Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kalimantan Diselimuti Asap, Ribuan Warga Kena ISPA

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 21 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kalimantan Diselimuti Asap, Ribuan Warga Kena ISPA

Kabut asap akibat karhutla meluas di Kalimantan, sementara ribuan warga mulai mengalami gangguan saluran pernapasan.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati21 Agustus 2026 Lingkungan
Kalimantan Diselimuti Asap, Ribuan Warga Kena ISPA
Kabut asap menyelimuti jalan raya di Kalimantan, mengurangi jarak pandang pengendara. (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Palangka Raya – Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan pada puncak musim kemarau. Di tengah api yang terus membakar lahan gambut dan semak, ribuan warga mulai berhadapan dengan dampak yang lebih dekat: udara memburuk dan gangguan pernapasan meningkat.

Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla meningkat di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan sepanjang Agustus 2026. Pemerintah memperkuat operasi pemadaman darat dan udara karena kebakaran meluas, titik panas bertambah, serta asap mulai mengganggu permukiman dan kesehatan masyarakat.

Data Sistem Pemantauan Karhutla atau SIPONGI yang dikutip Liputan6 mencatat 750 titik panas berkepercayaan tinggi di Kalimantan pada periode 17–19 Agustus 2026. Titik-titik panas itu tersebar di sejumlah wilayah yang sedang menghadapi kondisi kering dan risiko kebakaran tinggi.

Ancaman tersebut tidak datang tiba-tiba. BNPB telah menetapkan enam provinsi prioritas penanganan karhutla, yakni Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Hingga 9 Agustus 2026, luas kebakaran di enam provinsi itu tercatat mencapai sekitar 48.889,69 hektare. Kalimantan Barat menjadi daerah dengan luas kebakaran terbesar, sekitar 28.680,47 hektare, sementara Kalimantan Tengah mencapai 3.069,52 hektare dan Kalimantan Selatan 383,07 hektare.

Besarnya luasan tersebut membuat dampak karhutla tidak hanya dirasakan di lokasi yang terbakar. Asap dapat bergerak mengikuti arah angin, menjangkau permukiman, mengurangi jarak pandang, dan meningkatkan paparan partikel halus bagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah.

Di Palangka Raya, kondisi kebakaran mendorong pemerintah kota memperpanjang status tanggap darurat karhutla dan kekeringan hingga 8 September 2026. Perpanjangan dilakukan selama 29 hari sejak 11 Agustus karena kebakaran masih terjadi dan sejumlah titik api mulai mendekati kawasan permukiman.

BPBD Kota Palangka Raya juga menghadapi persoalan sumber air yang semakin terbatas. Kondisi lahan yang kering membuat api mudah menyebar, sementara medan di sejumlah lokasi menyulitkan petugas mencapai titik kebakaran.

“Fokus kami saat ini adalah titik-titik kebakaran yang sudah mendekati permukiman warga,” kata Plt Kalaksa BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi saat menjelaskan penanganan karhutla di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (12/8/26).

Hingga 10 Agustus, BPBD Kota Palangka Raya mencatat sedikitnya 195 kejadian karhutla sejak awal Juni dengan luas lahan terbakar mencapai 174,24 hektare. Penanganan dilakukan melalui pemadaman darat dan bantuan helikopter water bombing di lokasi yang sulit dikendalikan.

Baca Juga:
  • Galunggung Dilirik UNESCO, Warga Didorong Jadi Penjaga Alam
  • Sikat Gigi: Kontributor Tersembunyi Krisis Iklim
  • Buka Puasa Lintas Iman Dorong Kepedulian Lingkungan
  • Gubernur DKI Tuntut Pembatalan Izin Usaha Pemilik Truk Tinja, Didenda Rp 5 Juta

Petuk Katimpun, Kecamatan Jekan Raya, menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena kebakaran berada dekat kawasan tempat tinggal warga. Petugas berupaya menahan pergerakan api agar tidak masuk lebih jauh ke permukiman.

“Kondisi lahan yang semakin kering, jarak tempuh menuju sejumlah titik kebakaran, serta keterbatasan sumber daya menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan,” ujar Hendrikus saat penanganan tanggap darurat karhutla di Palangka Raya (12/8/26).

Pemadaman di lahan gambut memiliki tingkat kesulitan berbeda dibanding kebakaran di lahan mineral. Api dapat merambat di bawah permukaan gambut dan bertahan meski nyala tidak lagi terlihat dari atas.

Kondisi itu membuat petugas harus memastikan bara benar-benar padam. Bila masih tersisa panas di lapisan bawah, api dapat muncul kembali saat lahan mengering dan angin bertiup lebih kuat.

Di tengah operasi pemadaman, dampak kesehatan mulai terlihat. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah mencatat 2.052 kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA di 14 kabupaten dan kota pada periode 7–14 Agustus 2026.

Pada 11 Agustus saja tercatat sekitar 600 kasus baru. Sembilan pasien di antaranya memerlukan rawat inap, sementara Palangka Raya mencatat 115 kasus dan Kotawaringin Barat 111 kasus pada hari tersebut.

“Selama periode 7 sampai 11 Agustus 2026 tercatat 2.052 kasus ISPA di 14 kabupaten dan kota. Pada 11 Agustus terdapat 600 kasus baru, dengan sembilan pasien dirawat inap,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kalimantan Tengah, dr. Riza Syahputra, saat menyampaikan perkembangan kasus di Kalimantan Tengah (15/8/26).

Menurut Riza, jumlah kasus meningkat sekitar 39,2 persen dibandingkan kondisi pada 7 Agustus. Pada saat bersamaan, pemantauan BMKG hingga 14 Agustus mencatat 645 titik panas di Kalimantan Tengah.

Kotawaringin Timur menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi titik panas tinggi, yakni 189 titik, disusul Kabupaten Kapuas sebanyak 114 titik. Sebaran itu memperlihatkan bahwa tekanan kebakaran tidak hanya terpusat di satu daerah.

Meski demikian, peningkatan ISPA tidak dapat seluruhnya dikaitkan langsung dengan karhutla. Infeksi saluran pernapasan dapat dipengaruhi berbagai faktor, seperti virus, bakteri, kondisi lingkungan, cuaca, asap rokok, hingga kualitas udara di dalam ruangan.

Artikel Terkait:
  • BMKG Prediksi Musim Kemarau 2025 Lebih Kering, Sektor Pertanian Diminta Siaga
  • Ekoenzim Lawan Limbah Binatu
  • BPBD DKI Umumkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Jakarta 5-9 Mei 2023
  • KLH Dorong Pembatasan Impor Plastik Virgin Demi Kurangi Sampah

Namun, paparan asap kebakaran tetap menjadi risiko tambahan bagi kesehatan. Partikel halus hasil pembakaran dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu batuk, pilek, iritasi tenggorokan, sesak napas, serta memperburuk kondisi penderita asma atau penyakit paru.

Kelompok anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga dengan penyakit pernapasan menjadi kelompok yang lebih rentan. Ketika kualitas udara memburuk, aktivitas sederhana seperti berangkat sekolah, bekerja, berdagang, atau bermain di luar rumah dapat berubah menjadi risiko kesehatan.

Dampak karhutla juga menyentuh dunia pendidikan. Sekolah yang berada di wilayah terdampak asap harus mempertimbangkan keamanan siswa ketika kualitas udara menurun, terutama jika kegiatan belajar membutuhkan aktivitas di luar kelas.

Bagi keluarga, persoalan asap berarti pengeluaran tambahan untuk masker, obat, pemeriksaan kesehatan, atau perjalanan menuju fasilitas pelayanan medis. Masyarakat yang tinggal jauh dari pusat layanan kesehatan menghadapi tantangan lebih besar ketika mengalami gangguan pernapasan.

Karena itu, penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman. Pemerintah perlu memastikan pemantauan kualitas udara berjalan, informasi risiko dapat diakses masyarakat, fasilitas kesehatan siap menerima pasien, serta pencegahan kebakaran dilakukan sebelum api meluas.

BNPB memperkuat operasi darat menghadapi periode puncak risiko karhutla pada Agustus hingga September. Penguatan dilakukan melalui pemantauan, patroli, pencegahan, kesiapsiagaan, serta koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan tim pemadam di lapangan.

Di Kalimantan Tengah, pemerintah juga mengoptimalkan satuan tugas udara dan darat. Operasi dipusatkan pada wilayah yang memiliki konsentrasi kebakaran tinggi dan berpotensi menimbulkan asap lebih luas.

Peristiwa karhutla tahun ini kembali memperlihatkan hubungan langsung antara kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Ketika gambut mengering dan terbakar, dampaknya tidak berhenti pada lahan yang hangus, tetapi ikut masuk ke sekolah, rumah, tempat kerja, dan fasilitas kesehatan.

Bagi masyarakat Kalimantan, udara bersih menjadi kebutuhan yang semakin penting pada puncak musim kemarau. Selama titik api masih muncul dan lahan tetap kering, risiko asap akan terus mengikuti kehidupan sehari-hari warga.

Jangan Lewatkan:
  • Empat Wisata di Puncak Bogor Disegel, Dedi Mulyadi: Penyebab Banjir dari Sini
  • UI Edukasi Bahaya Limbah Minyak Jelantah kepada Siswa SD
  • Gubernur Elisa Sebut Warga Tolak Penutupan Tambang Nikel Gag
  • Suhu Laut Global Masih Tinggi Usai Rekor 2025

Memasuki akhir Agustus hingga September, pencegahan kebakaran menjadi sama pentingnya dengan pemadaman. Setiap titik api yang dapat dicegah berarti mengurangi peluang asap menyebar dan mengurangi risiko lebih banyak warga harus berobat karena gangguan pernapasan.

ISPA Kabut Asap Kalimantan Tengah Karhutla Kalimantan Lingkungan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKarhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Informasi lainnya

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

21 Agustus 2026

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

12 Juli 2026

Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

11 Juli 2026

Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?

10 Juli 2026

Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang

6 Juli 2026

Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno

18 April 2026
Paling Sering Dibaca

Tantangannya Kebocoran Data Pribadi

Editorial Udex Mundzir

Pemerintahan Indonesia Masih Menggunakan Manajemen Penjajah

Editorial Udex Mundzir

Cara Mengetahui Sifat Asli Manusia

Perspektif Udex Mundzir

Keindahan Gunung Fuji di Jepang, Pesona Alam yang Tak Tertandingi

Travel Alfi Salamah

Unwanted Leader

Refleksi Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Ekonomi
Ericka29 Mei 2025

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Manfaat Sehat Biji Selasih untuk Tubuh dan Kulit

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Prabowo Nilai Pengibaran Bendera One Piece Tak Langgar Aturan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi