Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pakar AI Peringatkan Bahaya DeepSeek, Dunia Bisa Makin Suram

Perkembangan pesat kecerdasan buatan meningkatkan risiko penyalahgunaan teknologi di tengah persaingan global.
AssyifaAssyifa1 Februari 2025 Saintek
Risiko Keamanan AI DeepSeek
Risiko Keamanan AI DeepSeek (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Persaingan ketat di dunia kecerdasan buatan (AI) memunculkan kekhawatiran baru terkait keamanan dan etika penggunaannya. Yoshua Bengio, salah satu pionir AI yang dikenal sebagai Godfather AI, mengingatkan bahwa perkembangan pesat AI, terutama dengan kehadiran DeepSeek dari Tiongkok, dapat memperburuk situasi global jika tidak diawasi dengan ketat.

Dalam wawancara dengan The Guardian pada Jumat (31/1/2025), Bengio menyoroti bahwa persaingan agresif antara perusahaan teknologi di Amerika Serikat dan Tiongkok berisiko besar mengabaikan aspek keamanan. Ia menyebut bahwa saat satu pihak memiliki keunggulan yang signifikan, mereka masih bisa lebih berhati-hati dalam pengembangan teknologi. Namun, jika persaingan terlalu ketat, banyak perusahaan akan terpaksa mempercepat inovasi tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjangnya.

“Dalam kondisi seperti ini, perusahaan-perusahaan besar mungkin mengesampingkan aspek keselamatan demi melampaui pesaing mereka,” ujar Bengio.

Bengio juga menyoroti kehadiran DeepSeek, startup AI asal Tiongkok, yang dalam waktu singkat berhasil menyaingi model AI buatan Barat. Menurutnya, perkembangan ini bisa menjadi pemicu bagi perusahaan AS untuk menurunkan standar keamanan demi mengejar ketertinggalan.

Pada KTT Keamanan AI 2023 di Bletchley Park, Inggris, Bengio bersama 96 pakar lainnya merilis laporan internasional pertama tentang keamanan AI. Laporan tersebut mengidentifikasi sejumlah ancaman yang ditimbulkan oleh AI, termasuk potensinya dalam serangan siber, pengembangan senjata biologis, hingga penyebaran disinformasi secara masif.

Menurut laporan itu, AI kini mampu menghasilkan instruksi rinci untuk menciptakan ancaman biologis yang lebih canggih dibandingkan kemampuan manusia biasa. Bahkan, sistem AI tingkat lanjut dapat membantu merancang strategi perang siber dan manipulasi informasi dalam skala besar.

Laporan ini juga menyoroti bahwa AI semakin dimanfaatkan dalam bidang militer dan politik global. Beberapa negara telah mulai mengembangkan sistem pertahanan berbasis AI, sementara kelompok tertentu menggunakan teknologi ini untuk propaganda dan penyebaran berita palsu.

Meski demikian, laporan ini juga menekankan manfaat besar AI dalam dunia medis, sains, dan ekonomi. AI telah terbukti mempercepat penemuan obat, mengoptimalkan rantai pasok global, serta membantu berbagai industri dalam meningkatkan efisiensi produksi.

Bengio menekankan bahwa tanpa regulasi ketat, AI bisa berkembang menjadi ancaman serius bagi kemanusiaan. Ia mendorong adanya kerja sama global untuk memastikan AI berkembang dengan aman dan bertanggung jawab.

“Kita perlu memastikan bahwa AI dikembangkan dengan tanggung jawab dan tidak menjadi ancaman bagi umat manusia,” tambahnya.

Sejumlah negara telah mulai merancang kebijakan terkait pengawasan AI. Uni Eropa, misalnya, telah mengesahkan Undang-Undang AI yang mengatur penggunaan teknologi ini dalam berbagai sektor. Sementara itu, Amerika Serikat dan Tiongkok masih terus memperdebatkan batasan etika yang harus diterapkan dalam pengembangan AI mereka.

Di tengah kekhawatiran ini, KTT global berikutnya tentang keamanan AI dijadwalkan berlangsung pada Februari mendatang di Paris. Forum ini diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih ketat untuk mengatur perkembangan AI agar tetap berada dalam batas etika dan keamanan.

Namun, hingga kini, belum ada tanda-tanda bahwa industri AI akan memperlambat laju inovasinya. Persaingan tetap berlangsung sengit, dengan perusahaan-perusahaan raksasa berlomba-lomba menciptakan model AI yang lebih canggih.

DeepSeek Keamanan Siber Teknologi AI Yoshua Bengio
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePakar Keamanan Siber Ungkap Bahaya Kesalahan Kurs Rupiah di Google
Next Article Pramono Anung akan Rombak Gapura Batas Wilayah di Jakarta

Informasi lainnya

Gunung Padang Bongkar Tabir Peradaban Tertua di Dunia?

28 Desember 2025

Lima Fakta Menarik tentang Penemuan Ruang Antarbintang Voyager

26 Desember 2025

Langit Nusantara dan Fenomena Cahaya yang Tampak di atas kepulauan Indonesia

21 Desember 2025

Chatbot Religius Merebak, Akankah Tuhan Hadir Lewat Kode?

23 November 2025

BRIN Beri Penjelasan Tentang Meteor Jatuh di Cirebon

7 Oktober 2025

Puncak Gerhana Bulan Total Terlihat 8 September 01.11 WIB

7 September 2025
Paling Sering Dibaca

Sekolah Jam 6, Jam Malam Jam 9

Editorial Udex Mundzir

Mengenal Sosok Siti Maryam yang Penuh Keikhlasan

Islami Alfi Salamah

Di Balik Pagar yang Menyandera Laut

Editorial Udex Mundzir

Pabrik Semen Gresik Menjadi Objek Vital Nasional

Bisnis Alfi Salamah

Prestasi UGM Cemerlang, Integritas Belum Tercermin

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.