Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 30 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Babi di Pulau Bulan, Batam Terdampak Wabah Demam Babi Afrika

Virus ASF merupakan virus yang mudah menyebar, dan penyebaran dari virus tersebut melalui perantara orang, barang, dan hewan.
Dexpert CorpDexpert Corp9 Mei 2023 Kesehatan
peternakan babi di batam
Peternakan babi di Batam (Dok. Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Batam – I Ketut Hari Suyasa, sebagai Ketua Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI) Bali, mengungkapkan rasa kagetnya ketika mengetahui bahwa peternakan babi di Pulau Bulan, Batam, Kepulauan Riau, yang seharusnya merupakan peternakan terkoloni dengan sistem pengawasan biosecurity yang ketat dan baik, tetap terdampak oleh wabah demam babi Afrika (African Swine Fever).

“Yang membuat kita agak sedikit kaget ya, kenapa kemudian Pulau Bulan yang notabene adalah peternakan yang terkoloni, terus saya percaya pengawasan terhadap biosecurity-nya juga ketat, sehingga kita kaget kenapa Pulau Bulan bisa terkontaminasi virus ASF,” ungkap I Ketut Hari Suyasa kepada CNBC Indonesia, Selasa (9/5/2023).

Menurutnya, ada beberapa hal yang menyebabkan babi-babi di Pulau Bulan bisa terjangkit virus mematikan tersebut. Pertama, virus ASF merupakan virus yang mudah menyebar, dan penyebaran dari virus tersebut melalui perantara orang, barang, dan hewan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Notabene virus (ASF) itu gak ada obat, gak ada vaksinnya, mortalitas-nya 100%, daya bunuhnya 100%, kecepatan sebarannya juga 100%,” ungkap Hari.

Hari memberikan contoh, penyebaran virus bisa terjadi melalui perantara lintas orang yang masuk ke kandang dan tidak terkontrol dengan baik, armada yang mengangkut babi, alat tangkap yang digunakan, hingga bahan baku makanan ternak yang masuk ke wilayah Pulau Bulan berasal dari wilayah yang terkontaminasi virus ASF.

Baca Juga:
  • Kemenkes Imbau Waspada Covid-19 Meski Kasus di Indonesia Turun
  • Pentingnya Mengonsumsi Sayuran untuk Kesehatan
  • Daun Kemangi Lebih dari Sekedar Pelengkap Hidangan
  • Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Selain itu, Hari menjelaskan, virus ASF juga bisa menyebar dari cara penguburan bangkai babi terjangkit virus ASF tidak sesuai protokol kesehatan yang benar.

“Maka (bangkai babi terjangkit virus) akan menjadi biang kehancuran untuk seterusnya, karena virus itu hidup di tiga hal, yaitu dingin, basah, dan gelap,” ujar Hari.

“Kalau babi yang sudah terkontaminasi virus ASF kemudian ditanam begitu saja, maka di tanah yang dingin, di tanah yang lembab, dan di tanah gelap, virus itu akan hidup. Setiap peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau, virus itu akan menyerang lagi. ini berbahayanya,” terangnya.

Maka, penanganan bangkai babi, menurut dia, menjadi hal yang sangat penting jika wilayah tersebut ke depannya masih ingin beternak babi lagi.

Sistem Sub-Kompartemen Peluang untuk Buka Kembali Ekspor Ternak Babi ke Singapura

Sementara itu, Nuryani Zainuddin, Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian selaku Otoritas Veteriner Nasional Indonesia menyampaikan, pihaknya telah bergerak cepat mengirimkan tim investigasi ke peternakan babi di Pulau Bulan dan menindaklanjuti adanya temuan kasus ASF di Pulau Bulan tersebut.

“Tim investigasi ke Pulau Bulan, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau mulai kami turunkan mulai tanggal 24 April hingga 28 April 2023,” kata Nuryani dalam keterangan resminya, seperti dikutip, Selasa (9/5/2023).

Tim Investigasi yang terdiri dari staf Direktorat Kesehatan Hewan, Balai Veteriner Bukittinggi, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) serta Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Tanjung Pinang melakukan koordinasi dengan perusahaan yang diikuti dengan investigasi dan pengambilan sampel.

Artikel Terkait:
  • Mitos dan Fakta Seputar Vape yang Perlu Kamu Tahu
  • Komisi IX DPR Desak BPOM dan Aparat Tindak Vape Zombie
  • Kemenkes Kirim Dokter Belajar Penanganan Jantung ke Luar Negeri
  • Gedung Imdaad Hamid RSKD Balikpapan Siap Tangani Penyakit Infeksius dan Stroke

“Dari hasil Laboratorium Veteriner Kementan di Bukittinggi mengkonfirmasi memang ditemukan adanya kasus ASF di salah satu perusahaan peternakan yang berdampak terhadap penutupan impor babi hidup dari Pulau Bulan ke Singapura,” ungkap Nuryani.

“Tim kami saat ini juga terus berkoordinasi dengan Otoritas Veteriner Provinsi Kepri dan telah dilakukan pembatasan lalu lintas babi hidup dan produknya dari Pulau Bulan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu juga dilakukan pengawasan terhadap pelaksanaan depopulasi, disposal dan disinfeksi,” imbuhnya.

Lebih lanjut Nuryani menegaskan, Kementerian Pertanian sebenarnya telah mengantisipasi kemungkinan kejadian kasus ASF di Pulau Bulan tersebut dengan penetapan peternakan menjadi Kompartemen Bebas ASF.

“Kita telah melakukan pendampingan dan penilaian terkait implementasi biosekuriti dan manajemen kesehatan hewan di Pulau Bulan, sehingga kemudian status kompartemen bebas ASF kita berikan,” kata Nuryani.

Nuryani menjelaskan, Kementan bahkan telah menyetujui adanya 22 unit di dalam peternakan di Pulau Bulan sebagai sub-kompartemen bebas ASF, sehingga apabila ada salah satu unit perusahaan terkena ASF, unit lain yang tidak terkena masih dapat melanjutkan ekspor ke Singapura.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan unit perusahaan yang terkena tersebut untuk lebih meningkatkan penerapan biosekuriti dan rencana kontinjensi saat ada kasus sebelum mengajukan kembali sebagai kompartemen bebas ASF, serta melakukan Tindakan Mitigasi dan Linimasa Ekspor,” ungkap Nuryani.

Jangan Lewatkan:
  • Bayi Tertahan di RS Karena Biaya, Jaminan Kesehatan Dipertanyakan
  • Tempe, Superfood Lokal untuk Kesehatan dan Kecantikan
  • Rahasia Alami Membersihkan Usus Secara Efektif
  • Kemenkes Ingatkan Risiko Sentuh Bayi Saat Lebaran

Menurutnya, perusahaan tersebut sangat koperatif dan telah menindaklanjuti dengan menerapkan kontingensi plans (rencana kontingensi) yaitu melakukan culling pada unit produksi, melakukan proses pembersihan dan desinfeksi pada unit yang telah selesai dilakukan culling sesuai Standar Operasional Prosedur Kompartemen.

“Kita upayakan dengan penerapan sistem sub-kompartemen bebas ASF, maka Indonesia bisa lebih mudah terbebas dari virus ini,” pungkasnya.

Babi Babi di Batam Kementan RI virus ASF
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePertamina dan Petronas Merger untuk Akuisisi Saham Shell di Blok Masela
Next Article Pengenaan Pajak Ekspor Komoditas Nikel Masih Dibahas

Informasi lainnya

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

25 September 2026

Ketika Langit Kelabu Mengubah Kehidupan

11 September 2026

Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

11 Juli 2026

BPOM Perketat Vape, Remaja Jadi Fokus Perlindungan

22 Mei 2026

WHO Selidiki Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar

9 Mei 2026

Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

19 April 2026
Paling Sering Dibaca

Marsinah: Suara Buruh yang Terdiam Tragis

Profil Alfi Salamah

Ubox: Solusi Sewa Powerbank Praktis di Bandara

Techno Silva

Ai Sri Mulyani, Ketelitian yang Berbuah Terang

Profil Adit Musthofa

6 Amalan Sunnah Malam Idulfitri

Islami Ericka

Perisai Kehidupan

Islami Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Kebun Mini Super Kilat di Rumah

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi