Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Garam Kusamba Bali, Warisan Leluhur yang Mendunia

Larung Cai Cirebon, Warisan Budaya Penuh Makna

Prabowo Pecat Listyo Sigit, Ariyo Windutomo Jadi Plt KSP

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 7 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Bersihkan Warisan Kabinet Jokowi

Pemerintahan Prabowo tidak akan kuat jika terus dibayangi tokoh lama yang masih membawa agenda warisan kekuasaan sebelumnya.
Udex MundzirUdex Mundzir30 Agustus 2025 Editorial
Warisan Kabinet Jokowi Dalam Pemerintahan Prabowo.
Ilustrasi Warisan Kabinet Jokowi Dalam Pemerintahan Prabowo.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pemerintahan Prabowo Subianto telah berjalan dengan tekanan politik orang-orang. Kritik tidak hanya datang dari oposisi, melainkan juga dari masyarakat yang menyoroti kuatnya warisan kabinet Jokowi di tubuh pemerintahan. Nama-nama seperti Bahlil Lahadalia, Erick Thohir, Sri Mulyani, hingga Airlangga Hartarto dipandang sebagai simbol kesinambungan politik lama.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan: apakah Prabowo benar-benar memimpin dengan arah baru, ataukah ia sekadar meneruskan agenda lama dengan wajah berbeda? Publik menaruh curiga, karena banyak tokoh kunci dalam kabinet sekarang adalah figur yang di masa Jokowi memegang peranan penting dalam pengambilan keputusan.

Dari perspektif politik, kehadiran orang-orang lama memang sulit dihindari. Koalisi besar yang menopang kemenangan Prabowo terbentuk dengan kompromi. Kursi menteri menjadi alat tawar yang tidak bisa dilepaskan dari kesepakatan antarpartai. Namun, kompromi itu berisiko membelenggu Prabowo. Alih-alih bebas menjalankan visi sendiri, ia justru terjebak dalam pola lama yang dibentuk pendahulunya.

Di sisi hukum, situasi ini menciptakan dilema. Secara konstitusi, presiden berhak mengangkat dan memberhentikan menteri. Artinya, Prabowo punya kewenangan penuh untuk melakukan reshuffle bila dirasa perlu. Namun, realitas politik membuat keputusan itu tidak sederhana. Menggeser menteri yang punya backing partai atau oligarki bisa memicu perlawanan di DPR.

Secara sosial, masyarakat mulai bosan dengan wajah lama. Publik berharap ada arah baru yang lebih segar, bukan sekadar kontinuitas. Kehadiran figur lama hanya memperkuat kesan bahwa oligarki tetap bercokol, dan pergantian presiden tidak membawa perubahan signifikan bagi rakyat. Jika ini dibiarkan, rasa apatis terhadap politik akan semakin dalam.

Baca Juga:
  • Sekolah Jam 6, Jam Malam Jam 9
  • Stop Putar Lagu atau Musik Lokal Indonesia
  • Pemerintahan Indonesia Masih Menggunakan Manajemen Penjajah
  • Suara Moral yang Tersisa

Dampak ekonomi juga tidak bisa diabaikan. Sri Mulyani, misalnya, dipandang sukses menjaga stabilitas fiskal, tetapi juga dikritik karena kebijakan pajak dan utang yang membebani masyarakat. Erick Thohir dikenal dengan manajemen bisnis, tetapi juga dikaitkan dengan kepentingan politik dan bisnis keluarga besar. Sementara itu, Bahlil kerap dipersoalkan karena kedekatannya dengan investor tertentu. Semua ini memperkuat persepsi bahwa ekonomi masih diatur oleh jejaring lama.

Prabowo juga menghadapi tantangan unik dengan posisi wakil presiden. Gibran, meski sah terpilih, tetap menuai kontroversi karena proses pencalonannya dinilai melanggar etika konstitusi. Banyak yang menilai kehadirannya lebih sebagai perpanjangan bayangan Jokowi daripada simbol regenerasi politik. Jika tidak hati-hati, posisi Gibran justru akan menjadi batu sandungan politik dalam pemerintahan.

Namun, solusi bukan sekadar “menyingkirkan” semua orang lama sekaligus. Langkah drastis seperti itu bisa mengganggu stabilitas politik. Prabowo perlu strategi bertahap. Tokoh lama bisa “diparkir” pada posisi simbolis tanpa kendali besar terhadap kebijakan inti, sementara posisi strategis diisi figur baru yang lebih independen.

Selain itu, meritokrasi harus ditegakkan. Prabowo bisa menunjukkan keberanian dengan menempatkan pejabat berdasarkan kompetensi, bukan loyalitas politik. Reformasi birokrasi harus dipercepat agar keputusan negara tidak bergantung pada segelintir nama yang terus-menerus muncul di setiap pemerintahan.

Komunikasi politik juga harus diperkuat. Prabowo perlu menjelaskan kepada publik bahwa keberadaan tokoh lama bukan berarti tunduk pada warisan Jokowi. Transparansi dalam pengambilan keputusan akan mengurangi kecurigaan bahwa pemerintahan ini sekadar kelanjutan dari masa lalu.

Artikel Terkait:
  • Celah Curang Layanan Rumah Sakit
  • Gubernur Bayangan di Tambang Rakyat
  • Indonesia dan Dua Periode Jokowi yang Memalukan
  • Keadilan Dibelokkan oleh Kekuasaan

Masyarakat sipil punya peran penting. Tekanan publik bisa menjadi pendorong agar pemerintah berani melakukan reformasi. Jika rakyat diam, maka elit politik akan terus memainkan skenario lama tanpa merasa perlu berubah. Oleh karena itu, kritik dan pengawasan dari media, akademisi, dan aktivis harus terus dijaga.

Dari sisi jangka panjang, reformasi sistem politik adalah kunci. Selama pemilu masih dikuasai oleh uang dan oligarki, wajah lama akan terus kembali ke panggung. Prabowo perlu menyiapkan sistem pemilu yang lebih adil dan transparan, agar DPR maupun kabinet di masa depan benar-benar mencerminkan aspirasi rakyat, bukan sekadar kompromi elit.

Jika Prabowo berhasil menyingkirkan dominasi warisan Jokowi, ia akan dikenang sebagai presiden yang berani membawa arah baru. Namun, jika gagal, pemerintahannya hanya akan dicatat sebagai kelanjutan dari kekuasaan lama dengan gaya berbeda. Pada akhirnya, rakyatlah yang akan menanggung akibatnya: stagnasi ekonomi, polarisasi politik, dan hilangnya kepercayaan pada demokrasi.

Jangan Lewatkan:
  • Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda
  • Eksploitasi Konsumen: Kuota Hangus, Manipulasi Digital Terstruktur
  • Hakim Mana yang Berani Vonis Ijazah Palsu?
  • Tabrani dan Jejak Madura untuk Bangsa

Sebagai media, kami menegaskan bahwa pembersihan warisan kabinet Jokowi bukan sekadar tuntutan emosional. Ini adalah kebutuhan strategis untuk memastikan pemerintahan benar-benar berjalan mandiri. Prabowo harus berani menata ulang, dengan tetap menjaga stabilitas, agar bangsa ini tidak terus terjebak dalam bayang-bayang masa lalu.

Demokrasi Kabinet Prabowo Politik Indonesia Reformasi Politik Warisan Jokowi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleJangan Goyang Pemerintah Sah
Next Article Bayang Luhut di Tubuh Prabowo

Informasi lainnya

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

23 Juni 2026

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

22 Juni 2026

Negeri yang Tak Kekurangan Lembaga, Tapi Kekurangan Kejelasan

21 Juni 2026

Rakyat Bertanya, Negara Menjawab dengan Prosedur

20 Juni 2026

Negara Hukum yang Sistem Hukumnya Dibuat Ruwet

19 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Siapa Saja yang Wajib Zakat Fitrah dan Bagaimana Ketentuan Waktunya?

Islami Ericka

Membeli Oleh-Oleh yang Bermanfaat dan Bernilai: Tips Agar Tidak Menjadi Sampah

Perspektif Alfi Salamah

Makanan Sehat untuk Sahur dan Berbuka Puasa

Food Assyifa

Antara Harapan dan Kekecewaan

Editorial Udex Mundzir

Jangan Normalisasi Israel

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi