Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Jangan Menabung di Mandiri, Blokir Bisa Dilakukan atas Permintaan Misterius

Gen Z Mulai Bosan dengan Aplikasi Kencan

Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla di 9 Polda

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 25 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Enam Penyakit Hati dalam Islam dan Cara Menyembuhkannya

Ujub merupakan perasaan yang membanggakan diri sendiri dalam beribadah
Alfi SalamahAlfi Salamah13 Agustus 2024 Islami
Inilah Penyakit Hati dan Cara Menyembuhkannya
Ilustrasi Hati (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Penyakit hati merupakan gangguan yang mempengaruhi hati dan perasaan seseorang, Menurut Rizem Aizid dalam bukunya Sembuh Total dengan Wirid Asmaul Husna.

Hati memiliki dua makna pertama, sebagai salah satu organ tubuh manusia yang bisa diraba dan dilihat secara fisik; kedua, hati merujuk pada aspek rohani yang bersifat sangat halus dan memiliki dimensi ilahiah.

Penyakit Hati Dapat Pengaruhi Tindakan

Dalam ajaran Islam, penyakit hati yang ada pada setiap individu dapat memengaruhi tindakan dan perilakunya. Bahkan, Allah SWT telah menyebutkan tentang penyakit hati ini dalam Al-Qur’an, khususnya dalam surat At-Taubah ayat 125.

وَاَمَّا الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا اِلٰى رِجْسِهِمْ وَمَاتُوْا وَهُمْ كٰفِرُوْنَ

Artinya: “Dan adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, maka (dengan surat itu) akan menambah kekafiran mereka yang telah ada dan mereka akan mati dalam keadaan kafir,”

Dalam tafsir al-Misbah yang ditulis oleh Quraish Shihab, yang dimaksud dengan “adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit” yakni orang-orang kafir dan munafik.

Oleh sebab itu surat tersebut turun menambah kekotoran rohani mereka, disamping kekotoran yang telah melekat dalam jiwa berlanjut hingga mereka mati dalam keadaan kafir dan kufur.

Baca Juga:
  • Menemukan Jati Diri di Tengah Krisis Moral
  • Menjadi Bintang
  • Rahasia Melempar Jumrah Syarat-Syarat yang Harus Diketahui
  • Nikah Anti Ribet: Cara Mudah Daftar di KUA

Jenis-Jenis Penyakit Hati

Mengutip buku Kitab Melatih Diri Membentuk Akhlak Mulia dan Mengobati Penyakit Hati yang ditulis Al-Ghazali dan diterjemahkan Bahrudin Achmad, dijelaskan setidaknya ada enam penyakit hati.

  1. Riya (Pamer)

Riya merupakan salah satu perbuatan tercela dalam Islam. Orang yang melakukan riya umumnya melakukan amal soleh bukan karena Allah SWT. Perilaku ini harus dijauhkan sebab orang yang melakukan riya tidak akan mendapat pahala dari Allah SWT atas perbuatan amal solehnya.

  1. Hasad dan Husud (Iri Dengki)

Iri artinya tidak senang dengan apa yang dimiliki orang lain, sedangkan dengki adalah bentuk amarah dari rasa iri tersebut. Perilaku ini harus dihindari karena dapat memutus tali persaudaraan antar umat Muslim.

  1. Takabur (Sombong)

Takabur adalah perasaan yang menilai diri sendiri lebih tinggi dibanding orang lain. Perilaku seperti ini umumnya muncul saat seseorang dititipkan harta, jabatan, wajah rupawan atau kepandaian dari Allah SWT.

  1. Ujub (Merasa Soleh)

Ujub merupakan perasaan yang membanggakan diri sendiri dalam beribadah. Sebaiknya sifat ini dihindari karena dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan pahala ibadah seseorang dan mendorong sifat sombong.

  1. Ghadab (Pemarah)

Sifat ini dimiliki seseorang yang sulit mengontrol emosinya sehingga nalarnya tidak dapat berfungsi dengan baik. Bukan hanya dibenci oleh sesama manusia, sifat pemarah juga amat dibenci Allah SWT.

Artikel Terkait:
  • Imam Lupa Baca Al-Fatihah, Apakah Sholatnya Sah?
  • Sadar MIMPI
  • Empat Kunci Hidup Tenang dalam Islam
  • Makanan Indonesia Memukau Arab Saudi dengan Bakso dan Rendang
  1. Ghibah (Bergunjing)

Perilaku ini sering dijumpai dalam masyarakat dan lebih dikenal dengan istilah bergosip dan membicarakan aib seseorang. Perbuatan ini harus dihindari karena bisa menimbulkan kebencian dan termasuk dosa besar.

Menyembuhkan Penyakit Hati

Setiap penyakit tentu ada obatnya, termasuk pada penyakit hati. Menurut Syekh Ibrahim Al-Khawash yang dikutip oleh Imam Al-Qusyairi dalam Ar-Risalatul Qusyairiyah. Menyebutkan bahwa ada 5 obat penyakit hati dalam Islam, sebagaimana yang tertera dalam hadits berikut ini:

ومن كلامه أيضا دواء القلب خمسة أشياء: قراءة القرآن بالتدبر، وخلاء البطن، وقيام الليل؛ والتضرع عند السَحر، ومجالسة الصالحين ذكره القشيري في الرسالة

Artinya: “Salah satu ucapannya (Ibrahim Al-Khawash) adalah, ‘Obat hati terdiri atas lima perkara, (1) membaca Alquran disertai perenungan. (2) mengatur pola makan agar perut tidak kenyang (bisa puasa atau cara lain), (3) bangun malam (tahajud, zikir, atau amal lainnya). (4) merendahkan diri di hadapan Allah pada akhir malam, (5) bergaul dengan orang-orang shaleh.”

Sementara itu, Imam Al-Ghazali dalam kitab Minhajul Abidin membagi konsep penyembuhan penyakit hati menjadi dua. Yaitu penyembuhan penyakit hati dengan amal-amal lahiriah (ibadah) yaitu salat, zakat, puasa, sedekah, haji, zikir, mencari rezeki yang halal, amal ma’ruf nahi munkar, dan I’tiba.

Jangan Lewatkan:
  • Syarikat Islam Gelar Iftar Jama’i, Perkuat Ekonomi dan Solidaritas Umat
  • Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim
  • Tegakkan Keadilan, Umar bin Abdul Aziz Wafat Karena Diracun
  • Siapa Saja yang Wajib Zakat Fitrah dan Bagaimana Ketentuan Waktunya?

Dan penyembuhan penyakit hati dengan amal-amal batiniah (akhlak-akhlak mulia) di antaranya taubat, khauf (rasa takut), zuhud, sabar, syukur, ikhlas dan jujur, tawakal, cinta Allah, rida kepada qadha, dan mengingat kematian.

Obat Hati Penyakit Hati Rizem Aizid
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDaun Kelor, Superfood Alami dengan Beragam Manfaat Kesehatan
Next Article Peringati Hari Pramuka ke-63, Pesantren Pramuka Khalifa Gelar Renungan dan Ulang Janji

Informasi lainnya

Jejak Dapur Gratis Ottoman, Amal atau Legitimasi?

20 Agustus 2026

MUI Ajak Keluarga Perkuat Moral di Momentum HUT RI

17 Agustus 2026

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

7 Mei 2026

Lupa Takbir Shalat Id, Sahkah Ibadahnya?

22 Maret 2026

Makna Idul Fitri

20 Maret 2026

Sunnah Sunnah Sholat Ied di Hari Raya

20 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Ibnu Al‑Haytham: Sang Bapak Optik Dunia

Profil Richard Mundzir

Nomor HP Tidak Pernah Ganti 10 Tahun? Ini Tanda Kamu Layak Dipercaya

Daily Tips Ericka

RK vs Lisa: Viral yang Disusun Rapi

Editorial Udex Mundzir

Tips Temukan Passion dan Bakat ala Remaja Masa Kini

Perspektif Alfi Salamah

Perjalanan Pulang ke Samarinda: Di Bawah Langit Bontang yang Segar

Travel Sitiaisyah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Langit Nusantara dan Fenomena Cahaya yang Tampak di atas kepulauan Indonesia

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi