Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sosok Pembina Jurnalis Kaltim Sukri Tutup Usia

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Biaya Haji 2026 Naik Rp8,46 Triliun, Negara akan Tanggung Selisihnya

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 17 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Terusan Korintus, Mimpi Kuno yang Tertunda 25 Abad

Kesabaran panjang sering melahirkan karya yang melampaui zaman.
Alfi SalamahAlfi Salamah13 April 2026 Global
Keajaiban teknik lintas ribuan tahun
Keajaiban teknik lintas ribuan tahun (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Ambisi besar itu lahir jauh sebelum teknologi mampu mewujudkannya. Di Yunani, sebuah gagasan sederhana namun visioner muncul lebih dari dua milenium lalu, membelah daratan sempit untuk mempersingkat jalur laut. Ide itu kemudian dikenal sebagai Terusan Korintus, sebuah proyek yang membutuhkan waktu sekitar 2.500 tahun untuk benar-benar terwujud.

Terusan sepanjang sekitar 6,4 kilometer ini menghubungkan Teluk Korintus dan Teluk Saronic. Secara teori, jalur ini memangkas perjalanan kapal hingga ratusan mil laut.

Namun, di balik manfaatnya, proyek ini menyimpan sejarah panjang yang penuh hambatan. Mulai dari keterbatasan teknologi, kepentingan ekonomi, hingga kepercayaan mistis, semuanya berperan dalam penundaan yang luar biasa lama.

Gagasan awal muncul pada akhir abad ke-7 SM oleh Periander, penguasa Korintus. Namun, rencana itu dibatalkan. Salah satu alasannya adalah ramalan dari Pythia di Delphi yang menyebut proyek ini akan mengundang murka dewa.

“Keputusan itu bukan semata karena mitos, tetapi juga pertimbangan teknis yang belum memungkinkan,” tulis sejumlah sejarawan modern. Mereka menilai teknologi saat itu belum mampu menggali batuan keras dalam skala besar.

Baca Juga:
  • Australia Umumkan Rencana Akui Negara Palestina di UNGA September
  • Haikal Hassan Terancam Ditangkap Otoritas Arab Saudi
  • Singapura Peringatkan Risiko Perang Dunia Ketiga
  • Direktur Jenderal Kominfo Ingatkan Bahaya Deepfake AI dalam Pemilu 2024

Selain itu, faktor ekonomi justru menjadi penghambat utama. Korintus saat itu diuntungkan oleh sistem Diolkos, jalur darat tempat kapal kecil ditarik melintasi daratan. Para pedagang dikenakan biaya tinggi, menjadikannya sumber pemasukan penting bagi kota.
Beberapa abad kemudian, ide ini kembali muncul.

Bahkan tokoh besar seperti Julius Caesar hingga Kaisar Nero sempat mencoba mewujudkannya. Pada tahun 67 M, Nero bahkan memulai penggalian secara simbolis dengan kapak emas.

Namun, proyek itu kembali terhenti. “Ketika Nero wafat, proyek ini kehilangan arah dan akhirnya ditinggalkan,” ungkap catatan sejarah Romawi.

Selama berabad-abad berikutnya, berbagai kekuatan seperti Bizantium dan Venesia mencoba melanjutkan proyek tersebut. Sayangnya, semua usaha itu kandas di tengah jalan.

Baru setelah Yunani merdeka dan terinspirasi oleh keberhasilan Terusan Suez pada 1869, proyek ini kembali mendapat perhatian serius. Pembangunan modern dimulai pada 23 April 1882 dan berlangsung selama 11 tahun.

Artikel Terkait:
  • Phubbing Berdampak Menjauhkan Manusia dengan Sekitarnya
  • Bukan Sekadar Menang, Tapi Diterima
  • Gempa Susulan M6,7 Guncang Hokkaido, BMKG Pastikan Indonesia Aman
  • Tentara Putin Kocar-kacir setelah Ukraina Menyerang Rusia di Bakhmut

Dengan melibatkan sekitar 2.500 pekerja, proyek ini berhasil menggali jutaan meter kubik tanah. Teknologi modern dari Prancis membantu mempercepat proses yang dulu mustahil dilakukan. Akhirnya, pada 25 Juli 1893, Terusan Korintus resmi dibuka dengan perayaan meriah.

Meski begitu, tantangan tidak berhenti. Terusan ini sering mengalami longsor akibat dinding batu curam setinggi hampir 80 meter. Bahkan pada tahun 1944, pasukan Nazi menghancurkan sebagian struktur, menyebabkan kerusakan besar dan penutupan panjang.
Kini, terusan ini tetap beroperasi meski terbatas. Lebarnya yang sempit membuat banyak kapal modern tidak dapat melintas. Namun, justru di situlah daya tariknya.

Terusan Korintus kini bukan hanya jalur transportasi, tetapi juga destinasi wisata unik. Pengunjung dapat menikmati pemandangan dramatis dari tebing tinggi atau mencoba bungee jumping yang memacu adrenalin.
Pemerintah Yunani juga terus mengembangkan kawasan ini sebagai pusat wisata sejarah. Rencana pembangunan museum dan platform digital menjadi langkah untuk menghidupkan kembali kisah panjangnya.

Jangan Lewatkan:
  • Trump Somasi CNN dan NYT Usai Laporan Nuklir Iran Bocor
  • Toyota Hentikan Penjualan Yaris Ativ di Thailand Akibat Skandal Tes Keselamatan Daihatsu
  • Enam Negara Putuskan Idulfitri Jatuh pada 31 Maret 2025
  • Gua Abu Al Waul Menjadi Potensi Wisata Geologi Saudi

Dari ambisi kuno hingga realisasi modern, Terusan Korintus adalah bukti bahwa ide besar tidak selalu lahir di waktu yang tepat. Namun, ketika waktu dan teknologi akhirnya bertemu, mimpi yang tertunda pun bisa menjadi kenyataan.

Keajaiban Teknik Sejarah Dunia Terusan Korintus wisata sejarah Yunani Kuno
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMenjelajah Dunia Digital di teamLab Planets Tokyo
Next Article Gunung Semeru Erupsi 6 Kali, Abu Capai 1.000 Meter

Informasi lainnya

Bukan Sekadar Menang, Tapi Diterima

15 April 2026

Ketika Prostitusi Jadi Sistem Resmi

15 April 2026

Arkeologi dan Narasi Manusia

15 April 2026

Jejak Lama Nusantara di Enam Negara Tetangga

14 April 2026

Dinding Biru Pompeii, Simbol Kekayaan Romawi Kuno

12 April 2026

Votcha 2026 Ubah Cara Daftar Lari Jadi Lebih Adil

12 April 2026
Paling Sering Dibaca

Bingung Mau Liburan Kemana? Yuk Nikmati Keindahan Wisata Alam Musim Panas di Nikko Jepang

Travel Alfi Salamah

Tiga Kelompok Wanita bagi Laki-laki dalam Islam: Mahram, Azwaj, dan Ajnabi

Islami Udex Mundzir

Prabowo Tidak Peka Terhadap Derita Rakyat

Editorial Udex Mundzir

Kisah Inspiratif Pria 39 Tahun Mengabdi di Pabrik Kiswah Ka’bah

Islami Alfi Salamah

Makna Kiai dalam Tradisi Jawa: Antara Simbol dan Ilmu

Islami Lisda Lisdiawati
Berita Lainnya
Daerah
Adit Musthofa7 April 2026

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

Krisis Plastik Jadi Peluang Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Tunggu Penanganan BPBD, Camat Minta Pemdes Bantu Swadaya Warga Citepus

Sosok Pembina Jurnalis Kaltim Sukri Tutup Usia

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi