Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mau Berhasil ? Inilah Morning Routine Orang Sukses

Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang

JPU: Vonis Nadiem Kembalikan Hak Anak Sekolah

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 7 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Produk Luar Dominasi Destinasi, Wisata Lokal Tergerus di Rumah Sendiri

Ketimpangan produk, lemahnya branding daerah, dan praktik wisata ilegal dinilai menghambat kekuatan wisata lokal.
Udex MundzirUdex Mundzir22 Mei 2025 Pendidikan
Menikmati kopi Gayo di Jogja (.gdn)
Menikmati kopi Gayo di Jogja (.gdn)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Harapan memperkuat wisata lokal di Indonesia masih dihadang tantangan besar. Mulai dari dominasi produk luar daerah di pusat wisata hingga praktik liar yang merusak citra destinasi, persoalan ini menjadi sorotan dalam diskusi publik yang digelar Kamis (22/5/2025).

Farahiyah Inarah Putri, dosen desain produk, menyoroti ketimpangan yang terjadi di pusat belanja wisata seperti Teras Malioboro, Yogyakarta. Ia mencatat banyak oleh-oleh khas yang justru diproduksi di luar daerah.

“Souvenir batik Solo dan bakpia dari Sidoarjo banyak dijual di Jogja. Apakah ini membuka peluang, atau justru menghambat pertumbuhan UMKM lokal?” tanyanya.

Putri Ayu Pratami menggarisbawahi belum optimalnya pemberdayaan ekonomi lokal dalam industri pariwisata. Ia mempertanyakan apakah strategi wisata nasional sudah berpihak pada kekuatan konsumsi dalam negeri.

Baca Juga:
  • Mahasiswa Unisba Kenalkan Produk Zero Waste Olahan Kopi Mekarmanik
  • Libur Sekolah Dimajukan, Menag Harap Kemacetan Mudik Berkurang
  • Pramuka Tak Lekang Usia 93 Peserta KMD Lulus Memuaskan
  • Kemenag Luncurkan Pelatihan Kurikulum Cinta via MOOC

“Dengan 280 juta penduduk, kenapa wisata lokal tidak dijadikan poros utama pembangunan sektor ini?” ujarnya.

Bryant Juan Darran menyoroti sisi etika dan keamanan. Ia menilai praktik pungli berkedok jasa keamanan di sejumlah destinasi telah menimbulkan stigma buruk terhadap Indonesia.

“Banyak wisatawan asing merasa tidak aman, padahal pariwisata seharusnya jadi wajah diplomasi Indonesia ke dunia,” katanya.

Cardo Hadun turut menyoroti lemahnya strategi branding lokal. Ia menilai daerah-daerah kaya budaya justru kerap kesulitan mengangkat citra produknya sendiri karena minimnya kolaborasi dan kemasan yang kurang menarik.

Artikel Terkait:
  • Mahasiswa Kalla Institute Berjaya di Ajang Nasional
  • SMPN 1 Cisayong Gelar Workshop PBD untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
  • Pramuka SMAN 23 Bone Gelar Musyawarah Ambalan 2026
  • Lomba Gladi Terampil, SMPN 1 Cisayong Raih Juara se-Kwarran

“Potensi ada, tapi jika tidak dikelola dengan baik, tetap kalah dengan produk luar,” tegasnya.

Diskusi ini menyoroti perlunya kebijakan afirmatif untuk memberdayakan UMKM daerah, memperbaiki etika pelayanan wisata, serta menata ulang arah industri agar benar-benar berpihak pada kekuatan lokal.

Forum ini diselenggarakan oleh Universitas Paramadina dalam tajuk “Penguatan Kearifan Lokal dalam Industri Pariwisata.”

Jangan Lewatkan:
  • AI dan Kearifan Lokal, Kunci Pendidikan Tanggap Bencana
  • Inovasi Santri Tasikmalaya Siap Bersaing di Final Kreasi Nasional
  • Bekerja dengan IHSAN
  • Pesantren Pramuka Khalifa Lantik Akmal Abror Jadi Penggalang Ramu
Branding Pariwisata Etika Pelayanan Wisata Kearifan Lokal UMKM Daerah Wisata Lokal
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePJS Imbau Wartawan Hadapi UKW Tanpa Andalkan AI
Next Article Liburan Hemat ke Jepang untuk Pemula

Informasi lainnya

36 Juta Warga Jabar Gunakan Handphone, Pers Ditantang Jaga Kredibilitas

24 Juni 2026

Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun

22 Mei 2026

BSI Scholarship Dibuka, Ribuan Pelajar Dibidik

19 Mei 2026

Nasib Guru Honorer di 2027, Tetap Mengajar atau Terhapus?

7 Mei 2026

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

21 April 2026
Paling Sering Dibaca

Pose Jari V Saat Selfie Disebut Simpan Risiko Siber

Opini Udex Mundzir

Savoy Homann Hotel, Saksi Bisu Kejayaan Bandung

Travel Assyifa

Koneksi dengan Allah Harus Lebih Kuat

Islami Assyifa

Palworld, Game Gado-Gado yang Viral

Techno Alfi Salamah

Kesenjangan di Balik Ketentuan Gaji Dosen PTS

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati30 Juni 2026

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi