Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Cak Sholeh Wafat, Tinggalkan Jejak Advokasi Warga

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

Ketua Dewan Racana Pesantren Khalifa Dilantik

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 13 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pajak dan Beban Kehidupan

Ketika kebijakan pajak menaikkan angka, masyarakat harus menghadapi realitas yang lebih kompleks di tengah daya beli yang semakin melemah.
Udex MundzirUdex Mundzir27 Desember 2024 Editorial
Dampak Kenaikan PPN 12% Pada Kelas Menengah
Dampak Kenaikan PPN 12% Pada Kelas Menengah (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% yang efektif mulai 1 Januari 2025 telah memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Pemerintah berargumen bahwa langkah ini diperlukan untuk menopang anggaran negara. Namun, dampaknya terhadap rumah tangga miskin, rentan, dan kelas menengah jelas tidak bisa diabaikan.

Berdasarkan riset dari Center of Economic and Law Studies (Celios), kenaikan PPN akan menyebabkan tambahan pengeluaran tahunan sebesar Rp 1,11 juta untuk kelompok miskin, Rp 1,84 juta untuk rentan miskin, dan Rp 4,25 juta untuk kelas menengah. Bagi mereka yang hidup dalam batas keseimbangan tipis antara kebutuhan pokok dan pengeluaran lainnya, kebijakan ini seperti pukulan telak yang memengaruhi daya beli dan kualitas hidup.

Celios menjelaskan bahwa dampak ini tidak hanya berupa angka. Rumah tangga miskin akan menghadapi tantangan lebih besar dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan. Pada kelompok rentan miskin, risiko terjerumus kembali ke jurang kemiskinan semakin nyata. Bahkan pada kelas menengah, yang sering kali dianggap lebih stabil, kenaikan ini akan menggerus pengeluaran untuk kebutuhan non esensial seperti hiburan dan investasi masa depan.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa meskipun kenaikan hanya sebesar 1%, akumulasi dampaknya jauh lebih besar dari yang terlihat. Masyarakat, terutama yang berada di lapisan bawah, sering kali menjadi pihak yang paling rentan menghadapi inflasi harga akibat kebijakan seperti ini.

Baca Juga:
  • Terpidana Dilindungi, Hukum Dipermalukan
  • Serangan Fajar: Hari Tenang yang Tak Tenang
  • Alibi Efisiensi, Pilkada Tetap Harus Langsung
  • Pers Dibelenggu, Demokrasi Tercekik

Politik dan ekonomi menjadi latar utama dinamika ini. Di satu sisi, pemerintah berusaha menjaga stabilitas fiskal di tengah tekanan ekonomi global. Namun, di sisi lain, alokasi anggaran yang tidak efisien dan lemahnya pengawasan sering kali membuat masyarakat mempertanyakan urgensi kenaikan PPN ini. Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir, program-program bantuan sosial sering kali dilanda isu korupsi dan ketidaktepatan sasaran.

Kebijakan fiskal seharusnya tidak hanya mempertimbangkan aspek penerimaan negara, tetapi juga dampaknya terhadap stabilitas sosial. Tanpa adanya jaring pengaman sosial yang memadai, kelompok miskin dan rentan menjadi pihak pertama yang menanggung beban. Kenaikan harga barang dan jasa akibat PPN hanya akan memperlebar kesenjangan yang sudah ada.

Lalu, apa solusi yang dapat dilakukan? Pertama, pemerintah harus memperkuat program bantuan langsung tunai untuk kelompok miskin dan rentan miskin, guna mengompensasi kenaikan pengeluaran akibat PPN. Kedua, optimalisasi kebijakan pajak progresif perlu dipertimbangkan, sehingga kelompok berpenghasilan tinggi dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan tanpa memberatkan masyarakat berpenghasilan rendah.

Artikel Terkait:
  • Keadilan Dibelokkan oleh Kekuasaan
  • Peluang Usaha di Balik Batas Medsos
  • Antara Harapan dan Kekecewaan
  • Orde Baru Jauh Lebih Baik

Ketiga, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran harus menjadi prioritas utama. Tanpa pengawasan yang ketat, dana hasil dari kebijakan fiskal seperti PPN hanya akan menjadi beban tambahan tanpa manfaat yang nyata bagi masyarakat luas.

Pajak adalah salah satu instrumen penting dalam membangun negara. Namun, kebijakan fiskal harus berjalan beriringan dengan upaya menciptakan keadilan sosial. Ketika kebijakan ini justru memperberat kelompok yang paling lemah, ada risiko besar terhadap stabilitas sosial dan ekonomi jangka panjang.

Pada akhirnya, kebijakan yang berhasil adalah kebijakan yang tidak hanya memikirkan kebutuhan negara, tetapi juga mempertimbangkan kesejahteraan rakyatnya.

Jangan Lewatkan:
  • Hibah untuk Aparat, Buat Apa?
  • Bersih-Bersih Kabinet Prabowo Dimulai
  • Jokowi, Mengapa Masih Ikut Campur?
  • Bahlil dan Wajah Baru Penjajahan
Daya Beli Kebijakan Pajak Kelas Menengah Kesenjangan Sosial PPN 12 %
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMenkum Supratman Klarifikasi Wacana Denda Damai Koruptor
Next Article Filipina Taklukkan Thailand di Semifinal Piala AFF 2024

Informasi lainnya

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Rahasia Puasa Dzulhijjah dan Keutamaannya

Islami Udex Mundzir

Harta Ilmu di Perpustakaan Masjid Nabawi Menanti Eksplorasi

Islami Alfi Salamah

Membangun Keterampilan Sosial untuk Mengurangi Insecure

Perspektif Alfi Salamah

XL dan Smartfren Merger: Strategi Besar Telekomunikasi

Bisnis Assyifa

Bingung Mau Liburan Kemana? Yuk Nikmati Keindahan Wisata Alam Musim Panas di Nikko Jepang

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Ekonomi
Ericka29 Mei 2025

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

Manfaat Sehat Biji Selasih untuk Tubuh dan Kulit

PP Khalifa Matangkan Adaptasi SK Kwarnas Terbaru Menjelang Mugus

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi