Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Demo Indonesia Gelap, Gerindra Sebut Masyarakat Wajar Kaget

Muzani nilai program Prabowo baru tahap awal, pemerintah terbuka terhadap kritik mahasiswa.
SilvaSilva19 Februari 2025 Politik
Demo Indonesia Gelap Protes Program Prabowo
Demo Indonesia Gelap Protes Program Prabowo (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Gejolak suara mahasiswa menggema di jalanan ibu kota. Aksi demonstrasi bertajuk ‘Indonesia Gelap’ yang menyoroti kebijakan pemerintah memicu reaksi dari Partai Gerindra. Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menilai reaksi masyarakat atas program pemerintahan Prabowo Subianto adalah hal wajar, terutama karena kebijakan yang dijalankan masih dalam tahap awal.

“Kebijakan yang dijalankan Pak Prabowo ini baru tahap awal. Jadi wajar kalau masyarakat kaget. Bahkan, di internal pemerintahan sendiri juga sempat mengalami kekagetan,” ujar Muzani di Jakarta, Rabu (19/02/2025).

Muzani menjelaskan, masyarakat dan birokrasi yang terbiasa dengan pola lama kini dihadapkan dengan upaya efisiensi dan pengetatan anggaran. Langkah-langkah ini disebutnya memang berbeda dan mengagetkan, sehingga muncul respons keras, termasuk aksi protes dari mahasiswa.

Demo ‘Indonesia Gelap’ yang dilakukan mahasiswa di berbagai daerah belakangan ini menuntut 13 poin kebijakan pemerintah, di antaranya terkait transparansi anggaran, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta keberlanjutan bantuan pendidikan.

“Kita harus pahami bahwa reaksi ini bagian dari demokrasi. Pemerintah akan mendengar suara masyarakat dan mahasiswa,” tambah Muzani.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa unjuk rasa merupakan hak demokrasi, namun masyarakat diminta cermat dalam menyikapi informasi terkait kebijakan pemerintah.

“Menyampaikan pendapat itu sah dan wajar dalam negara demokrasi. Tapi, masyarakat juga harus memahami informasi dengan baik. Misalnya soal efisiensi anggaran, itu tidak berdampak pada pendidikan, UKT, atau pemecatan tenaga honorer,” ujar Prasetyo di Jakarta, Selasa (18/02/2025).

Prasetyo mengutip pernyataan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yang memastikan program seperti KIP Kuliah, beasiswa, dan LPDP tetap berjalan meskipun ada kebijakan penghematan.

Menurutnya, efisiensi anggaran ditujukan untuk memangkas kegiatan seremonial seperti seminar dan Focus Group Discussion (FGD) yang selama ini dianggap kurang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Rakyat butuh aksi nyata, bukan acara seremonial yang menghabiskan anggaran,” tegas Prasetyo.

Pemerintahan Prabowo-Gibran yang baru berjalan empat bulan ini terus menjadi sorotan publik. Program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian luas, sementara langkah efisiensi anggaran juga menuai pro dan kontra.

Muzani berharap, seiring waktu, masyarakat akan semakin memahami arah kebijakan pemerintah. Dia memastikan bahwa pemerintahan Prabowo tetap mengutamakan kesejahteraan rakyat dalam setiap keputusan.

“Dalam proses perubahan pasti ada goncangan. Tapi kami yakin, dengan komunikasi yang baik, semua bisa dipahami bersama,” pungkasnya.

Gelombang aksi mahasiswa diprediksi belum surut, seiring dengan pengawasan ketat terhadap program-program pemerintah. Sementara itu, pemerintah berjanji untuk tetap membuka ruang dialog demi meredam kegelisahan publik.

Demo Indonesia Gelap Efisiensi Anggaran Gerindra Prabowo Program Makan Bergizi Gratis Protes Mahasiswa Prabowo
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSavoy Homann Hotel, Saksi Bisu Kejayaan Bandung
Next Article Isu Reshuffle Kabinet, DPR Harap Mendikti Baru Ikuti Visi Prabowo

Informasi lainnya

MUI Soroti Pasal Nikah Siri dalam KUHP Baru

8 Januari 2026

Pasal Penghinaan Presiden Dinilai Rentan Bungkam Kritik

4 Januari 2026

Bupati Aceh Utara Pertanyakan Absennya Presiden Saat Banjir

30 Desember 2025

Prabowo Nilai Anggaran Pemulihan Sumatera Realistis dan Terukur

8 Desember 2025

MPR Soroti Bencana Sumatera sebagai Sinyal Kuat Krisis Iklim Nasional

30 November 2025

Warga Beralih ke Damkar, Wakapolri Akui Layanan Polisi Lamban

18 November 2025
Paling Sering Dibaca

Di Balik Kegelapan yang Diteriakkan

Editorial Udex Mundzir

Menjelajahi Kuil Rubah Fushimi Inari

Travel Alfi Salamah

Adab Bertemu Guru dalam Islam

Islami Assyifa

Celah Curang Layanan Rumah Sakit

Editorial Udex Mundzir

Asal-Usul Shalat Tarawih 20 Rakaat Plus Witir 3 Rakaat

Islami Ericka
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.