Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rakyat Tidak Punya Hak untuk Mendapat Keadilan di Negara Hukum

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

Jangankan Membuktikan Ijazah Asli?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 17 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Produk Luar Dominasi Destinasi, Wisata Lokal Tergerus di Rumah Sendiri

Ketimpangan produk, lemahnya branding daerah, dan praktik wisata ilegal dinilai menghambat kekuatan wisata lokal.
Udex MundzirUdex Mundzir22 Mei 2025 Pendidikan
Menikmati kopi Gayo di Jogja (.gdn)
Menikmati kopi Gayo di Jogja (.gdn)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Harapan memperkuat wisata lokal di Indonesia masih dihadang tantangan besar. Mulai dari dominasi produk luar daerah di pusat wisata hingga praktik liar yang merusak citra destinasi, persoalan ini menjadi sorotan dalam diskusi publik yang digelar Kamis (22/5/2025).

Farahiyah Inarah Putri, dosen desain produk, menyoroti ketimpangan yang terjadi di pusat belanja wisata seperti Teras Malioboro, Yogyakarta. Ia mencatat banyak oleh-oleh khas yang justru diproduksi di luar daerah.

“Souvenir batik Solo dan bakpia dari Sidoarjo banyak dijual di Jogja. Apakah ini membuka peluang, atau justru menghambat pertumbuhan UMKM lokal?” tanyanya.

Putri Ayu Pratami menggarisbawahi belum optimalnya pemberdayaan ekonomi lokal dalam industri pariwisata. Ia mempertanyakan apakah strategi wisata nasional sudah berpihak pada kekuatan konsumsi dalam negeri.

Baca Juga:
  • Kak Evis Santika: Pransacitas Beri Warna Baru untuk SMPN 1 Cisayong
  • Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar Tahun 2025 di PP Al-Iman Putri Resmi Ditutup
  • Pramuka Kwarcab Kutim Jambore Dunia di Korea Selatan
  • Samri: Kawal Masa Depan Remaja Melalui Pendidikan Seksual Sejak Dini

“Dengan 280 juta penduduk, kenapa wisata lokal tidak dijadikan poros utama pembangunan sektor ini?” ujarnya.

Bryant Juan Darran menyoroti sisi etika dan keamanan. Ia menilai praktik pungli berkedok jasa keamanan di sejumlah destinasi telah menimbulkan stigma buruk terhadap Indonesia.

“Banyak wisatawan asing merasa tidak aman, padahal pariwisata seharusnya jadi wajah diplomasi Indonesia ke dunia,” katanya.

Cardo Hadun turut menyoroti lemahnya strategi branding lokal. Ia menilai daerah-daerah kaya budaya justru kerap kesulitan mengangkat citra produknya sendiri karena minimnya kolaborasi dan kemasan yang kurang menarik.

Artikel Terkait:
  • Atasi kendala literasi di era teknologi digital yang berkembang pesat
  • SDN 1 Cisayong Gelar Pengajian Rutinan, Lina: 5 Tipe Wanita dalam Al-Qur’an
  • Kemensos-Kemenag Kolaborasi, Sekolah Rakyat Siap Didirikan
  • Pengaruh Kualitas Guru Terhadap Kualitas Pendidikan

“Potensi ada, tapi jika tidak dikelola dengan baik, tetap kalah dengan produk luar,” tegasnya.

Diskusi ini menyoroti perlunya kebijakan afirmatif untuk memberdayakan UMKM daerah, memperbaiki etika pelayanan wisata, serta menata ulang arah industri agar benar-benar berpihak pada kekuatan lokal.

Forum ini diselenggarakan oleh Universitas Paramadina dalam tajuk “Penguatan Kearifan Lokal dalam Industri Pariwisata.”

Jangan Lewatkan:
  • Mendikdasmen Kaji Putusan MK soal SD-SMP Swasta Gratis
  • Pesantren Awal Libur Ramadan Ditutup
  • SOT 2024: Kompetisi Semarak di Akhir Semester Ganjil
  • Ekskul Pramuka Wajib di Sekolah, Kemendikdasmen Terbitkan Aturan Baru
Branding Pariwisata Etika Pelayanan Wisata Kearifan Lokal UMKM Daerah Wisata Lokal
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePJS Imbau Wartawan Hadapi UKW Tanpa Andalkan AI
Next Article Liburan Hemat ke Jepang untuk Pemula

Informasi lainnya

Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun

22 Mei 2026

BSI Scholarship Dibuka, Ribuan Pelajar Dibidik

19 Mei 2026

Nasib Guru Honorer di 2027, Tetap Mengajar atau Terhapus?

7 Mei 2026

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

21 April 2026

Kemenag Luncurkan Pelatihan Kurikulum Cinta via MOOC

19 April 2026
Paling Sering Dibaca

Tips dan Perlengkapan Mendaki Gunung Rinjani bagi Pemula

Travel Alfi Salamah

Surah Al-Ma’un, Intisari dan Penjelasan Mendalam

Islami Udex Mundzir

Efek Minum Sambil Berdiri bagi Kesehatan

Daily Tips Ericka

Prabowo Lebih Pro pada Koruptor

Editorial Udex Mundzir

Korupsi Dana Desa Tak Bisa Lagi Dimaafkan

Opini Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi