Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tunggu Penanganan BPBD, Camat Minta Pemdes Bantu Swadaya Warga Citepus

Kwaran Ponre Matangkan KMD untuk Pembina Pramuka

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 9 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret

Sidang isbat memutuskan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Sabtu setelah hilal belum memenuhi kriteria visibilitas.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati19 Maret 2026 Nasional
Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret
Menteri Agama Nasaruddin Umar usai memimpin sidang isbat (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Seperti menunggu fajar yang belum sepenuhnya terbit, pemerintah akhirnya menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, setelah posisi hilal dinilai belum memenuhi standar yang ditentukan. Keputusan ini diumumkan usai sidang isbat yang digelar Kementerian Agama pada Kamis malam.

Penetapan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, setelah memimpin rangkaian sidang isbat di Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan di berbagai wilayah Indonesia, tinggi hilal berada di kisaran 0,9 hingga 3,1 derajat dengan elongasi antara 4,5 hingga 6,1 derajat. Angka ini dinilai belum memenuhi kriteria minimum MABIMS, yakni tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat, sehingga 1 Syawal diputuskan jatuh pada Sabtu.

“Disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026,” ujar Nasaruddin Umar dalam konferensi pers.

Keputusan ini diambil melalui kombinasi metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan langsung), yang melibatkan tim Kementerian Agama, Pengadilan Agama, organisasi masyarakat Islam, serta instansi terkait. Sidang isbat juga dihadiri berbagai pihak seperti Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, hingga perwakilan DPR dan negara sahabat.

Meski demikian, terdapat perbedaan penetapan dengan Muhammadiyah yang lebih dahulu menetapkan Idulfitri pada Jumat, 20 Maret 2026. Perbedaan ini disebabkan penggunaan metode hisab yang menjadi pedoman utama organisasi tersebut, tanpa menunggu konfirmasi rukyat.

Fenomena perbedaan penetapan hari raya bukan hal baru di Indonesia. Sejak lama, perbedaan metode antara hisab dan rukyat kerap menghasilkan tanggal yang berbeda. Namun, pemerintah melalui sidang isbat berupaya menjadi titik temu berbagai pandangan dengan mempertimbangkan data ilmiah dan hasil pengamatan lapangan.

Sidang isbat sendiri memiliki akar sejarah panjang sejak awal kemerdekaan Indonesia. Tradisi ini mulai dilembagakan sejak era Presiden Soekarno melalui regulasi tahun 1946 yang memberi kewenangan kepada Menteri Agama dalam menetapkan hari raya keagamaan.

Seiring waktu, mekanisme ini diperkuat dengan berbagai aturan, termasuk Keputusan Menteri Agama tahun 1963 yang menjadikan sidang isbat sebagai forum resmi penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah.

Dalam praktiknya, sidang isbat digelar setiap tanggal 29 bulan Hijriah terkait, dengan tahapan pemaparan data astronomi, sidang tertutup, hingga pengumuman hasil kepada publik. Proses ini bertujuan menjaga kesatuan umat sekaligus mengakomodasi perbedaan pandangan di tengah masyarakat.

Dengan keputusan ini, umat Islam di Indonesia yang mengikuti pemerintah diharapkan dapat mempersiapkan diri menyambut Idulfitri pada Sabtu, termasuk dalam pelaksanaan mudik dan ibadah hari raya.

Sebagai penutup, sidang isbat kembali menegaskan perannya sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan dan tradisi keagamaan dalam menentukan momen penting umat Islam di Tanah Air.

1 Syawal 1447 H Hilal Indonesia Kementerian Agama Lebaran 2026 Sidang Isbat
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePrioritas Silaturahmi Lebaran, Siapa Didahulukan?
Next Article Sunnah Sunnah Sholat Ied di Hari Raya

Informasi lainnya

Rapimnas PJS Matangkan Langkah ke Dewan Pers

7 April 2026

Semeru Erupsi, Abu Capai 1 Km dari Puncak

4 April 2026

Banjir Genangi Jakarta Barat,12 RT dan Jalan Terendam

4 April 2026

Bandung Dilanda Cuaca Ekstrem, Puluhan Pohon Roboh

3 April 2026

Program MBG Dipangkas Jadi Lima Hari Sekolah

3 April 2026

Air Bersih Bitung Tercemar Usai Gempa M7,6

3 April 2026
Paling Sering Dibaca

Dampak Anjloknya IHSG terhadap Ekonomi Indonesia

Bisnis Ericka

Bahaya Riba dalam Islam dan Cara Menghindarinya

Islami Ericka

Misteri Kesehatan Ibadah Haji: Rahasia Imun Tubuh Tangguh

Islami Alfi Salamah

Hukum Berhubungan Suami Istri Malam Idulfitri

Islami Ericka

Adab dan Sunnah Menyambut Ibadah Qurban

Islami Udex Mundzir
Berita Lainnya
Daerah
Adit Musthofa7 April 2026

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Israel Batasi Salat Idul Fitri di Al Aqsa

Hujan Deras Picu Longsor di Cisayong Tasikmalaya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi