Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 27 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Mulai Juli 2025, Cek Kesehatan Gratis Diperluas ke Sekolah dan Pesantren

Program preventif kesehatan nasional akan menjangkau 200 ribu lembaga pendidikan, termasuk 40 ribu pesantren.
ErickaEricka14 Mei 2025 Kesehatan
program cek kesehatan gratis di sekolah dan pesantren
Ilustrasi program cek kesehatan gratis di sekolah dan pesantren (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memperluas layanan cek kesehatan gratis ke lebih dari 200 ribu sekolah dan pesantren mulai Juli 2025. Langkah ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah berjalan di 10 ribu Puskesmas sejak Februari 2025.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa perluasan ini bertujuan meningkatkan pencegahan penyakit di masyarakat dengan mendekatkan layanan ke institusi pendidikan. Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Rabu (14/5/2025), ia menyebutkan bahwa 40 ribu dari total lembaga yang akan dilayani merupakan pesantren.

“Jadi selain di 10 ribu Puskesmas, kita juga akan jalankan program ini di sekitar 200 ribuan sekolah dan pesantren,” ungkap Budi.

Program pemeriksaan kesehatan gratis yang mulai berlaku pada Februari 2025 telah mencakup 5,3 juta orang dengan capaian pemeriksaan harian lebih dari 187 ribu individu. Layanan ini diberikan kepada kelompok usia 0–6 tahun dan 18 tahun ke atas, sementara untuk anak usia 7–17 tahun akan dimulai pada Juli mendatang.

Baca Juga:
  • Wacana Dokter Umum Boleh Operasi Caesar Dikritik Keras
  • Dinas Kesehatan Jakarta Catat 79 Kasus Virus HMPV Selama 2025
  • Tetap Sehat saat Traveling
  • Manfaat Sehat Biji Selasih untuk Tubuh dan Kulit

Jenis pemeriksaan yang tersedia meliputi deteksi kelainan bawaan pada bayi, pengukuran pertumbuhan dan perkembangan balita, pengukuran tekanan darah, gula darah, fungsi ginjal, serta pemeriksaan indera, gigi, dan kesehatan jiwa.

“Tujuan kami adalah mencegah agar masyarakat tetap sehat, jangan sampai jatuh sakit,” lanjut Budi.

Program ini merupakan bagian dari strategi transformasi layanan primer Kemenkes untuk memperkuat deteksi dini penyakit. Pemerintah berharap intervensi sejak dini dapat menekan biaya pengobatan jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Artikel Terkait:
  • Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?
  • Menguatkan Jiwa, Pentingnya Self-Care dalam Kesehatan Holistik
  • Bukan Kutukan, Ini Penyebab Mata Kedutan Menurut Medis
  • Deklarasi Sinergi Keuskupan Agung Samarinda Melawan Stunting

Kemenkes juga menyatakan bahwa pelaksanaan program akan didukung oleh digitalisasi data dan integrasi sistem layanan kesehatan, termasuk pelaporan hasil pemeriksaan ke dalam rekam medis elektronik.

Kehadiran layanan cek kesehatan gratis di sekolah dan pesantren diyakini dapat menjangkau anak-anak dan remaja yang selama ini belum masuk dalam cakupan program reguler. Ini menjadi upaya strategis dalam meningkatkan kesadaran dan budaya hidup sehat sejak usia dini.

Jangan Lewatkan:
  • Kemenkes Ingatkan Risiko Sentuh Bayi Saat Lebaran
  • Samarinda Sehat: BPOM Verifikasi 11 Kantin Sekolah Aman untuk Siswa
  • Kemendagri Pastikan Dukung Eliminasi Malaria di Wilayah Papua
  • Kemenkes Kirim Dokter Belajar Penanganan Jantung ke Luar Negeri
Budi Gunadi Sadikin Cek Kesehatan Gratis Kemenkes 2025 Kesehatan Masyarakat Sekolah dan Pesantren
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous Article117 Honorer Resmi Jadi PPPK Sekretariat DPRD Kaltim
Next Article Satu Data Kesehatan, Strategi Baru Kemenkes Pantau Jemaah Haji

Informasi lainnya

Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

19 April 2026

Rahasia Lari, Kunci Hidup Lebih Panjang dan Sehat

12 April 2026

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

19 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

14 Maret 2026

Kemenkes Ingatkan Risiko Sentuh Bayi Saat Lebaran

7 Maret 2026

Burnout Diam-Diam di Anak Muda

12 Februari 2026
Paling Sering Dibaca

Suara Moral yang Tersisa

Editorial Udex Mundzir

Jurnalisme di Bawah Bayang Algoritma

Editorial Udex Mundzir

Makanan Indonesia Memukau Arab Saudi dengan Bakso dan Rendang

Islami Alfi Salamah

Menjaga Keberkahan Rumah dalam Islam

Islami Udex Mundzir

Mengenal Es Gabus: Bahan, Tekstur, dan Keamanan

Food Lisda Lisdiawati
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi