Keinginan tersebut menjadi perhatian keluarga dalam mempersiapkan prosesi pemakaman. Salat jenazah almarhum dipimpin KH Mahfudz Asirun, yang pernah menjabat Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama DKI Jakarta.

Menariknya, KH Syukron telah menentukan sendiri lokasi yang diinginkannya sebagai tempat peristirahatan terakhir. Keputusan itu disampaikan kepada keluarga sekitar lima tahun sebelum wafat.

Lokasi tersebut berada di kompleks Pesantren Daarul Rahman, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tidak jauh dari pohon kelapa yang pernah ditanamnya sendiri. Tempat itu kemudian menjadi lokasi pemakaman almarhum.

“Beliau bilang, ‘Nanti kepala saya di sini.’ Dan itu saya wujudkan bersama,” ungkap Gus Faiz ketika menjelaskan keinginan ayahnya mengenai lokasi pemakaman, di Pesantren Daarul Rahman, Jagakarsa, Jakarta, Minggu (18/10/26).

Pilihan dimakamkan di lingkungan pesantren memiliki kedekatan dengan perjalanan hidup KH Syukron. Di tempat itulah ia mencurahkan perhatian untuk membangun pendidikan agama, mendampingi santri, dan menjaga keberlangsungan kegiatan dakwah.

Puluhan Tahun Mengabdikan Hidup untuk Pesantren

Nama KH Syukron Ma’mun tidak dapat dipisahkan dari perkembangan Pondok Pesantren Daarul Rahman. Lembaga pendidikan Islam tersebut menjadi tempat pengabdiannya selama puluhan tahun, sekaligus ruang untuk membina generasi penerus.

Dalam perjalanan pengabdiannya, KH Syukron menghabiskan sekitar 41 tahun di lingkungan Pesantren Daarul Rahman kawasan Senopati, Jakarta Selatan. Aktivitas pendidikan kemudian berlanjut di kawasan Jagakarsa selama sekitar satu dekade.

Selama masa tersebut, kegiatan pesantren tidak hanya berpusat pada pengajaran ilmu agama. Pembinaan kedisiplinan, pembentukan akhlak, serta penguatan kemampuan santri untuk hidup di tengah masyarakat menjadi bagian penting dari pendidikan pesantren.

KH Syukron juga dikenal luas sebagai pendakwah yang memiliki kemampuan berbicara di hadapan publik. Gaya ceramahnya yang tegas, bersemangat, dan mudah dikenali membuatnya memperoleh julukan Singa Podium.

Namun, kiprah dakwahnya tidak berhenti pada mimbar ceramah. Pendidikan pesantren menjadi bagian penting dari pengabdiannya karena melalui lembaga tersebut, ilmu agama dapat diteruskan kepada generasi berikutnya secara berkelanjutan.

Artikel Terkait:
  • Hamdan ATT Wafat, Sang Pelantun ‘Termiskin di Dunia’ Tinggalkan Duka
  • Paus Fransiskus Wafat di Vatikan pada Usia 88 Tahun
  • Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara
  • Prof. Dr. Awang Faroek Ishak Tutup Usia

Pesantren memiliki peran penting dalam pendidikan Islam Indonesia. Selain mengajarkan Al-Qur’an dan berbagai disiplin ilmu keislaman, pesantren juga membentuk kehidupan bersama antara santri, guru, dan masyarakat melalui tradisi belajar serta keteladanan sehari-hari.

Dalam perjalanan panjangnya, KH Syukron memilih mempertahankan hubungan erat antara dakwah dan pendidikan. Keduanya menjadi jalan pengabdian yang terus dijalankannya hingga usia lanjut.

Santri Menjadi Bagian dari Pesan Terakhir

Salah satu pesan KH Syukron yang disampaikan keluarga memperlihatkan betapa besar perhatian almarhum kepada para santri. Bahkan, menjelang akhir hayat, ia masih mengaitkan kepergiannya dengan kegiatan membaca Al-Qur’an di lingkungan pesantren.

“Kalau saya mati, Is, biar santri-santri saya yang baca Qur’an agar menjadi saksi di hadapan Allah bahwa saya itu tidak pernah berpikir apa pun kecuali dakwah dan pesantren,” ujar Gus Faiz saat mengutip pesan ayahnya dalam prosesi jenazah di Pesantren Daarul Rahman, Jagakarsa, Jakarta, Minggu (18/10/26).

Pesan tersebut menggambarkan hubungan yang dibangun KH Syukron dengan para santri selama masa pengabdiannya. Bagi almarhum, keberadaan santri bukan sekadar bagian dari aktivitas lembaga pendidikan, melainkan penerus ilmu dan dakwah yang selama ini diperjuangkannya.

Kepergian seorang pengasuh pesantren juga membawa tanggung jawab baru bagi keluarga dan pengelola lembaga. Keberlangsungan pendidikan, pembinaan santri, serta pemeliharaan tradisi keilmuan menjadi pekerjaan yang harus terus dijalankan setelah wafatnya tokoh utama.

Bagi para alumni, hubungan dengan pesantren tidak selalu berakhir ketika masa pendidikan selesai. Nilai-nilai yang diperoleh selama belajar dapat diteruskan melalui pekerjaan, kehidupan keluarga, kegiatan sosial, dan pengabdian kepada masyarakat.

Warisan Pendidikan di Tengah Perubahan Zaman

Wafatnya KH Syukron Ma’mun terjadi ketika lembaga pendidikan Islam terus menghadapi perubahan kebutuhan masyarakat. Pesantren dituntut mempertahankan kekuatan pendidikan agama sekaligus mempersiapkan santri menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kehidupan sosial.

Perjalanan panjang KH Syukron bersama Pesantren Daarul Rahman memperlihatkan pentingnya kesinambungan pendidikan yang tidak bergantung pada satu generasi. Pengabdian seorang kiai dapat berlanjut melalui para pengajar, santri, alumni, dan lembaga yang dibangunnya.

Jangan Lewatkan:
  • Diding Boneng Meninggal di Usia 76 Tahun, Dunia Lawak Berduka
  • Ibu Mahfud MD, Siti Khadijah, Tutup Usia
  • Atmakusumah Astraatmadja Berpulang, Menkomdigi Sebut Sosok Inspirasi Kebebasan Pers
  • Sosok Pembina Jurnalis Kaltim Sukri Tutup Usia

Kehilangan seorang pengasuh tentu membawa duka bagi lingkungan pesantren. Namun, kegiatan belajar, pembinaan akhlak, dan pengajaran agama yang telah berlangsung selama puluhan tahun tetap memiliki ruang untuk diteruskan.

Bagi masyarakat, keberadaan pesantren juga berkaitan dengan akses pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, keberlanjutan lembaga setelah wafatnya pendiri atau pengasuh merupakan bagian penting dari tanggung jawab pendidikan.

KH Syukron Ma’mun kini beristirahat di lingkungan pesantren yang menjadi bagian besar perjalanan hidupnya. Di tempat yang sama, kegiatan pendidikan dan pembelajaran para santri menjadi warisan pengabdian yang diharapkan terus hidup setelah kepergiannya.

KH Syukron Ma’mun Obituari Ulama Pendidikan Pesantren Pesantren Daarul Rahman Ulama Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSyarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi
Next Article Cegah Karhutla Berulang, PKS Kaltim Bergerak

Informasi lainnya

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

15 Oktober 2026

Martha Tilaar Tutup Usia, Wariskan Kejayaan Sariayu

14 Oktober 2026

Danny Setiawan Wafat, Jejak Panjang Birokrat Jabar

19 September 2026

Cak Sholeh Wafat, Tinggalkan Jejak Advokasi Warga

7 Agustus 2026

Diding Boneng Meninggal di Usia 76 Tahun, Dunia Lawak Berduka

3 Agustus 2026

Mengenang Rachmat Gobel, Putra Bangsa yang Mendedikasikan Hidup bagi Industri dan Negeri

10 Juli 2026
Paling Sering Dibaca

Guru ASN di Sekolah Swasta

Editorial Udex Mundzir

Risma Nurrohmah, Empati yang Menjadi Strategi

Profil Adit Musthofa

Lelah Beribadah

Islami Syamril Al-Bugisyi

Tips dan Perlengkapan Mendaki Gunung Rinjani bagi Pemula

Travel Alfi Salamah

Pengalaman Naik Bus Umum Samarinda-Balikpapan: Tiket Murah, Musik Dangdut, dan Jalanan Bergelombang

Travel Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi