Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla di 9 Polda

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

Dosen MM UIA Bedah Kurikulum, Kompetensi Jadi Fokus

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 24 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Terusan Korintus, Mimpi Kuno yang Tertunda 25 Abad

Kesabaran panjang sering melahirkan karya yang melampaui zaman.
Alfi SalamahAlfi Salamah13 April 2026 Global
Keajaiban teknik lintas ribuan tahun
Keajaiban teknik lintas ribuan tahun (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Ambisi besar itu lahir jauh sebelum teknologi mampu mewujudkannya. Di Yunani, sebuah gagasan sederhana namun visioner muncul lebih dari dua milenium lalu, membelah daratan sempit untuk mempersingkat jalur laut. Ide itu kemudian dikenal sebagai Terusan Korintus, sebuah proyek yang membutuhkan waktu sekitar 2.500 tahun untuk benar-benar terwujud.

Terusan sepanjang sekitar 6,4 kilometer ini menghubungkan Teluk Korintus dan Teluk Saronic. Secara teori, jalur ini memangkas perjalanan kapal hingga ratusan mil laut.

Namun, di balik manfaatnya, proyek ini menyimpan sejarah panjang yang penuh hambatan. Mulai dari keterbatasan teknologi, kepentingan ekonomi, hingga kepercayaan mistis, semuanya berperan dalam penundaan yang luar biasa lama.

Gagasan awal muncul pada akhir abad ke-7 SM oleh Periander, penguasa Korintus. Namun, rencana itu dibatalkan. Salah satu alasannya adalah ramalan dari Pythia di Delphi yang menyebut proyek ini akan mengundang murka dewa.

“Keputusan itu bukan semata karena mitos, tetapi juga pertimbangan teknis yang belum memungkinkan,” tulis sejumlah sejarawan modern. Mereka menilai teknologi saat itu belum mampu menggali batuan keras dalam skala besar.

Baca Juga:
  • The Fed Diperkirakan Hanya Pangkas Suku Bunga Sekali Tahun Ini
  • Al-Azhar Siap Kirim 1.000 Pakar Bahasa Arab ke Indonesia
  • WOSM Luncurkan Branding Baru untuk Pramuka Dunia
  • Prabowo dan Raja Abdullah Sepakat Perkuat Kerja Sama Strategis

Selain itu, faktor ekonomi justru menjadi penghambat utama. Korintus saat itu diuntungkan oleh sistem Diolkos, jalur darat tempat kapal kecil ditarik melintasi daratan. Para pedagang dikenakan biaya tinggi, menjadikannya sumber pemasukan penting bagi kota.
Beberapa abad kemudian, ide ini kembali muncul.

Bahkan tokoh besar seperti Julius Caesar hingga Kaisar Nero sempat mencoba mewujudkannya. Pada tahun 67 M, Nero bahkan memulai penggalian secara simbolis dengan kapak emas.

Namun, proyek itu kembali terhenti. “Ketika Nero wafat, proyek ini kehilangan arah dan akhirnya ditinggalkan,” ungkap catatan sejarah Romawi.

Selama berabad-abad berikutnya, berbagai kekuatan seperti Bizantium dan Venesia mencoba melanjutkan proyek tersebut. Sayangnya, semua usaha itu kandas di tengah jalan.

Baru setelah Yunani merdeka dan terinspirasi oleh keberhasilan Terusan Suez pada 1869, proyek ini kembali mendapat perhatian serius. Pembangunan modern dimulai pada 23 April 1882 dan berlangsung selama 11 tahun.

Artikel Terkait:
  • Erdogan Tinggalkan Ruangan saat Pidato Prabowo di KTT D-8
  • Perpaduan Tak Terduga: China Runtuh, RI Terdampak Tak Terelakkan
  • Eks Presiden Peru Divonis, Istri Lari ke Brasil
  • Iran Eksekusi 2 Pria Penista Agama Islam

Dengan melibatkan sekitar 2.500 pekerja, proyek ini berhasil menggali jutaan meter kubik tanah. Teknologi modern dari Prancis membantu mempercepat proses yang dulu mustahil dilakukan. Akhirnya, pada 25 Juli 1893, Terusan Korintus resmi dibuka dengan perayaan meriah.

Meski begitu, tantangan tidak berhenti. Terusan ini sering mengalami longsor akibat dinding batu curam setinggi hampir 80 meter. Bahkan pada tahun 1944, pasukan Nazi menghancurkan sebagian struktur, menyebabkan kerusakan besar dan penutupan panjang.
Kini, terusan ini tetap beroperasi meski terbatas. Lebarnya yang sempit membuat banyak kapal modern tidak dapat melintas. Namun, justru di situlah daya tariknya.

Terusan Korintus kini bukan hanya jalur transportasi, tetapi juga destinasi wisata unik. Pengunjung dapat menikmati pemandangan dramatis dari tebing tinggi atau mencoba bungee jumping yang memacu adrenalin.
Pemerintah Yunani juga terus mengembangkan kawasan ini sebagai pusat wisata sejarah. Rencana pembangunan museum dan platform digital menjadi langkah untuk menghidupkan kembali kisah panjangnya.

Jangan Lewatkan:
  • Prabowo Serukan Persatuan ASEAN: Tak Kalah dengan Uni Eropa
  • Relasi Kompleks Yunani dan Persia Kuno
  • Dampak Konflik Timur Tengah, BBM Asia Naik Tajam
  • Arab Saudi Tetapkan 1 Syawal 1446 H Jatuh pada Minggu

Dari ambisi kuno hingga realisasi modern, Terusan Korintus adalah bukti bahwa ide besar tidak selalu lahir di waktu yang tepat. Namun, ketika waktu dan teknologi akhirnya bertemu, mimpi yang tertunda pun bisa menjadi kenyataan.

Keajaiban Teknik Sejarah Dunia Terusan Korintus wisata sejarah Yunani Kuno
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMenjelajah Dunia Digital di teamLab Planets Tokyo
Next Article Gunung Semeru Erupsi 6 Kali, Abu Capai 1.000 Meter

Informasi lainnya

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

25 Juni 2026

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

26 Mei 2026

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

24 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026
Paling Sering Dibaca

Ledakan Wisata Labuan Bajo

Travel Alfi Salamah

Cara Mengetahui Sifat Asli Manusia

Perspektif Udex Mundzir

Negara Hukum yang Pengadilannya Banyak, tapi Sulit Mencari Keadilan

Perspektif Udex Mundzir

Rebung Lebih Sehat dari Dugaan

Food Lisda Lisdiawati

Ladang Ganja di Bromo: Polisi Tidak Tahu atau Tutup Mata?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Prabowo Nilai Pengibaran Bendera One Piece Tak Langgar Aturan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi