Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Fenomena Pink Moon Hiasi Langit Awal April 2026

Amsal Sitepu Bebas, Kasus Video Desa Karo Gugur

Tarif Listrik PLN Triwulan II 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 1 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Indonesia Desak PBB Usut Kematian 3 TNI di Lebanon

Indonesia menolak versi Israel dan menuntut investigasi transparan atas gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati1 April 2026 Global
RI Desak PBB Usut Kematian 3 TNI di Lebanon
Umar Hadi dalam Sidang Darurat Dewan Keamanan PBB (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

New York – Duka yang berubah menjadi kemarahan menggema di ruang sidang internasional, ketika Indonesia bersuara lantang atas gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon. Di tengah ketegangan global, tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa misi perdamaian pun tak luput dari ancaman konflik bersenjata.

Pemerintah Indonesia melalui Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Duta Besar Umar Hadi, menyampaikan sikap tegas dalam Sidang Darurat Dewan Keamanan PBB pada Selasa (31/3/2026).

Dalam forum tersebut, Indonesia mengutuk keras serangan yang terjadi pada 29 dan 30 Maret 2026 yang menyebabkan tiga personel TNI gugur serta lima lainnya mengalami luka-luka saat menjalankan tugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

“Indonesia mengutuk keras serangan pada tanggal 29 dan 30 Maret 2026 yang mengakibatkan tiga prajurit gugur, serta lima prajurit lainnya terluka,” bunyi pernyataan resmi Perutusan Tetap RI untuk PBB.

Dalam pidatonya, Umar Hadi menyebut nama para prajurit yang gugur sebagai bentuk penghormatan terakhir. Ia juga menegaskan bahwa Indonesia tidak menerima penjelasan sepihak terkait insiden tersebut dan mendesak penyelidikan independen yang dilakukan langsung oleh PBB.

“Biar saya perjelas, kami menuntut penyelidikan langsung oleh PBB, bukan sekadar alasan alasan dari Israel,” ujar Umar Hadi dengan tegas di hadapan anggota Dewan Keamanan.

Selain menuntut investigasi menyeluruh, Indonesia juga mengajukan sejumlah desakan penting. Di antaranya adalah percepatan pemulangan jenazah prajurit dengan penghormatan yang layak, jaminan perawatan medis optimal bagi korban luka, serta komitmen semua pihak termasuk Israel untuk mematuhi hukum internasional dan menghentikan tindakan agresif di wilayah Lebanon.

Indonesia bersama Prancis turut mendorong pelaksanaan sidang darurat ini sebagai bagian dari komitmen terhadap keselamatan pasukan penjaga perdamaian. Pemerintah juga meminta Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal segera mengambil langkah konkret guna meningkatkan perlindungan terhadap personel UNIFIL, termasuk evaluasi protokol keamanan dan kesiapan evakuasi darurat.

Lebih jauh, Indonesia menilai eskalasi konflik di Lebanon tidak terlepas dari serangan militer Israel yang berulang kali melanggar kedaulatan negara tersebut. Tindakan tersebut dinilai tidak hanya mengancam stabilitas kawasan, tetapi juga berpotensi dikategorikan sebagai pelanggaran serius hukum internasional, bahkan kejahatan perang.

Peristiwa ini menambah daftar panjang risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik. Indonesia menegaskan bahwa perlindungan terhadap mereka harus menjadi prioritas utama komunitas internasional demi menjaga kredibilitas misi perdamaian global.

Sebagai penutup, Indonesia mendesak agar Dewan Keamanan PBB bersatu dalam sikap dan segera mengambil tindakan tegas. Tragedi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dunia dalam melindungi para penjaga perdamaian yang berada di garis depan konflik.

Israel Lebanon Konflik Timur Tengah PBB TNI Lebanon UNIFIL
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHarga BBM Pertamina 1 April 2026 Tetap Stabil
Next Article Kasus Video Desa Picu Evaluasi Hukum Kreatif

Informasi lainnya

Israel Batasi Salat Idul Fitri di Al Aqsa

20 Maret 2026

Dampak Konflik Timur Tengah, BBM Asia Naik Tajam

18 Maret 2026

Dubes Rusia Sampaikan Pesan Damai Saat Iftar di Istiqlal

15 Maret 2026

Ancaman Perang Bayangi Haji 2026, Tiga Skenario Disiapkan

13 Maret 2026

AS Lepas 172 Juta Barel Minyak Dampak Konflik Timur Tengah

12 Maret 2026

Siklon Tropis NURI Picu Hujan Lebat di Indonesia Timur

11 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Menjadi Kepala Daerah

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Göbekli Tepe: Terungkapnya Misteri Peradaban Tertua

Profil Alfi Salamah

Luangkan Waktu untuk Ngobrol, Bikin Istri Bahagia

Happy Silva

APBS Siapkan Santri Jadi Pengusaha Tangguh

Bisnis Ericka

Larangan Baju Bekas: Tegas Boleh, Serampangan Jangan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati25 Maret 2026

Imtihan MDTU Al Barokah Cihuni Capai Puncak Acara

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Prioritas Silaturahmi Lebaran, Siapa Didahulukan?

Masjid di Sydney Diancam Penembakan, PM Australia Kutuk Islamofobia

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi