Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Lonjakan Harga Minyak Dunia Jadi Peluang Percepatan EBT

Kenaikan harga minyak akibat konflik Iran-Israel dinilai sebagai momentum penting percepatan transisi energi baru terbarukan.
ErickaEricka16 Juni 2025 Ekonomi
Kenaikan Harga Minyak Dunia dan Transisi Energi
Ilustrasi Kenaikan Harga Minyak Dunia dan Transisi Energi (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Konflik yang memanas antara Iran dan Israel mendorong harga minyak dunia naik signifikan, dan hal ini dinilai sebagai momen penting untuk mempercepat transisi energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia. Penilaian ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Mohammad Faisal, yang melihat bahwa situasi tersebut dapat menjadi stimulus bagi pengembangan energi ramah lingkungan di tanah air.

Faisal mengatakan bahwa selama ini energi baru dan terbarukan sulit bersaing karena harga energi fosil yang lebih murah. Namun, ketika harga minyak meningkat, daya saing energi fosil melemah, sehingga membuka peluang bagi pemerintah untuk mendorong pemanfaatan energi alternatif.

“Ketika energi fosil sudah mahal, tentu menjadi kurang kompetitif. Ini semestinya dimanfaatkan untuk mendorong pengembangan energi terbarukan,” ujarnya saat dihubungi dari Jakarta.

Ia menambahkan, fenomena geopolitik saat ini menjadi pendorong alami bagi Indonesia untuk segera memperluas proyek-proyek EBT. Dengan begitu, ketergantungan terhadap energi fosil bisa ditekan dan ketahanan energi nasional bisa diperkuat secara berkelanjutan.

Namun, Faisal juga mengingatkan bahwa lonjakan harga minyak dunia bisa berdampak langsung terhadap perekonomian domestik. Jika harga minyak mentah menembus angka 80 dolar AS per barel, kemungkinan besar pemerintah akan menyesuaikan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan solar.

“Biasanya berdampak bukan hanya ke ongkos transportasi, melainkan ke harga barang-barang yang lain, terutama bahan pangan,” jelasnya.

Dalam dokumen Kementerian Keuangan, asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dalam APBN 2025 ditetapkan sebesar 82 dolar AS per barel. Sementara itu, data ICP Mei 2025 mencatat harga rata-rata minyak mentah Indonesia masih di angka 65,29 dolar AS per barel. Saat ini, harga minyak dunia berkisar di 72–74 dolar AS per barel.

Kenaikan harga ini dipicu oleh serangan militer Israel ke Iran pada Jumat (13/6), yang disebut sebagai “Operation Rising Lion”, menargetkan fasilitas militer dan nuklir. Serangan balasan dari Iran, yang diberi nama “Operation True Promise 3”, turut memanaskan situasi. Korban jiwa dilaporkan mencapai ratusan di kedua belah pihak.

Melihat perkembangan tersebut, sejumlah analis menilai bahwa ketidakstabilan harga minyak akan terus berlanjut jika konflik tidak mereda. Pemerintah Indonesia pun didorong untuk memperkuat kebijakan transisi energi sebagai bentuk adaptasi terhadap dinamika global dan potensi krisis energi.

CORE Energi terbarukan Harga Minyak Dunia Konflik Iran-Israel Transisi Energi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePenerima Beasiswa di AS Diberi Opsi Pindah ke Kampus Inggris
Next Article Indonesia Luncurkan Obligasi Terumbu Karang untuk Konservasi Laut

Informasi lainnya

Menabung Tak Cukup di Era Sekarang

21 Januari 2026

Mendirikan Yayasan, Cara Orang Kaya Menata Warisan Sosial

20 Januari 2026

Eka Cahya Prima Jadi Profesor Fisika Termuda di UPI

14 Januari 2026

Pemerintah Bebaskan PPh 21 Pekerja Padat Karya Hingga 2026

5 Januari 2026

Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam

4 Januari 2026

Tahun Pajak 2026 Tanpa Kenaikan Tarif, Pemerintah Fokus Digitalisasi dan Insentif

31 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Koruptor Dimanja, Rakyat Dihukum Pajak

Opini Udex Mundzir

Koperasi Desa atau Alat Kuasa?

Editorial Udex Mundzir

Membeli Oleh-Oleh yang Bermanfaat dan Bernilai: Tips Agar Tidak Menjadi Sampah

Opini Alfi Salamah

Membedah Tren Pembelian Barang Palsu di Dunia Fashion

Bisnis Ericka

Khairuddin Barbarossa: Laksamana Legendaris dan Pahlawan Laut Mediterania

Biografi Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.