Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Mendagri Tito: Rp10 Miliar Anggaran Stunting, Rakyat Hanya Terima Rp2 Miliar

Pola penggunaan anggaran daerah harus diubah agar lebih efisien dan tepat sasaran.
AssyifaAssyifa18 Desember 2024 Nasional
Efisiensi anggaran stunting
Tito Karnavian, Mendagri (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyayangkan pola penggunaan anggaran program stunting yang dinilai tidak efisien. Dalam Rapat Koordinasi Nasional Keuangan Daerah di Jakarta, Rabu (18/12/2024), Tito mengungkapkan bahwa dari total anggaran Rp10 miliar untuk program tersebut, hanya Rp2 miliar yang benar-benar sampai kepada masyarakat.

“Ada program stunting, anggarannya Rp10 miliar. Rapat koordinasi, studi banding, dan kegiatan lainnya habiskan Rp6 miliar. Yang sampai ke ibu hamil dan anak di bawah dua tahun hanya Rp2 miliar. Rp2 miliar lagi untuk evaluasi,” ujar Tito.

Ia meminta Direktur Jenderal Keuangan Daerah untuk memantau secara ketat belanja daerah yang dianggap tidak efisien. Tito juga mengingatkan kepala daerah agar tidak tertipu oleh bawahan yang mengelola anggaran secara tidak tepat.

Menurutnya, anggaran program biasanya dikelola oleh Sekretaris Daerah, Badan Pendapatan Daerah, atau Badan Keuangan dan Aset Daerah.

“Jangan sampai program-program ini malah dipenuhi dengan rapat-rapat yang katanya untuk penguatan. Saya bilang, kapan kuat-kuatnya kalau terus rapat,” tambah Tito.

Lebih lanjut, Tito menyampaikan pentingnya perubahan dalam pola penggunaan anggaran, agar efisien dan mampu meningkatkan pendapatan daerah. Dengan pendapatan yang tinggi dan pengelolaan anggaran yang tepat, daerah bisa mandiri tanpa bergantung pada transfer dari pusat.

“Jika daerah bisa mandiri, maka pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut akan meningkat dan inflasi dapat terkendali,” jelas Tito.

Tito juga menegaskan bahwa izin perusahaan harus dikelola secara baik, salah satunya dengan membuat mal pelayanan publik yang terintegrasi.

“Pelayanan publik harus mudah, cepat, dan efisien,” katanya.

Ia berharap daerah yang memiliki pendapatan lebih tinggi dibandingkan dana transfer dari pusat dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menciptakan program yang berdampak nyata untuk masyarakat.

Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePeraturan Wajib Diketahui Sebelum Kunjungi IKN
Next Article Justin Hubner Cedera Gegar Otak, Absen di Semifinal Piala AFF

Informasi lainnya

Usai Dituduh Pakai Spons, Pedagang Es Gabus Dapat Kulkas dari TNI

29 Januari 2026

Catat Tanggalnya, Nisfu Syaban 2026

17 Januari 2026

HAB ke-80 Kemenag Digelar Sederhana, Dana Dialihkan

5 Januari 2026

Gambir dan Senayan Jadi Titik Demo, Lalu Lintas Terancam Padat

5 Januari 2026

Pemprov DKI Gratiskan Transjakarta, MRT, dan LRT Selama Dua Hari

31 Desember 2025

Jalan Sudirman-Thamrin Ditutup Saat CFN Malam Tahun Baru

31 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Tegakkan Keadilan, Umar bin Abdul Aziz Wafat Karena Diracun

Islami Alfi Salamah

Marselino Ferdinan, Bintang Muda Gemilang di Timnas Indonesia

Kroscek Alfi Salamah

Tips Hindari FOMO Agar Tetap Kalem dan Bahagia

Daily Tips Ericka

China Hadirkan Menara Penyaring Udara Setinggi 328 Kaki

Lainnya Ericka

Pulau Sumba, Surga Eksotis Baru

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.