Tamu baru mungkin segera tinggal bersama manusia. Ia tidak membutuhkan kamar tidur atau makanan. Tubuhnya terbuat dari mesin, tetapi tangannya dirancang mengerjakan pekerjaan manusia. Era robot humanoid perlahan bergerak dari laboratorium menuju kehidupan sehari-hari.
Perkembangan robotika memang melaju cepat. International Federation of Robotics mencatat 542.000 robot industri dipasang sepanjang 2024. Jumlah tersebut lebih dari dua kali lipat dibanding satu dekade sebelumnya. Asia mengambil porsi 74 persen dari seluruh pemasangan baru. Namun, perkembangan berikutnya jauh lebih personal.
Robot tidak lagi hanya dibayangkan bekerja di balik pagar pabrik. Sejumlah perusahaan sedang mengembangkan humanoid untuk lingkungan yang dibangun bagi manusia. Rumah menjadi salah satu tujuan paling ambisius.
Salah satunya datang dari 1X Technologies. Perusahaan robotika tersebut memperkenalkan NEO pada Selasa (28/10/2025). Robot humanoid ini secara khusus dirancang untuk penggunaan di rumah. Tingginya sekitar 168 sentimeter dengan berat sekitar 30 kilogram.
NEO dirancang untuk melakukan berbagai pekerjaan rumah
Pengguna dapat memintanya melipat pakaian, merapikan ruangan, atau mengambil barang. Robot tersebut juga dapat menjalankan tugas berdasarkan jadwal yang telah ditentukan.
“Humanoid sejak lama menjadi bagian dari cerita fiksi ilmiah,” kata CEO 1X, Bernt Børnich.
Menurutnya, NEO merupakan langkah untuk mengubah gagasan tersebut menjadi sesuatu yang dapat dimiliki masyarakat. Pernyataan itu menggambarkan ambisi besar industri robotika.
Namun, NEO belum sepenuhnya menjadi robot rumah mandiri.
Untuk tugas yang belum diketahui, pemilik dapat menjadwalkan bantuan seorang ahli dari 1X. Ahli tersebut dapat memandu robot dari jarak jauh. Sistem ini sekaligus membantu robot mempelajari tugas baru. Fakta itu menunjukkan jarak antara demonstrasi teknologi dan kehidupan nyata.
Rumah jauh lebih sulit daripada lantai pabrik. Sebuah pabrik memiliki lingkungan yang relatif terstruktur. Mesin dapat mengetahui posisi barang dengan tingkat kepastian tinggi.
Rumah justru penuh kejutan.
Mainan bisa tergeletak di lantai. Gelas dapat berpindah tempat. Hewan peliharaan bisa berlari mendadak. Anak kecil juga dapat berada sangat dekat dengan robot.
Keselamatan menjadi persoalan utama
Robot rumah harus memahami benda rapuh dan manusia. Gerakannya harus cukup kuat untuk membawa barang. Namun, kekuatannya juga harus aman ketika menyentuh seseorang. Desain NEO mencoba menjawab tantangan tersebut.
1X menggunakan tubuh lunak dan lapisan menyerupai kain pada robotnya. Perusahaan juga menekankan bobot yang relatif ringan. Pendekatan itu berbeda dari gambaran robot industri berbahan logam keras.
Kompetisi humanoid juga berlangsung di luar rumah. Figure AI mengembangkan robot humanoid untuk berbagai pekerjaan fisik. Pada 27 Januari 2026, perusahaan mengumumkan BotQ sebagai fasilitas manufaktur untuk produksi humanoid dalam skala besar.
Sementara itu, Tesla terus mengembangkan Optimus. Robot humanoid tersebut dirancang untuk melakukan pekerjaan berulang, berbahaya, atau membosankan. Tesla membayangkan teknologi robotika dapat berkembang bersama kemampuan kecerdasan buatan. Memasukkan robot ke rumah berbeda dengan membeli perangkat elektronik biasa.
Smartphone mengetahui banyak hal tentang penggunanya
Robot rumah berpotensi mengetahui jauh lebih banyak. Kamera dan sensor dapat mengamati ruangan agar robot mampu bergerak.
Di sinilah masalah privasi muncul.
Robot dapat mengetahui tata letak rumah. Sistem mungkin melihat anggota keluarga dan kebiasaan sehari-hari. Bahkan, benda pribadi dapat masuk dalam pandangan kameranya.
Produsen harus menjelaskan bagaimana informasi tersebut diproses.
Pengguna juga perlu mengetahui kapan kamera aktif. Mereka harus memahami data apa yang tersimpan. Pilihan untuk menghapus informasi harus tersedia dengan jelas. Masalah keamanan digital juga menjadi semakin serius.
Jika laptop diretas, penyerang dapat memperoleh data. Jika robot diretas, risikonya dapat memasuki dunia fisik. Robot memiliki kemampuan bergerak dan berinteraksi dengan benda. Standar keamanan karena itu harus jauh lebih ketat. Meski begitu, potensi manfaat robot rumah sangat besar.
Bayangkan orang lanjut usia yang kesulitan mengambil barang dari lantai. Robot dapat membantu tanpa menghilangkan kemandirian mereka. Teknologi juga bisa membantu pekerjaan fisik yang melelahkan.
Orang dengan keterbatasan mobilitas dapat memperoleh manfaat serupa. Robot dapat membawa belanjaan atau memindahkan benda ringan. Ia juga dapat membantu menjaga rumah tetap rapi. Pekerjaan sederhana tersebut dapat berarti besar bagi sebagian orang.
Pertanyaan lainnya menyentuh hubungan sosial manusia
Apakah kita akan berbicara kepada robot seperti berbicara kepada anggota keluarga? Apakah anak-anak akan menganggapnya sebagai mesin atau teman? Jawabannya mungkin berubah antargenerasi.
Anak yang tumbuh bersama robot kemungkinan melihatnya sebagai sesuatu yang biasa. Fenomena serupa terjadi pada smartphone dan asisten suara. Teknologi yang dahulu terasa futuristis akhirnya menjadi benda sehari-hari.
Robot humanoid memiliki perbedaan penting. Bentuknya menyerupai manusia. Ia berjalan melalui ruangan yang sama. Ia dapat menghadap seseorang ketika berbicara. Kemiripan tersebut berpotensi menciptakan ikatan emosional lebih kuat.
Karena itu, desain robot membutuhkan pertimbangan etika. Robot sebaiknya tidak berpura-pura menjadi manusia. Pengguna perlu memahami bahwa respons emosional berasal dari sistem komputasi. Transparansi menjadi penting ketika teknologi semakin meyakinkan.
Harga juga masih menjadi hambatan
NEO diperkenalkan dengan harga awal sekitar 20.000 dolar AS. Opsi langganan juga diumumkan sebesar 499 dolar AS per bulan. Pengiriman awal kepada konsumen direncanakan berlangsung pada 2026. Artinya, robot humanoid rumah masih jauh dari barang massal murah.
Namun, sejarah teknologi menunjukkan harga dapat berubah cepat. Komputer pernah menjadi barang mahal. Telepon seluler juga pernah menjadi simbol kemewahan. Robot mungkin mengikuti perjalanan serupa.
Masa depan rumah pintar akhirnya dapat berubah makna. Selama ini, rumah pintar berarti lampu otomatis dan perangkat yang terhubung internet. Generasi berikutnya mungkin memiliki teknologi yang benar-benar bergerak.
Manusia kemudian menghadapi pertanyaan baru
Bukan sekadar apakah robot mampu membersihkan rumah. Pertanyaannya adalah seberapa besar ruang kehidupan ingin kita berikan kepada mesin.
Robot humanoid belum siap menggantikan manusia di rumah. Teknologinya masih menghadapi persoalan kemampuan, keselamatan, harga, dan privasi.
Namun, pintu menuju era tersebut sudah mulai terbuka. Suatu hari nanti, suara langkah di dapur mungkin bukan berasal dari anggota keluarga. Bisa jadi itu robot yang sedang membereskan meja setelah makan malam.
Ketika hari tersebut tiba, tantangan terbesar bukan membuat robot semakin menyerupai manusia. Tantangannya adalah memastikan teknologi tetap memahami batas ketika hidup bersama manusia.
