Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ketika Bencana Mengubah Cara Kita Bepergian

Wisata Gunung Api, Indah tapi Seberapa Aman?

Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 13 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Produk Luar Dominasi Destinasi, Wisata Lokal Tergerus di Rumah Sendiri

Ketimpangan produk, lemahnya branding daerah, dan praktik wisata ilegal dinilai menghambat kekuatan wisata lokal.
Udex MundzirUdex Mundzir22 Mei 2025 Pendidikan
Menikmati kopi Gayo di Jogja (.gdn)
Menikmati kopi Gayo di Jogja (.gdn)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Harapan memperkuat wisata lokal di Indonesia masih dihadang tantangan besar. Mulai dari dominasi produk luar daerah di pusat wisata hingga praktik liar yang merusak citra destinasi, persoalan ini menjadi sorotan dalam diskusi publik yang digelar Kamis (22/5/2025).

Farahiyah Inarah Putri, dosen desain produk, menyoroti ketimpangan yang terjadi di pusat belanja wisata seperti Teras Malioboro, Yogyakarta. Ia mencatat banyak oleh-oleh khas yang justru diproduksi di luar daerah.

“Souvenir batik Solo dan bakpia dari Sidoarjo banyak dijual di Jogja. Apakah ini membuka peluang, atau justru menghambat pertumbuhan UMKM lokal?” tanyanya.

Putri Ayu Pratami menggarisbawahi belum optimalnya pemberdayaan ekonomi lokal dalam industri pariwisata. Ia mempertanyakan apakah strategi wisata nasional sudah berpihak pada kekuatan konsumsi dalam negeri.

Baca Juga:
  • Empat Kementerian Bergerak Menyelamatkan Nasib Guru Honorer
  • Pramuka Tak Lekang Usia 93 Peserta KMD Lulus Memuaskan
  • Kegiatan Latihan Pengembangan Kepemimpinan Menarik Perhatian di Tasikmalaya
  • Unisba Satu-satunya PTS yang Tembus Final OFI 2024

“Dengan 280 juta penduduk, kenapa wisata lokal tidak dijadikan poros utama pembangunan sektor ini?” ujarnya.

Bryant Juan Darran menyoroti sisi etika dan keamanan. Ia menilai praktik pungli berkedok jasa keamanan di sejumlah destinasi telah menimbulkan stigma buruk terhadap Indonesia.

“Banyak wisatawan asing merasa tidak aman, padahal pariwisata seharusnya jadi wajah diplomasi Indonesia ke dunia,” katanya.

Cardo Hadun turut menyoroti lemahnya strategi branding lokal. Ia menilai daerah-daerah kaya budaya justru kerap kesulitan mengangkat citra produknya sendiri karena minimnya kolaborasi dan kemasan yang kurang menarik.

Artikel Terkait:
  • Dedi Mulyadi Rencanakan Wajib Militer untuk Pelajar SMA di Jabar
  • Pramuka Kwarcab Kutim Jambore Dunia di Korea Selatan
  • Sekolah Akan Jadi Rumah Kedua bagi Siswa SMPN 1 Cisayong
  • SOT 2024: Kompetisi Semarak di Akhir Semester Ganjil

“Potensi ada, tapi jika tidak dikelola dengan baik, tetap kalah dengan produk luar,” tegasnya.

Diskusi ini menyoroti perlunya kebijakan afirmatif untuk memberdayakan UMKM daerah, memperbaiki etika pelayanan wisata, serta menata ulang arah industri agar benar-benar berpihak pada kekuatan lokal.

Forum ini diselenggarakan oleh Universitas Paramadina dalam tajuk “Penguatan Kearifan Lokal dalam Industri Pariwisata.”

Jangan Lewatkan:
  • FSGI Ingatkan Kajian Matang Terkait Penghapusan Zonasi PPDB
  • Prabowo Resmikan Kampus Unhan, Ditemani SBY dan Menhan Sjafrie
  • Kemah Ramadhan Kwaran Bataguh 2025 Siap Digelar
  • Dedi Mulyadi Larang Study Tour, Pelaku Wisata Jawa Barat Keberatan
Branding Pariwisata Etika Pelayanan Wisata Kearifan Lokal UMKM Daerah Wisata Lokal
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePJS Imbau Wartawan Hadapi UKW Tanpa Andalkan AI
Next Article Liburan Hemat ke Jepang untuk Pemula

Informasi lainnya

Mengenal Suku Kajang, Penjaga Hutan Adat Bulukumba

5 September 2026

100 Mahasiswa UBB Dapat Beasiswa Kelapa 2026

3 September 2026

Bakar Batu Papua, Lebih dari Sekadar Memasak

2 September 2026

Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global

26 Agustus 2026

Dosen MM UIA Bedah Kurikulum, Kompetensi Jadi Fokus

22 Agustus 2026

OBE Mengubah Ukuran Keberhasilan Perkuliahan

22 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Tegakkan Hukum, Bukan Cari Kambing Hitam

Editorial Udex Mundzir

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Travel Alfi Salamah

Waspadai, Purbaya Anak Buah Luhut

Editorial Udex Mundzir

Mewaspadai Komunisme

Refleksi Syamril Al-Bugisyi

Keutamaan Shalat Berjamaah 40 Hari Berturut-Turut

Islami Ericka
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

Temaram di Khalifa

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi