Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 17 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pesan Gus Baha untuk Perantau yang Gagal Mudik

Ulama NU itu mengajak masyarakat memaknai kerinduan kepada keluarga sebagai bagian dari nikmat yang diberikan Tuhan.
ErickaEricka15 Maret 2026 Tokoh
Pesan Gus Baha untuk Perantau yang Gagal Mudik
Ilustrasi KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Rembang – Menjelang Hari Raya Idulfitri, kerinduan pada kampung halaman sering terasa semakin kuat. Bagi sebagian perantau, tradisi mudik menjadi momen yang dinanti. Namun, bagi mereka yang harus menahan langkah pulang tahun ini, ulama karismatik KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menghadirkan pesan menyejukkan: kerinduan kepada keluarga juga merupakan bagian dari kenikmatan hidup.

Fenomena tidak bisa mudik menjelang Lebaran kerap dialami banyak orang karena berbagai alasan, mulai dari keterbatasan biaya, kehabisan tiket perjalanan, hingga tuntutan pekerjaan. Situasi ini membuat sebagian perantau merasa sedih karena tidak dapat bertemu keluarga pada momen penting Idulfitri. Dalam salah satu kajian yang disampaikan menjelang akhir Ramadan, Gus Baha mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap kondisi tersebut.

“Saran saya untuk teman-teman yang ditakdir belum bisa ketemu keluarga, bahwa rindu itu sudah bagian dari kenikmatan. Jadi kita berpikir positif bahwa bertemu itu nikmat, karena silaturahim (menyambung). Tidak ketemu, kita nikmati rasa rindu, rasa sayang yang terpendam,” jelas Gus Baha.

Pengasuh Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA Narukan di Rembang itu menjelaskan bahwa rasa cinta yang mendalam atau dalam istilah tasawuf disebut ‘isyq dapat muncul dari berbagai keadaan, termasuk ketika seseorang tidak dapat bertemu dengan orang yang dicintai. Menurutnya, kerinduan justru bisa menghadirkan pengalaman batin yang penuh makna.

Baca Juga:
  • Ibnu Batutah, Sang Penjelajah Muslim yang Tak Tertandingi
  • Maulid Nabi sebagai Momen Memperbaiki Akhlak
  • Abdulla Al Futtaim, Sosok Kunci Transformasi Ekonomi Dubai
  • Semangat Sumpah Pemuda di Cisayong: Pramuka Kobarkan Persatuan Bangsa

“Justru barokahnya tidak ketemu itu ada kenikmatan tersendiri dalam kerinduan, dalam membayangkan ketemu, dalam membayangkan masa lalu yang indah, yang dulu bertemu terus sekarang tidak ketemu. Jadi Allah tidak kekurangan cara untuk membuat orang dapat nikmat,” tuturnya.

Gus Baha menilai manusia sering kali hanya memandang kebahagiaan dari pertemuan secara fisik. Padahal, kenangan, harapan, dan kerinduan juga dapat menjadi sumber kebahagiaan yang tidak kalah bermakna. Dalam pandangannya, Allah memberikan berbagai bentuk nikmat kepada manusia, termasuk melalui perasaan rindu yang menguatkan ikatan batin dengan keluarga.

“Ketika ketemu, ya nikmat. Ketika rindu menikmati masa lalu yang bisa bertemu ya nikmat, meskipun sekarang tidak bertemu karena bagian kenikmatan manusia itu termasuk rindu,” tegas ulama asal Jawa Tengah tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa rasa rindu yang belum terobati sebaiknya disikapi dengan kesabaran dan diiringi dengan ibadah, seperti berzikir atau mengingat Allah. Dengan cara itu, kekecewaan karena gagal mudik dapat berubah menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan spiritual.

Artikel Terkait:
  • Gelar Sosper, Zuhri Ajak Masyarakat Samarinda Melek Hukum
  • Momen Idulfitri, Gus Barra Sampaikan Pentingnya Menyambung Silaturahmi
  • Tokoh Ekonomi Sumitro Djojohadikusumo Diusulkan Jadi Pahlawan
  • Program ‘Masak Besar’ Bobon Santoso Resmi Dilindungi Hukum

“Insyaallah dengan cara itu kita bisa mengobati kekecewaan (karena tidak bisa mudik),” pungkasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para perantau bahwa makna silaturahmi tidak hanya terbatas pada pertemuan fisik. Kerinduan yang tersimpan, doa untuk keluarga, serta kenangan kebersamaan juga merupakan bagian dari ikatan kasih sayang yang tetap hidup meski terpisah jarak.

Dengan perspektif tersebut, kegagalan mudik tidak selalu harus dipandang sebagai kehilangan. Sebaliknya, ia bisa menjadi momen untuk mensyukuri kenangan dan menjaga cinta kepada keluarga, sembari menanti pertemuan yang mungkin akan datang di waktu berikutnya.

Jangan Lewatkan:
  • Tsabit bin Qurrah, Ahli Astronomi dan Matematika yang Merevolusi Ilmu Pengetahuan
  • Gus Nadir: Fiqih Sosial Harus Adaptif di Tengah Kemajuan Teknologi
  • Sahrul: Satu Suara, Masa Depan Kabupaten Bandung
  • Fakta Menarik tentang HOS Tjokroaminoto, Pendiri Serikat Islam
Dakwah Islam Gus Baha Mudik Lebaran Perantau Indonesia Rindu Keluarga
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBolehkah Merekam Khutbah Salat Ied dengan Ponsel?
Next Article Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

Informasi lainnya

Abdulla Al Futtaim, Sosok Kunci Transformasi Ekonomi Dubai

13 April 2026

Relawan Muda di Arus Mudik

17 Maret 2026

Diskon Tarif Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

16 Maret 2026

Menag Larang ASN Kemenag Pakai Mobil Dinas Saat Mudik

13 Maret 2026

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

13 Maret 2026

Otto Iskandardinata, Sang Jalak Harupat dari Tanah Sunda

26 Mei 2025
Paling Sering Dibaca

Prabowo-Gibran dan Propaganda 78% Publik Puas

Editorial Udex Mundzir

ASN BKN Boleh WFA 2 Hari Seminggu, Efisiensi Anggaran dan Uji Kinerja Digital

Bisnis Assyifa

Misteri Kesehatan Ibadah Haji: Rahasia Imun Tubuh Tangguh

Islami Alfi Salamah

Koperasi Desa Tanpa Arah Nyata

Editorial Lisda Lisdiawati

Riset Murah, Mimpi Besar

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi