Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Generasi Muda dan Pertaruhan Masa Depan Cianjur

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 30 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Terusan Korintus, Mimpi Kuno yang Tertunda 25 Abad

Kesabaran panjang sering melahirkan karya yang melampaui zaman.
Alfi SalamahAlfi Salamah13 April 2026 Global
Keajaiban teknik lintas ribuan tahun
Keajaiban teknik lintas ribuan tahun (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Ambisi besar itu lahir jauh sebelum teknologi mampu mewujudkannya. Di Yunani, sebuah gagasan sederhana namun visioner muncul lebih dari dua milenium lalu, membelah daratan sempit untuk mempersingkat jalur laut. Ide itu kemudian dikenal sebagai Terusan Korintus, sebuah proyek yang membutuhkan waktu sekitar 2.500 tahun untuk benar-benar terwujud.

Terusan sepanjang sekitar 6,4 kilometer ini menghubungkan Teluk Korintus dan Teluk Saronic. Secara teori, jalur ini memangkas perjalanan kapal hingga ratusan mil laut.

Namun, di balik manfaatnya, proyek ini menyimpan sejarah panjang yang penuh hambatan. Mulai dari keterbatasan teknologi, kepentingan ekonomi, hingga kepercayaan mistis, semuanya berperan dalam penundaan yang luar biasa lama.

Gagasan awal muncul pada akhir abad ke-7 SM oleh Periander, penguasa Korintus. Namun, rencana itu dibatalkan. Salah satu alasannya adalah ramalan dari Pythia di Delphi yang menyebut proyek ini akan mengundang murka dewa.

“Keputusan itu bukan semata karena mitos, tetapi juga pertimbangan teknis yang belum memungkinkan,” tulis sejumlah sejarawan modern. Mereka menilai teknologi saat itu belum mampu menggali batuan keras dalam skala besar.

Baca Juga:
  • Prabowo Serukan Persatuan ASEAN: Tak Kalah dengan Uni Eropa
  • Gelombang Panas dan Ancaman Angin Topan Jambore Dunia
  • WOSM Luncurkan Branding Baru untuk Pramuka Dunia
  • Trump Ancam Tarif 100 Persen untuk BRICS Demi Dominasi Dolar

Selain itu, faktor ekonomi justru menjadi penghambat utama. Korintus saat itu diuntungkan oleh sistem Diolkos, jalur darat tempat kapal kecil ditarik melintasi daratan. Para pedagang dikenakan biaya tinggi, menjadikannya sumber pemasukan penting bagi kota.
Beberapa abad kemudian, ide ini kembali muncul.

Bahkan tokoh besar seperti Julius Caesar hingga Kaisar Nero sempat mencoba mewujudkannya. Pada tahun 67 M, Nero bahkan memulai penggalian secara simbolis dengan kapak emas.

Namun, proyek itu kembali terhenti. “Ketika Nero wafat, proyek ini kehilangan arah dan akhirnya ditinggalkan,” ungkap catatan sejarah Romawi.

Selama berabad-abad berikutnya, berbagai kekuatan seperti Bizantium dan Venesia mencoba melanjutkan proyek tersebut. Sayangnya, semua usaha itu kandas di tengah jalan.

Baru setelah Yunani merdeka dan terinspirasi oleh keberhasilan Terusan Suez pada 1869, proyek ini kembali mendapat perhatian serius. Pembangunan modern dimulai pada 23 April 1882 dan berlangsung selama 11 tahun.

Artikel Terkait:
  • Visa Ditolak AS, Presiden Palestina Gagal Hadiri Sidang PBB
  • Empat MoU Ekonomi Indonesia-China Diresmikan
  • Eks Presiden Peru Divonis, Istri Lari ke Brasil
  • AS Lepas 172 Juta Barel Minyak Dampak Konflik Timur Tengah

Dengan melibatkan sekitar 2.500 pekerja, proyek ini berhasil menggali jutaan meter kubik tanah. Teknologi modern dari Prancis membantu mempercepat proses yang dulu mustahil dilakukan. Akhirnya, pada 25 Juli 1893, Terusan Korintus resmi dibuka dengan perayaan meriah.

Meski begitu, tantangan tidak berhenti. Terusan ini sering mengalami longsor akibat dinding batu curam setinggi hampir 80 meter. Bahkan pada tahun 1944, pasukan Nazi menghancurkan sebagian struktur, menyebabkan kerusakan besar dan penutupan panjang.
Kini, terusan ini tetap beroperasi meski terbatas. Lebarnya yang sempit membuat banyak kapal modern tidak dapat melintas. Namun, justru di situlah daya tariknya.

Terusan Korintus kini bukan hanya jalur transportasi, tetapi juga destinasi wisata unik. Pengunjung dapat menikmati pemandangan dramatis dari tebing tinggi atau mencoba bungee jumping yang memacu adrenalin.
Pemerintah Yunani juga terus mengembangkan kawasan ini sebagai pusat wisata sejarah. Rencana pembangunan museum dan platform digital menjadi langkah untuk menghidupkan kembali kisah panjangnya.

Jangan Lewatkan:
  • Pramuka Indonesia Gigih Hadapi Jambore Korsel Panas
  • Trump Desak Israel Hentikan Proses Hukum Netanyahu
  • China Siapkan Roket Long March 10 untuk Misi Bulan 2030
  • China Terbitkan Visa ASEAN, Izin Tinggal 180 Hari Berlaku 5 Tahun

Dari ambisi kuno hingga realisasi modern, Terusan Korintus adalah bukti bahwa ide besar tidak selalu lahir di waktu yang tepat. Namun, ketika waktu dan teknologi akhirnya bertemu, mimpi yang tertunda pun bisa menjadi kenyataan.

Keajaiban Teknik Sejarah Dunia Terusan Korintus wisata sejarah Yunani Kuno
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMenjelajah Dunia Digital di teamLab Planets Tokyo
Next Article Gunung Semeru Erupsi 6 Kali, Abu Capai 1.000 Meter

Informasi lainnya

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

26 Mei 2026

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

24 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026

Harga BBM Melonjak, Warga Nairobi Serbu SPBU

18 April 2026
Paling Sering Dibaca

Ketika Relawan Butuh Akal Sehat, Bukan Sekadar Semangat

Opini Udex Mundzir

Calon Kalah Kolom Kosong, Maju Lagi?

Opini Udex Mundzir

Keunikan Sapaan Akrab Laki-Laki di Indonesia

Happy Udex Mundzir

Bayang-Bayang Mafia di Sepak Bola Indonesia

Editorial Udex Mundzir

Indonesia dan Dua Periode Jokowi yang Memalukan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Info Haji
Alfi Salamah1 Juli 2023

Perspektif Ulama Mengenai Waktu Tawaf Ifadah

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Modus Penipuan Catut Nama Bank Marak, Waspadai Taktik Baru

Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret

Hukum Barang Temuan dalam Islam

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi