Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Mendagri Tito: Rp10 Miliar Anggaran Stunting, Rakyat Hanya Terima Rp2 Miliar

Pola penggunaan anggaran daerah harus diubah agar lebih efisien dan tepat sasaran.
AssyifaAssyifa18 Desember 2024 Nasional
Efisiensi anggaran stunting
Tito Karnavian, Mendagri (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyayangkan pola penggunaan anggaran program stunting yang dinilai tidak efisien. Dalam Rapat Koordinasi Nasional Keuangan Daerah di Jakarta, Rabu (18/12/2024), Tito mengungkapkan bahwa dari total anggaran Rp10 miliar untuk program tersebut, hanya Rp2 miliar yang benar-benar sampai kepada masyarakat.

“Ada program stunting, anggarannya Rp10 miliar. Rapat koordinasi, studi banding, dan kegiatan lainnya habiskan Rp6 miliar. Yang sampai ke ibu hamil dan anak di bawah dua tahun hanya Rp2 miliar. Rp2 miliar lagi untuk evaluasi,” ujar Tito.

Ia meminta Direktur Jenderal Keuangan Daerah untuk memantau secara ketat belanja daerah yang dianggap tidak efisien. Tito juga mengingatkan kepala daerah agar tidak tertipu oleh bawahan yang mengelola anggaran secara tidak tepat.

Menurutnya, anggaran program biasanya dikelola oleh Sekretaris Daerah, Badan Pendapatan Daerah, atau Badan Keuangan dan Aset Daerah.

“Jangan sampai program-program ini malah dipenuhi dengan rapat-rapat yang katanya untuk penguatan. Saya bilang, kapan kuat-kuatnya kalau terus rapat,” tambah Tito.

Lebih lanjut, Tito menyampaikan pentingnya perubahan dalam pola penggunaan anggaran, agar efisien dan mampu meningkatkan pendapatan daerah. Dengan pendapatan yang tinggi dan pengelolaan anggaran yang tepat, daerah bisa mandiri tanpa bergantung pada transfer dari pusat.

“Jika daerah bisa mandiri, maka pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut akan meningkat dan inflasi dapat terkendali,” jelas Tito.

Tito juga menegaskan bahwa izin perusahaan harus dikelola secara baik, salah satunya dengan membuat mal pelayanan publik yang terintegrasi.

“Pelayanan publik harus mudah, cepat, dan efisien,” katanya.

Ia berharap daerah yang memiliki pendapatan lebih tinggi dibandingkan dana transfer dari pusat dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menciptakan program yang berdampak nyata untuk masyarakat.

Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePeraturan Wajib Diketahui Sebelum Kunjungi IKN
Next Article Justin Hubner Cedera Gegar Otak, Absen di Semifinal Piala AFF

Informasi lainnya

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

16 Maret 2026

Bolehkah Merekam Khutbah Salat Ied dengan Ponsel?

15 Maret 2026

DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

15 Maret 2026

ESDM Siapkan Konversi PLTD ke PLTS di Daerah 3T

14 Maret 2026

Menag Larang ASN Kemenag Pakai Mobil Dinas Saat Mudik

13 Maret 2026

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

13 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Risma Nurrohmah, Empati yang Menjadi Strategi

Profil Adit Musthofa

Mike Tyson vs Jake Paul, Duel Fenomenal untuk Konten YouTube!

Editorial Udex Mundzir

Rahasia Membuat Kentang Goreng Tetap Sehat

Food Alfi Salamah

Pilkada Jakarta: Gugat Aja Dulu

Editorial Udex Mundzir

Koperasi Desa: Membangun atau Menguras?

Editorial Assyifa
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi