Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Cegah Karhutla Berulang, PKS Kaltim Bergerak

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 19 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kulit Bawang Merah Bisa Jadi Pelindung Panel Surya

Inovasi besar kadang tumbuh dari bahan sederhana yang sering terbuang.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati19 Agustus 2026 Saintek
Kulit Bawang Merah Bisa Jadi Pelindung Panel Surya
Bawang merah dan kulitnya berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pelindung panel surya dari radiasi UV. (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Limbah bernilai kini muncul dari kulit bawang merah yang selama ini dianggap sisa dapur. Bahan sederhana itu ternyata berpotensi membantu melindungi sel surya. Peneliti mengolah ekstraknya bersama nanoselulosa untuk membuat lapisan pelindung berbasis hayati. Hasilnya menawarkan peluang baru bagi teknologi energi yang lebih ramah lingkungan.

Panel surya membutuhkan perlindungan karena radiasi ultraviolet dapat mempercepat kerusakan sel. Saat ini, lapisan pelindung sering memakai bahan berbasis minyak bumi. Contohnya adalah polyvinyl fluoride atau PVF dan polyethylene terephthalate atau PET. Para ilmuwan kemudian mencari bahan alternatif dengan dampak lingkungan lebih rendah.

Ekstrak Bawang Merah Mampu Menahan Radiasi UV

Penelitian tersebut melibatkan University of Turku dan Aalto University di Finlandia. Wageningen University di Belanda juga terlibat dalam riset itu. Hasil penelitian diterbitkan dalam ACS Applied Optical Materials.

Para peneliti menggunakan nanoselulosa sebagai bahan dasar film pelindung. Material ini berasal dari selulosa yang dipecah menjadi serat berukuran sangat kecil. Mereka kemudian membandingkan beberapa bahan tambahan untuk meningkatkan kemampuan menyaring sinar ultraviolet.

Bahan yang diuji mencakup ekstrak kulit bawang merah, lignin, dan ion besi. Hasil pengujian menunjukkan ekstrak bawang merah memiliki performa sangat menjanjikan. Lapisan tersebut mampu menahan 99,9 persen radiasi UV hingga panjang gelombang 400 nanometer.

Film berbahan bawang merah bahkan mengungguli filter berbasis PET dalam pengujian tersebut. PET dipilih peneliti sebagai salah satu representasi bahan komersial yang banyak digunakan.

“Film nanoselulosa dengan pewarna bawang merah menjanjikan untuk aplikasi berbahan pelindung hayati,” kata Rustem Nizamov. Ia merupakan peneliti bidang material di University of Turku.

Baca Juga:
  • Waspada Banjir Rob! Gerhana Matahari Akan Terjadi 29 Maret 2025
  • Langit Nusantara dan Fenomena Cahaya yang Tampak di atas kepulauan Indonesia
  • Hujan Meteor Perseid Hiasi Langit Indonesia pada 12–13 Agustus
  • Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

Tetap Transparan untuk Menangkap Cahaya Matahari

Kemampuan menahan UV bukan satu-satunya kebutuhan bagi lapisan panel surya. Lapisan juga harus meneruskan cahaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan listrik. Jika terlalu gelap, energi yang mencapai sel justru dapat berkurang.

Pada aspek tersebut, ekstrak kulit bawang merah kembali menunjukkan hasil menarik. Film itu mempertahankan transmisi cahaya melebihi 80 persen pada rentang 650–1.100 nanometer. Rentang cahaya tersebut penting bagi proses konversi energi pada sel surya.

Sebaliknya, penggunaan lignin menghadirkan tantangan berbeda. Lignin memang memiliki kemampuan alami menyerap radiasi ultraviolet. Namun, warnanya yang cokelat gelap dapat mengurangi transparansi material. Kondisi itu membuat penggunaannya dalam lapisan transparan lebih terbatas.

Diuji untuk Melihat Ketahanan Jangka Panjang

Peneliti juga menguji ketahanan material dalam waktu panjang. Film mendapat paparan cahaya buatan selama 1.000 jam. Durasi itu diperkirakan menyamai sekitar satu tahun paparan matahari terbuka di Eropa Tengah.

Lapisan dengan ekstrak bawang merah tetap menunjukkan performa baik selama pengujian. Sementara itu, beberapa bahan alternatif mengalami perubahan setelah proses penuaan. Film dengan ion besi, misalnya, mengalami penurunan kemampuan meneruskan cahaya.

Temuan tersebut penting karena teknologi energi bersih juga memerlukan bahan pendukung berkelanjutan. Panel surya memang menghasilkan energi tanpa pembakaran bahan bakar saat digunakan. Namun, material pendukungnya tetap menjadi bagian penting dari dampak lingkungan teknologi.

Artikel Terkait:
  • Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan
  • AI Fatigue, Saat Dunia Mulai Lelah Membicarakan AI
  • AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital
  • Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

Membuka Peluang Teknologi Energi Lebih Hijau

Kulit bawang merah menawarkan pendekatan menarik dalam konteks ekonomi sirkular. Limbah pangan berpotensi mendapatkan fungsi baru sebagai bahan teknologi. Pemanfaatannya juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap beberapa material berbasis minyak bumi.

Potensinya tidak berhenti pada sel surya konvensional. Peneliti menilai konsep serupa relevan untuk teknologi perovskit dan fotovoltaik organik. Pengembangan berikutnya bahkan dapat menyasar perangkat elektronik yang lebih mudah terurai.

Para ilmuwan membayangkan sel surya biodegradable untuk memasok energi kepada sensor kecil. Salah satu penerapannya dapat hadir pada kemasan makanan pintar. Sensor tersebut dapat bekerja dengan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

Meski menjanjikan, penelitian ini belum berarti kulit bawang langsung dapat ditempelkan pada panel surya. Ekstraknya harus diproses dan dipadukan dengan nanoselulosa melalui metode material tertentu. Pengujian lanjutan juga diperlukan sebelum teknologi diterapkan dalam skala komersial.

Temuan ini memperlihatkan bahwa inovasi hijau dapat berangkat dari bahan yang sangat dekat. Kulit bawang merah bukan sekadar limbah dapur dalam penelitian tersebut. Material alami itu membuka kemungkinan baru bagi perlindungan panel surya yang lebih berkelanjutan.

Jangan Lewatkan:
  • Pendaftar Domain .id Capai 1,2 Juta Sepanjang 2024
  • Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus
  • Mengapa Timur Tengah Kaya Minyak Dunia? Ini Faktanya
  • Pakar AI Peringatkan Bahaya DeepSeek, Dunia Bisa Makin Suram

Energi terbarukan Kulit Bawang Merah Nanoselulosa Panel Surya Teknologi Hijau
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAI Fatigue, Saat Dunia Mulai Lelah Membicarakan AI
Next Article Chatbot Jadi Sahabat, Kesepian Bisa Hilang?

Informasi lainnya

Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

11 September 2026

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

29 Agustus 2026

Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

27 Agustus 2026

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

23 Agustus 2026

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

21 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Hari Dongeng Nasional 28 November

Happy Udex Mundzir

Soft Living: Hidup lebih pelan, bahagia lebih lama

Happy Alfi Salamah

Israel vs Iran: Medan Dominasi, Bukan Lagi Proxy

Editorial Udex Mundzir

Mengapa Sandal dan Sepatu Harus Diparkir dengan Rapi?

Daily Tips Assyifa

Pilwalkot Samarinda 2024: Formalitas Saja

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi