Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Cegah Karhutla Berulang, PKS Kaltim Bergerak

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 26 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Rahmah El Yunusiah, Perintis Diniyah Putri

Dalam senyapnya zaman kolonial, perempuan Minang ini memecah sunyi dengan membangun pondasi pendidikan Islam bagi kaumnya.
Alfi SalamahAlfi Salamah4 Januari 2026 Profil
Pendiri Perguruan Diniyyah Putri Padang Panjang, Almarhumah Hajjah Rahmah El Yunussiyah
Pendiri Perguruan Diniyyah Putri Padang Panjang, Almarhumah Hajjah Rahmah El Yunussiyah (IST)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Rahmah El Yunusiah bukan sekadar nama dalam sejarah pendidikan Islam Indonesia. Ia adalah simbol perjuangan perempuan yang mengusung ilmu, iman, dan identitas dalam satu langkah besar. Lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat pada 29 Desember 1900, Rahmah tumbuh dalam keluarga ulama yang kental akan nilai-nilai keislaman dan kecintaan pada ilmu.

Sejak kecil, ia memperlihatkan minat tinggi pada pelajaran agama dan sering mengikuti pengajian di surau bersama anak laki-laki. Di tengah budaya patriarki yang masih kental, keberaniannya menuntut ilmu sudah menunjukkan bahwa ia tidak akan menjadi perempuan biasa.

Mendirikan Diniyah Putri

Pada 1 November 1923, Rahmah mendirikan Madrasah Diniyah Li Al-Banat, yang kelak dikenal sebagai Diniyah Putri, sekolah Islam modern pertama untuk perempuan di Indonesia. Lembaga ini tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga keterampilan hidup seperti memasak, menjahit, hingga kesadaran sosial-politik.

Langkah ini menjadi revolusi diam. Saat sebagian besar perempuan Indonesia masih dibatasi ruang geraknya, Rahmah memberi mereka ruang belajar, berpikir, dan bermimpi. Diniyah Putri tak hanya melahirkan murid, tapi mencetak generasi perempuan Muslim yang berdaya dan kritis.

Baca Juga:
  • Elon Musk Cetak Sejarah, Kekayaan Tembus Rp 7.000 Triliun
  • Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Baru
  • Phil Knight dan Nike
  • Tan Malaka: Pejuang Tanpa Mahkota

Menerobos Dunia Islam Internasional

Pengaruh Rahmah tak berhenti di Padang Panjang. Pada tahun 1955, ia melakukan perjalanan ke Mesir dan bertemu dengan para ulama Universitas Al-Azhar, Kairo. Dalam kunjungan itu, Rahmah mempresentasikan sistem pendidikan Diniyah Putri dan menarik perhatian dunia Islam.

Sebagai bentuk pengakuan, Universitas Al-Azhar menganugerahkan gelar kehormatan “Sheikhah” kepada Rahmah El Yunusiah. Ia menjadi satu-satunya perempuan Indonesia yang mendapat gelar tersebut dari Al-Azhar, yang selama berabad-abad dikenal sebagai benteng keilmuan Islam global dan sangat jarang mengakui otoritas keagamaan perempuan.

Menggugat Narasi Kolonial dan Patriarki Lewat Pendidikan

Rahmah sadar bahwa penjajahan bukan hanya tentang kekuasaan politik, tapi juga penguasaan wacana dan sistem pendidikan. Di saat pemerintah kolonial hanya memperbolehkan pendidikan dasar terbatas bagi perempuan, Rahmah justru mendesain kurikulum yang setara bahkan melebihi sekolah-sekolah Belanda pada masa itu dengan ruh Islam yang kuat.

Ia juga menggugat tafsir sempit atas peran perempuan dalam Islam. Baginya, perempuan Muslim tidak harus memilih antara menjadi alimah atau ibu rumah tangga keduanya bisa berjalan beriringan. Visi ini jauh melampaui zamannya, bahkan masih relevan dalam diskursus feminisme Islam hari ini.

Artikel Terkait:
  • Ibnu Al‑Haytham: Sang Bapak Optik Dunia
  • Gen Z dan Tantangan Tanpa Ponsel
  • Tessa Wijaya, Wanita di Balik Kesuksesan Xendit
  • Daniel Kahneman: Akhir Tragis Seorang Peraih Nobel

Warisan yang Tak Pernah Padam

Setelah wafatnya pada 26 Februari 1969, Rahmah El Yunusiah tetap hidup dalam semangat ribuan alumni Diniyah Putri yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Sekolah yang ia dirikan masih berdiri hingga kini, menjadi mercusuar pendidikan perempuan berbasis Islam di Indonesia dan Asia Tenggara.

Namanya juga diabadikan sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1974, menjadikannya satu dari sedikit tokoh perempuan yang mendapat pengakuan setinggi itu karena dedikasinya di bidang pendidikan dan dakwah.

Inspirasi Bagi Generasi Perempuan Muslim

Di era digital ini, perjuangan Rahmah El Yunusiah justru semakin menemukan relevansinya. Ketika disrupsi informasi dan budaya global mengancam nilai-nilai lokal dan keislaman, semangat Rahmah menjadi penyeimbang: bahwa perempuan bisa menjadi bijak dalam iman, unggul dalam ilmu, dan tetap anggun dalam budaya.

Dunia pendidikan kita hari ini membutuhkan lebih banyak figur seperti Rahmah yang bukan hanya membangun institusi, tetapi juga membebaskan pikiran dan memperluas cakrawala. Visi yang tak hanya untuk perempuan, tetapi untuk masa depan bangsa yang lebih beradab.

Jangan Lewatkan:
  • Dida Nurhayati: Membangun Pramuka Cisayong yang Berprestasi
  • Adam D’Angelo: Pendiri Quora dan Mantan CTO Facebook
  • Dalam Diam, Tumbuh Arah
  • Sarwo Edhie Wibowo, Prajurit dalam Badai Sejarah
Pahlawan Nasional Pendidikan Perempuan Perempuan Minangkabau Sejarah Pendidikan Islam Tokoh Islam Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePimpinan Gontor Amal Fathullah Zarkasyi Wafat
Next Article Marsinah: Suara Buruh yang Terdiam Tragis

Informasi lainnya

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

27 April 2026

Tidur Nanti Saja

21 April 2026

Dalam Diam, Tumbuh Arah

21 April 2026

Jejak Muda, Prestasi Nyata

21 April 2026

Dari Dapur ke Ruang Strategis

21 April 2026

Ma Eroh, Perempuan Bertangan Batu

31 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Isra’ Mi’raj dan Problem Solving

Islami Syamril Al-Bugisyi

Meraih Berkah, Inilah Cara Berbuka Puasa Ala Rasulullah

Islami Alfi Salamah

Satria-1 Satelit Indonesia Sukses Terbang dari Landasan SpaceX

Techno Alfi Salamah

Tegakkan Keadilan, Umar bin Abdul Aziz Wafat Karena Diracun

Islami Alfi Salamah

Musik AI Tanpa Hak Cipta

Refleksi Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi