Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Usai Instruksikan Boikot Retret, Megawati Panggil Kader ke Teuku Umar

Instruksi Megawati Soekarnoputri agar kepala daerah PDIP menunda keberangkatan ke retret di Magelang menimbulkan tanda tanya besar di kalangan politik.
SilvaSilva21 Februari 2025 Politik
Megawati Boikot Retret Kepala Daerah PDIP
Megawati Boikot Retret Kepala Daerah PDIP (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memanggil sejumlah kader partai ke kediamannya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (21/02/2025). Pemanggilan ini terjadi setelah Megawati menginstruksikan boikot retret kepala daerah yang digelar di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada 21-28 Februari 2025.

Salah satu kader yang hadir, Ketua DPP PDIP Said Abdullah, memilih untuk tidak memberikan banyak komentar terkait pertemuan tersebut.

“Enggak ada apa-apa,” ujarnya singkat saat ditemui wartawan di Teuku Umar, Jumat (21/02/2025).

Said juga menghindari pertanyaan mengenai sikap kader terhadap instruksi Megawati. Ketika ditanya apakah para kepala daerah benar-benar akan menunda keberangkatan mereka ke Magelang, ia hanya mengatakan bahwa dirinya sedang ada tugas lain.

“Saya ada tugas. Ya namanya kader, ada tugas lah,” kata Said.

Said mengaku datang bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, namun ia tidak mengonfirmasi apakah Pramono juga mengikuti perintah Megawati.

Instruksi boikot retret ini tertuang dalam surat bernomor 7294/IN/DPP/2025, yang diteken oleh Megawati pada Kamis (20/02/2025). Dalam surat itu, ia meminta para kepala daerah dari PDIP untuk menunda keberangkatan mereka ke Magelang, dengan alasan dinamika politik yang sedang terjadi.

Keputusan ini diambil tak lama setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Sejumlah pihak menilai langkah Megawati ini sebagai respons terhadap kondisi politik yang kurang menguntungkan bagi partainya.

Megawati menegaskan bahwa keputusan tersebut berdasarkan AD/ART PDIP, khususnya Pasal 28 Ayat 1, yang menyebutkan bahwa Ketua Umum memiliki kewenangan penuh dalam mengendalikan kebijakan partai.

“Kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk menunda perjalanan yang akan mengikuti retret di Magelang pada tanggal 21-28 Februari 2025. Sekiranya telah dalam perjalanan menuju Kota Magelang, untuk berhenti dan menunggu arahan lebih lanjut dari Ketua Umum,” tulis Megawati dalam surat tersebut.

Sikap Megawati ini memicu berbagai reaksi. Sejumlah pihak menilai bahwa boikot ini bisa berdampak pada hubungan PDIP dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang disebut turut dipanggil ke Teuku Umar juga memilih bungkam ketika ditanya mengenai keikutsertaannya dalam retret.

Di sisi lain, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menyatakan akan patuh pada instruksi Megawati.

“Saya menunda keberangkatan ke Magelang sampai ada arahan lebih lanjut dari Ibu Megawati,” kata Masinton.

Namun, tidak semua kader PDIP tampak sepakat dengan keputusan ini. Beberapa kepala daerah masih mempertimbangkan apakah mereka akan tetap berangkat atau mengikuti instruksi partai.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk menangani situasi ini agar kepala daerah bisa tetap menjalankan tugas mereka sesuai dengan agenda pemerintahan nasional.

Instruksi boikot ini menunjukkan dinamika politik antara PDIP dan pemerintahan Prabowo yang semakin kompleks. Jika kepala daerah dari PDIP benar-benar menolak hadir dalam retret, bisa jadi hubungan antara PDIP dan pemerintahan Prabowo semakin merenggang.

Para pengamat politik menilai, sikap Megawati bisa menjadi ujian loyalitas bagi kepala daerah PDIP. Mereka dihadapkan pada dilema antara patuh pada partai atau menjalankan tugas sebagai kepala daerah yang bekerja untuk kepentingan publik.

Ke depan, masih belum jelas apakah Megawati akan tetap bersikeras dengan keputusan ini atau akan memberikan kelonggaran kepada kepala daerah yang ingin mengikuti retret.

Boikot Retret PDIP Hubungan PDIP-Prabowo Megawati Soekarnoputri Politik Nasional Retret Magelang
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBea Cukai dan Aparat Gabungan Amankan Pakaian Bekas Ilegal
Next Article Jokowi Kritik Boikot Retret PDIP, Said Abdullah: Itu Urusan Partai

Informasi lainnya

Gaduh Ijazah dan Politik Adu Domba

26 Januari 2026

Warisan Masalah Era Jokowi

19 Januari 2026

MUI Soroti Pasal Nikah Siri dalam KUHP Baru

8 Januari 2026

Pasal Penghinaan Presiden Dinilai Rentan Bungkam Kritik

4 Januari 2026

Bupati Aceh Utara Pertanyakan Absennya Presiden Saat Banjir

30 Desember 2025

Prabowo Nilai Anggaran Pemulihan Sumatera Realistis dan Terukur

8 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Rindu Rasul

Islami Syamril Al-Bugisyi

Refleksi Kemenangan dan Kekalahan dalam Pilkada 2024

Editorial Udex Mundzir

Korupsi Dana Desa Tak Bisa Lagi Dimaafkan

Opini Udex Mundzir

Dinasti Umayyah, Fondasi Kejayaan Islam yang Melintasi Zaman

Islami Alfi Salamah

UI Mesin Gelar Doktor Pejabat

Opini Assyifa
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.