Jakarta – Sejumlah penelitian terbaru mengungkap bahwa buah dan sayuran yang umum dikonsumsi masyarakat mengandung partikel mikroplastik dalam jumlah signifikan. Temuan ini menimbulkan kekhawatiran terkait potensi dampaknya terhadap kesehatan manusia.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Research pada Februari 2024 menunjukkan bahwa hampir 90 persen sampel protein yang diteliti, termasuk daging, makanan laut, dan alternatif nabati, mengandung mikroplastik. Selain itu, penelitian lain juga menyoroti kontaminasi mikroplastik pada buah dan sayuran.
Studi yang terbit pada Agustus 2020 menemukan bahwa berbagai jenis buah dan sayur mengandung sekitar 52.050 hingga 233.000 partikel plastik berukuran di bawah 10 mikrometer. Mikroplastik ini dapat masuk ke dalam jaringan tanaman melalui air dan tanah yang telah terkontaminasi.
Apel dan wortel tercatat sebagai komoditas dengan tingkat kontaminasi tertinggi. Apel mengandung rata-rata 195.500 partikel mikroplastik per gram, sementara pir sekitar 189.500 partikel per gram. Pada kelompok sayuran, brokoli dan wortel juga menunjukkan angka lebih dari 100.000 partikel per gram.
“Saat kita menggigit apel, kemungkinan besar kita juga mengonsumsi mikroplastik,” ujar Sion Chan, juru kampanye Greenpeace Asia Timur yang berbasis di Hong Kong.
Penelitian lain dari Universitas Catania, Italia, juga menemukan keberadaan mikroplastik dalam buah dan sayuran seperti apel, pir, wortel, dan selada. Partikel plastik terkecil ditemukan pada wortel, sementara ukuran terbesar ditemukan pada selada.
Para peneliti menjelaskan bahwa mikroplastik dapat diserap oleh akar tanaman, kemudian terakumulasi dalam jaringan yang dikonsumsi manusia. Hal ini menunjukkan bahwa kontaminasi tidak hanya terjadi di permukaan, tetapi juga di bagian dalam bahan pangan.
Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran sangat kecil yang tidak terlihat oleh mata. Partikel ini dapat masuk ke tubuh manusia melalui makanan, minuman, maupun udara yang terhirup.
Para ahli menilai diperlukan upaya pengendalian pencemaran plastik, terutama pada sektor pertanian dan lingkungan.
Pengawasan terhadap kualitas air dan tanah menjadi penting untuk mengurangi risiko kontaminasi pada bahan pangan.
Temuan ini menjadi perhatian karena buah dan sayur merupakan bagian penting dari pola makan sehat masyarakat.
