Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Tren Hidup Hemat Gen Z, Gengsi Mulai Ditinggalkan?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 15 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Gus Nadir: Fiqih Sosial Harus Adaptif di Tengah Kemajuan Teknologi

SilvaSilva18 November 2024 Tokoh
Prof. Dr. H. Nadirsyah Hosen (.s24)
Prof. Dr. H. Nadirsyah Hosen (.s24)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Fiqih sosial perlu mengikuti perkembangan zaman. Pesan itu disampaikan Prof. Dr. H. Nadirsyah Hosen, yang akrab disapa Gus Nadir, dalam forum di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, pada Senin malam (18/11/2023). Ia menegaskan bahwa di tengah derasnya arus teknologi, fiqih sosial harus mampu beradaptasi agar relevan dengan tantangan era digital.

Gus Nadir menyampaikan pandangannya di depan para tokoh dan santri, menyoroti pentingnya pendekatan yang kontekstual dalam fiqih sosial. Menurutnya, fiqih sosial bukan hanya aturan, tetapi juga pedoman bagi umat Islam untuk menjawab masalah kontemporer. Dengan semakin kompleksnya kehidupan digital, konsep fiqih sosial harus merespons fenomena seperti hoaks, boikot ekonomi, hingga dampak dari kecerdasan buatan (AI).

“Media sosial telah menjadi ruang publik baru yang seringkali dimanfaatkan secara kurang bijaksana. Dalam konteks ini, fiqih sosial berperan penting untuk membantu masyarakat agar bijak menggunakan teknologi,” ujarnya dalam diskusi tersebut.

Fiqih sosial, lanjut Gus Nadir, merupakan warisan pemikiran tokoh Nahdlatul Ulama (NU) seperti KH. Ali Yafie dan KH. Sahal Mahfudh. Meski sudah dirumuskan puluhan tahun lalu, ia menilai fiqih sosial tetap relevan hingga kini jika diterapkan dengan pemahaman baru. Namun, pendekatan ini memerlukan pendidikan dan literasi digital agar mampu meredam penyebaran informasi keliru yang marak di dunia maya.

Baca Juga:
  • Semangat Sumpah Pemuda di Cisayong: Pramuka Kobarkan Persatuan Bangsa
  • Program ‘Masak Besar’ Bobon Santoso Resmi Dilindungi Hukum
  • Momen Idulfitri, Gus Barra Sampaikan Pentingnya Menyambung Silaturahmi
  • Tsabit bin Qurrah, Ahli Astronomi dan Matematika yang Merevolusi Ilmu Pengetahuan

“NU telah lama mengajarkan pentingnya pendekatan yang penuh hikmah. Namun, dalam era digital ini, literasi menjadi kebutuhan penting agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang salah,” jelasnya.

Gus Nadir juga menyoroti fenomena sosial lain seperti judi online dan pinjaman online ilegal (pinjol), yang semakin marak di kalangan masyarakat. Ia mempertanyakan mengapa banyak orang terjebak dalam lingkaran pinjaman ilegal ini. Menurutnya, masalah ini tidak hanya soal hukum, tetapi juga berkaitan dengan ekonomi.

“Masyarakat sering terjerat pada pilihan sulit karena faktor ekonomi. Jika masalah ekonomi ini tidak ditangani, fenomena pinjol dan judi online akan terus berulang,” tegasnya. Ia berharap ada solusi dari pemerintah yang mampu menyentuh akar permasalahan.

Dalam kesempatan itu, Gus Nadir juga berpesan agar lembaga pendidikan Islam seperti pesantren tidak hanya fokus pada pendidikan agama. Menurutnya, pesantren juga harus siap mendidik santri agar mampu menghadapi tantangan zaman yang terus berubah dengan cepat.

Artikel Terkait:
  • Gelar Sosper, Zuhri Ajak Masyarakat Samarinda Melek Hukum
  • Maulid Nabi sebagai Momen Memperbaiki Akhlak
  • Pesan Gus Baha untuk Perantau yang Gagal Mudik
  • Otto Iskandardinata, Sang Jalak Harupat dari Tanah Sunda

“Pesantren Cipasung dan lembaga lainnya harus berperan aktif sebagai pusat literasi digital yang relevan dan strategis. Hal ini penting agar para santri tidak hanya memahami agama, tetapi juga siap menghadapi dunia modern dengan pemahaman teknologi yang memadai,” tambahnya dengan penuh harap.

Pesan Gus Nadir menjadi catatan penting bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia, terutama dalam mengedepankan literasi digital sebagai bagian dari dakwah dan pendidikan moral. Ia meyakini, fiqih sosial yang adaptif dan literasi digital yang kuat akan mampu mengantarkan generasi muda Islam menuju masa depan yang lebih cerah dan bertanggung jawab di era digital ini.

Jangan Lewatkan:
  • Tokoh Ekonomi Sumitro Djojohadikusumo Diusulkan Jadi Pahlawan
  • Ibnu Batutah, Sang Penjelajah Muslim yang Tak Tertandingi
  • Hentikan Rekor Olimpiade Korea Selatan, Shin Tae-yong Minta Maaf
  • Sahrul: Satu Suara, Masa Depan Kabupaten Bandung
Fikih Sosial Gus Nadir Kabar Tasikmalaya Literasi Digital Pondok Pesantren Cipasung
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePolres Sampang Kecolongan
Next Article DP3A Kutim Siap Implementasikan Aplikasi Srikandi untuk Efisiensi Pelayanan

Informasi lainnya

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

36 Juta Warga Jabar Gunakan Handphone, Pers Ditantang Jaga Kredibilitas

24 Juni 2026

Pose Jari V Saat Selfie Disebut Simpan Risiko Siber

9 Juni 2026

Abdulla Al Futtaim, Sosok Kunci Transformasi Ekonomi Dubai

13 April 2026

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

16 Maret 2026

Pesan Gus Baha untuk Perantau yang Gagal Mudik

15 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Dinasti Umayyah, Fondasi Kejayaan Islam yang Melintasi Zaman

Islami Alfi Salamah

Pramuka Indonesia: Dukungan Solidaritas untuk Palestina

Refleksi Ericka

Marie Kondo: Menata Barang, Menemukan Kebahagiaan

Biografi Alfi Salamah

Salat Taubat dan Hajat: Apa Bedanya?

Islami Alfi Salamah

Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Baru

Profil Ericka
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi