Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pajak Dibayar, Kuliah Tetap Mahal

Wulla Poddu, Bulan Sakral yang Hidup di Sumba

Mengenal Suku Kajang, Penjaga Hutan Adat Bulukumba

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 7 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Bekerja dengan IHSAN

Ada 5 kunci yang dapat disingkat dalam kata IHSAN
Syamril Al-BugisyiSyamril Al-Bugisyi4 Januari 2025 Pendidikan
Bekerja dengan IHSAN
Bekerja dengan IHSAN
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bagi alumni Program Metode Sekejap pasti kenal dengan Ust. Nur Ihsan Muhammad Idris, Lc. Beliau adalah penyusun Metode Sekejap salah satu metode memahami Al Quran dengan cepat dan mudah bagi para muslim yang tidak ada dasar bahasa Arab. Melalui metode yang menarik, pelajar, mahasiswa, orang tua bahkan kakek nenek bisa belajar bahasa Al Quran dengan mudah. Salah satu alumninya yaitu Prof. Dr. Rudi Rubiandini dari ITB yang pernah menjadi Ketua SKK Migas.

Saya sedang ikut program ini secara online. Juga sudah kami ajarkan kepada siswa SMP dan SMA Athirah sebagai mata pelajaran pilihan. Pada buku pegangan dan Al Quran cetakan khusus yang disusun oleh beliau, ada empat pola warna: hijau, biru, merah dan hitam. Hijau disebut Indonesia banget maksudnya kata-kata yang sudah diserap dalam bahasa Indonesia. Dari hitungan beliau ada sekitar 10 % dari seluruh kata dalam Al Quran.

Warna merah seperti halnya warna darah artinya banyak banget. Maksudnya banyak sekali berulang. Diperkirakan ada sekitar 50 % dari total kata dalam Al Quran. Kata berulang itu hanya ada 100 kata. Semua disusun dalam kertas ajaib 1. Jika bisa hafal 100 kata itu maka sudah paham 60 % kata dalam Al Quran. Selanjutnya warna biru ada 2148 kata dengan perulangannya sekitar 20% dalam Al Quran. Dikumpulkan dalam 34 halaman. Warna hitam adalah kata-kata yang bukan bahasa Indonesia dan jarang muncul harus dilihat di kamus Sekejap. Jumlahnya tidak terlalu banyak, ada sekitar 20% kata dalam Al Quran.

Menurut saya karya ini luar biasa. Merupakan karya besar dan telah banyak membantu ummat Islam untuk memahami Al.Quran. Bagaimana cara agar bisa berkarya demikian? Ust. Nur Ihsan Muhammad Idris, Lc menyampaikan ada 5 kunci yang dapat disingkat dalam kata IHSAN yaitu: impian yang besar, hard work, sinergi, aktif berdo’a dan niat yang tulus. Mari kita ulas satu persatu.

Baca Juga:
  • Akreditasi Gugus Depan Pramuka Dorong Mutu Pendidikan
  • Nasib Guru Honorer di 2027, Tetap Mengajar atau Terhapus?
  • Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan
  • Jejak Hewan Al-Qur’an Warnai Ekspedisi Siswa

Kunci pertama yaitu impian yang besar. Impian ibarat bintang yang menjadi acuan perjalanan para penjelajah di lautan. Impian yang besar disebut oleh Jim Collins sebagai BHAG (Big Hairy Audacious Goals) yang artinya tujuan besar yang membuat bulu roma merinding. Berani dan memberi semangat. Lebih bagus lagi jika impian itu juga spesific, measureable, actual, realistic, time limit (SMART). Wujudnya bisa berupa karya seperti Metode Sekejap di atas. Bisa juga target kinerja atau capaian lainnya yang berani dan menantang.

Kunci kedua yaitu hard work (kerja keras). Bergerak dari langkah pertama sampai akhir secara konsisten dan persisten. Sejarah menunjukkan, orang-orang besar yang mampu mewujudkan impiannya semuanya adalah pekerja keras. Mereka bekerja lebih lama dari orang-orang kebanyakan. Kerja keras yang cerdas, terarah dan terencana dengan strategi dan langkah yang efektif, efisien, inovatif dan solutif.

Kunci ketiga yaitu sinergi dan kerja sama. Tidak ada superman, yang ada adalah superteam. Semua manusia membutuhkan bantuan orang lain. Bekerja dalam tim menjadi keniscayaan. Tim yang memiliki tujuan dan komitmen yang sama. Perasaan senasib sepenanggungan, saling menopang & menguatkan dan siap bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Ada kepedulian (care), siap berbagi (share), ada leader dan follower, saling terbuka dan percaya (trust).

Artikel Terkait:
  • Prabowo Resmikan Kampus Unhan, Ditemani SBY dan Menhan Sjafrie
  • Kenapa Ibu yang Paling Sering Belajar Parenting?
  • URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian
  • Kemenag Umumkan 70.652 Peserta PPG Daljab Angkatan I

Kunci keempat yaitu aktif berdo’a. Manusia yang beriman meyakini bahwa ada Allah yang Maha Menentukan. Tugas manusia berusaha, Allah yang berkuasa atas segala sesuatu. Untuk itu dibutuhkan aktif berdo’a, memohon pertolongan dan perkenan Allah. Berdo’a merupakan bukti kepasrahan dan tawakkal. Juga bukti kerendahhatian. Jika berhasil, tidak sombong. Jika gagal tidak putus asa.

Kunci kelima yaitu niat yang tulus. Segala yang dilakukan harus senantiasa dalam niat yang tulus. Impian yang ingin diraih bukan semata untuk kepentingan pribadi tapi juga untuk kemaslahatan orang lain. Memberi manfaat kepada sesama. Orang-orang besar senantiasa memikirkan orang lain. Bahagia karena membahagiakan orang lain bukan karena mengorbankan orang lain.

Semoga di awal tahun 2025 ini kita dapat meraih dan menghasilkan karya dan kinerja terbaik. Ingat kunci IHSAN yaitu impian yang besar, hard work (kerja keras), sinergi & kerja sama, aktif berdo’a dan niat yang tulus untuk kebaikan bersama. Segera rumuskan impian Anda, dan raih dengan kerja keras, sinergi dan do’a. Selamat berjuang.

Jangan Lewatkan:
  • Pesantren Awal Libur Ramadan Ditutup
  • Wisuda Politeknik Triguna Tasikmalaya, 118 Lulusan Dilepas
  • Menemukan Celah Kebaruan Riset di Jantung Komunitas Pesantren
  • Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset
Menghafal Al-Quran Metode Sekejap Pendidikan Islam Prinsip Ihsan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHukum Promosi ‘Beli Tiga Dapat Empat’ dalam Islam
Next Article Kolaborasi Kunci Sukses Pramuka Garuda di Tasikmalaya

Informasi lainnya

100 Mahasiswa UBB Dapat Beasiswa Kelapa 2026

3 September 2026

Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global

26 Agustus 2026

Dosen MM UIA Bedah Kurikulum, Kompetensi Jadi Fokus

22 Agustus 2026

OBE Mengubah Ukuran Keberhasilan Perkuliahan

22 Agustus 2026

Temaram di Khalifa

14 Agustus 2026

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

6 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Risiko Seks di Luar Nikah bagi Pria Muslim

Islami Udex Mundzir

Mewaspadai Komunisme

Refleksi Syamril Al-Bugisyi

Gubernur Bayangan di Tambang Rakyat

Editorial Udex Mundzir

Peran dan Pengaruh Kucing dalam Film, Buku, dan Musik

Perspektif Alfi Salamah

Sepertinya Prabowo Tak Akan Berani Pecat Bahlil

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi