Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Omong Kosong Industri Kreatif

Logika Nol yang Menyesatkan

Aturan Baru Batasi Medsos Anak Mulai Berlaku

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 31 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Awal Ramadhan 1447 H Tunggu Sidang Isbat

Hilal belum penuhi kriteria MABIMS, pemerintah kombinasikan hisab dan rukyat.
Alfi SalamahAlfi Salamah17 Februari 2026 Nasional
Prediksi hilal 1 ramadham
Prediksi Hilal (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Langit senja belum memberi tanda. Hilal yang dinanti sebagai penanda awal Ramadhan 1447 Hijriah masih bersembunyi di balik ufuk, membuat pemerintah belum dapat menetapkan 1 Ramadhan dalam Seminar Sidang Isbat yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2/2026) sore.

Kementerian Agama RI menyampaikan bahwa berdasarkan perhitungan hisab pada 29 Sya’ban 1447 H, posisi hilal belum memenuhi kriteria visibilitas hilal atau imkanur rukyat yang ditetapkan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Secara astronomis, hilal masih berada di bawah ufuk saat Matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia, sehingga belum memungkinkan untuk diamati.

Kriteria MABIMS mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3 derajat di atas ufuk ketika Matahari terbenam dan elongasi atau jarak sudut Bulan dengan Matahari sekurang-kurangnya 6,4 derajat. Berdasarkan data hisab, parameter tersebut belum terpenuhi pada Selasa (17/2/2026), sehingga awal Ramadhan belum bisa dipastikan pada hari berikutnya tanpa verifikasi rukyat.

Anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, Cecep Nurwendaya, menjelaskan bahwa secara hitungan astronomi, awal Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Namun ia menegaskan, hasil tersebut masih bersifat informatif dan menunggu konfirmasi melalui pengamatan langsung.

“Sehingga tanggal 1 Ramadan 1447 Hijriah, secara hisab MABIMS, jatuh pada hari Kamis 19 Februari 2026 Masehi, ini hisab sifatnya informatif kita memerlukan konfirmasi, verifikasinya adalah rukyat, ya tentu saja nanti untuk bahan penetapan sidang isbat pada malam hari ini,” kata Cecep.

Ia juga memaparkan ilustrasi posisi Matahari dan Bulan di wilayah Jakarta Pusat pada 17 Februari 2026. Matahari terbenam pada pukul 18.15.17 WIB, sementara umur Bulan sabit saat itu baru sekitar 50 detik atau belum genap 45 menit sejak fase konjungsi, sehingga hilal dinyatakan belum “lahir” secara astronomis untuk bisa dirukyat.

Pada hari yang sama, Matahari terbit di Jakarta pukul 05.58 WIB. Adapun ijtimak atau konjungsi, yakni saat Bumi, Bulan, dan Matahari berada pada satu garis bujur astronomi, terjadi pada 17 Februari 2026 pukul 19.01 WIB dengan umur hilal masih 0 jam. Kondisi ini memperkuat bahwa hilal belum memenuhi syarat imkanur rukyat di Indonesia.

Pemerintah menegaskan bahwa penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah tetap dilakukan melalui mekanisme sidang isbat yang menggabungkan metode hisab dan rukyat. Hisab berfungsi sebagai perhitungan matematis untuk memprediksi posisi geometris Bulan dan Matahari, sedangkan rukyat menjadi tahapan verifikasi faktual melalui pemantauan langsung di berbagai titik pengamatan di Indonesia.

Kombinasi dua metode ini telah menjadi pedoman resmi dalam penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap keputusan yang diambil tidak hanya akurat secara ilmiah, tetapi juga memiliki legitimasi syar’i dan dapat diterima oleh masyarakat luas.

Hasil akhir penetapan 1 Ramadhan 1447 H akan diumumkan setelah sidang isbat selesai digelar. Umat Islam di Indonesia pun diminta menunggu keputusan resmi pemerintah sebagai rujukan bersama dalam memulai ibadah puasa tahun ini.

Hisab Rukyat Kementerian Agama MABIMS Ramadhan 1447 H Sidang Isbat
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBMKG Ingatkan Hujan Lebat 15-21 Februari
Next Article Tim Kaltim Pantau Harga Pangan di Berau

Informasi lainnya

Aturan Baru Batasi Medsos Anak Mulai Berlaku

29 Maret 2026

Debat Iran Digelar di Samarinda, Publik Ramai

29 Maret 2026

Erupsi Gunung Ibu, Warga Diminta Jauhi Kawah Aktif

23 Maret 2026

Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret

19 Maret 2026

Prioritas Silaturahmi Lebaran, Siapa Didahulukan?

19 Maret 2026

Hilal Dipantau di 117 Titik, Lebaran Segera Ditetapkan

19 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Isuzu Optimis Pangsa Pasarnya akan Naik 1,3 Persen

Bisnis Alfi Salamah

Sekolah Jam 6, Jam Malam Jam 9

Editorial Udex Mundzir

Musim Haji Penjualan Sarung Tenun Goyor di Jombang Meningkat

Islami Alfi Salamah

Harta Melimpah, Hati Tetap Zuhud

Islami Alfi Salamah

Cara Penyembelihan atau Mematikan Hewan Menurut Syariat Islam, Pelaksanaan Qurban di Hari Iduladha

Islami Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati25 Maret 2026

Imtihan MDTU Al Barokah Cihuni Capai Puncak Acara

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Prioritas Silaturahmi Lebaran, Siapa Didahulukan?

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi