Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Cegah Karhutla Berulang, PKS Kaltim Bergerak

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 25 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Perselisihan Jabatan dan Integritas Pilkada

Pilkada adalah ujian bagi demokrasi, tetapi perselisihan tanpa solusi akan meruntuhkan kepercayaan rakyat.
Udex MundzirUdex Mundzir11 Januari 2025 Editorial
Perselisihan Hasil Pilkada Bupati Tasikmalaya
Perselisihan Hasil Pilkada Bupati Tasikmalaya (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Sidang Mahkamah Konstitusi terkait perselisihan hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya menyoroti masalah mendasar dalam integritas pilkada di Indonesia. Pasangan calon Cecep Nurul Yakin dan Asep Sopari Al-Ayubi (Cecep-Asep) mengajukan permohonan diskualifikasi terhadap pasangan petahana Ade Sugianto dan Iip Miptahul Paoz, dengan dalih telah melampaui batas masa jabatan. Menurut kuasa hukum Cecep-Asep, Ade Sugianto telah menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya untuk dua periode, yang jika diakumulasikan, melanggar ketentuan Undang-Undang tentang Pilkada.

Dalil ini membawa perhatian pada isu besar: bagaimana aturan masa jabatan diterapkan secara konsisten. Dalam permohonan yang dibacakan oleh kuasa hukum Usman dan Wiwin Wintarsih, pihak pemohon meminta Mahkamah untuk mendiskualifikasi pasangan nomor urut 3 dan memerintahkan pemungutan suara ulang tanpa keikutsertaan mereka. Permintaan ini menggarisbawahi kebutuhan akan kepastian hukum dalam menentukan kelayakan kandidat dalam kontestasi politik.

Namun, isu ini tidak hanya berhenti di ruang sidang. Di media sosial, video viral memperlihatkan aksi demonstrasi warga yang menolak hasil Pilkada Tasikmalaya. Dalam salah satu video, massa melakukan aksi di depan kantor KPU Kabupaten Tasikmalaya, meneriakkan protes atas dugaan kecurangan dan menuntut keadilan. Sebagian besar dari mereka mengaku kecewa dengan proses pemilihan yang dianggap cacat hukum, terutama terkait dugaan pelanggaran masa jabatan oleh pasangan petahana.

Baca Juga:
  • Sikap PDIP: Antara Prinsip dan Kepentingan
  • Garuda Pertiwi: Semangat Tanpa Batas di Balik Trofi Perdana
  • Isu, Skandal, dan Politik Panggung
  • Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

Situasi ini mencerminkan ketidakpuasan publik yang semakin meluas terhadap integritas pilkada. Ketidakpercayaan ini tidak hanya mencoreng kredibilitas pasangan terpilih, tetapi juga lembaga-lembaga penyelenggara pilkada seperti KPU dan Bawaslu. Ketika warga merasa suaranya tidak dihargai, demokrasi berada di ambang krisis.

Persoalan ini juga membuka diskusi lebih luas tentang pengawasan terhadap kandidat petahana. Pilkada seharusnya menjadi arena yang adil, tetapi sering kali petahana memiliki keuntungan dari akses terhadap sumber daya publik. Dalam kasus ini, tuduhan melampaui masa jabatan semakin memperkuat persepsi bahwa sistem pilkada di Indonesia rentan terhadap manipulasi dan pelanggaran etika.

Integritas pilkada adalah pondasi demokrasi. Kasus seperti ini menjadi ujian bagi lembaga-lembaga terkait, termasuk Mahkamah Konstitusi, KPU, dan Bawaslu, untuk menunjukkan komitmen mereka dalam menegakkan aturan. Jika pelanggaran masa jabatan terbukti, Mahkamah harus bertindak tegas dengan memberikan keputusan yang adil dan transparan. Sebaliknya, jika tuduhan ini tidak terbukti, klarifikasi yang tegas diperlukan untuk memulihkan nama baik pasangan terkait.

Artikel Terkait:
  • Isu yang Dibelokkan, Aparat yang Gagal
  • Jangan Goyang Pemerintah Sah
  • Obsesi IQ yang Keliru Arah
  • Taman di Jakarta akan Dibuka 24 Jam, Siapa yang Jaga?

Untuk masa depan, pemerintah dan penyelenggara pilkada harus memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap kandidat petahana. Salah satu langkah konkret adalah memperbaiki sistem verifikasi dan transparansi data pencalonan. Selain itu, pendidikan pemilih harus ditingkatkan agar masyarakat lebih kritis terhadap kandidat yang mencalonkan diri.

Demokrasi membutuhkan kepercayaan rakyat. Kasus perselisihan ini bukan hanya soal siapa yang menang, tetapi bagaimana proses pilkada dapat dijalankan secara jujur dan sesuai hukum. Dengan penyelesaian yang adil, diharapkan kasus ini dapat menjadi pelajaran penting bagi pilkada-pilkada berikutnya.

Jangan Lewatkan:
  • Bahlil dan Wajah Baru Penjajahan
  • Kehadiran Prabowo di Kongres Projo, Akan Menegaskan Dirinya “Termul”
  • Polres Sampang Kecolongan
  • Prestasi UGM Cemerlang, Integritas Belum Tercermin
Integritas Demokrasi Mahkamah Konstitusi Perselisihan Hasil Pilkada Pilkada Tasikmalaya
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKekalahan RIDO: Pelajaran dari Jakarta
Next Article Dinas Kesehatan Jakarta Catat 79 Kasus Virus HMPV Selama 2025

Informasi lainnya

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

3 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

1 Oktober 2026

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

15 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Mengemudi Visi, Bukan Hanya Mobil Listrik

Perspektif Udex Mundzir

Belajar Ikhlas

Islami Syamril Al-Bugisyi

Menakar Usia Ideal Penggunaan HP bagi Anak

Editorial Udex Mundzir

Manfaat Ramadhan

Islami Syamril Al-Bugisyi

Gegetuk, Jejak Manis Kuliner Sunda

Food Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi