Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mau Berhasil ? Inilah Morning Routine Orang Sukses

Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang

JPU: Vonis Nadiem Kembalikan Hak Anak Sekolah

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 8 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

WHO: Rp163 Triliun Dibutuhkan untuk Pulihkan Gaza

Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan kerusakan besar di Gaza memerlukan dana besar untuk pemulihan sistem kesehatan.
SilvaSilva18 Januari 2025 Global
Pemulihan Sistem Kesehatan Gaza oleh WHO
Pemulihan Sistem Kesehatan Gaza oleh WHO (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Gaza – Konflik Israel-Hamas telah menyebabkan kehancuran besar pada sistem kesehatan di Gaza. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, pemulihan infrastruktur kesehatan di wilayah ini membutuhkan setidaknya USD10 miliar atau sekitar Rp163 triliun selama lima hingga tujuh tahun ke depan. Perwakilan WHO untuk wilayah Palestina, Rik Peeperkorn, menyatakan estimasi awal untuk 1,5 tahun pertama mencapai lebih dari USD3 miliar atau sekitar Rp49 triliun.

“Di Gaza, kerusakannya begitu masif. Saya belum pernah melihat kehancuran sebesar ini di tempat lain sepanjang hidup saya,” kata Peeperkorn, Kamis (16/01/2025).

Menurut laporan WHO, kurang dari separuh rumah sakit di Gaza masih berfungsi. Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyambut baik pengumuman gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Namun, ia menekankan bahwa perdamaian adalah langkah terbaik untuk penyembuhan konflik ini.

“Kami menyambut kabar ini dengan lega, tetapi juga dengan kehati-hatian. Jika kedua belah pihak berkomitmen pada gencatan senjata, hal itu harus dimulai segera,” ujar Tedros.

Baca Juga:
  • Haikal Hassan Terancam Ditangkap Otoritas Arab Saudi
  • Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan
  • Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara
  • Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Tedros menambahkan, “Obat terbaik adalah perdamaian. Mari kita mulai penyembuhan ini demi kepentingan bersama.”

Sementara itu, hambatan dalam pengiriman bantuan kemanusiaan tetap menjadi perhatian utama. WHO menegaskan perlunya akses cepat dan aman untuk mempercepat distribusi bantuan ke seluruh wilayah Gaza.

Gencatan senjata yang dimediasi oleh para mediator internasional diharapkan menjadi titik awal rekonstruksi Gaza. Namun, tantangan besar dalam perbaikan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan kemanusiaan masih membayangi.

Artikel Terkait:
  • Pemilihan Umum Turki 2023: Ujian Terberat bagi Kekuasan Erdogan
  • Indonesia Desak PBB Usut Kematian 3 TNI di Lebanon
  • Masjid di Sydney Diancam Penembakan, PM Australia Kutuk Islamofobia
  • Elon Musk Akan Kurangi Waktu di DOGE, Fokus ke Tesla

Peeperkorn menjelaskan bahwa WHO siap memperluas dukungannya, tetapi solusi politik diperlukan untuk mengatasi hambatan keamanan dan logistik. “Kami membutuhkan akses tanpa hambatan untuk mempercepat distribusi bantuan di wilayah ini,” tegasnya.

Gencatan senjata juga diiringi dengan rencana pertukaran tahanan antara Israel dan Hamas. Namun, beberapa pihak skeptis dengan kesepakatan ini, menganggapnya sebagai jeda sementara di tengah konflik yang telah berlangsung lama.

Jangan Lewatkan:
  • 240 Jurnalis Gugur di Gaza, Tertinggi Sepanjang Sejarah Perang
  • China Siapkan Roket Long March 10 untuk Misi Bulan 2030
  • Toyota Hentikan Penjualan Yaris Ativ di Thailand Akibat Skandal Tes Keselamatan Daihatsu
  • Honda dan Nissan Siapkan Merger, Fokus Kejar Produksi EV
Gaza Hamas Israel Sistem Kesehatan Gaza WHO
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTikTok Resmi Ditutup di AS Mulai Minggu, Pengguna Beralih ke RedNote
Next Article Jejak Kehidupan

Informasi lainnya

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

25 Juni 2026

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

26 Mei 2026

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

24 Mei 2026

WHO Selidiki Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar

9 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026
Paling Sering Dibaca

Lelah Beribadah

Islami Syamril Al-Bugisyi

Koperasi Rasa Franchise

Editorial Udex Mundzir

Polres Sampang Kecolongan

Editorial Udex Mundzir

Satria-1 Satelit Indonesia Sukses Terbang dari Landasan SpaceX

Techno Alfi Salamah

Manfaat dan Batas Aman Konsumsi Nanas

Food Silva
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati30 Juni 2026

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi